Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 85. Ucapan Selamat


__ADS_3

Hari ini, adalah hari yang paling membahagiakan bagi Zulaikha dan juga Ammar. Bahtera cinta yang mereka rasakan kini telah berubah menjadi suatu ikatan halal yang dibungkus oleh tali pernikahan dimata Allah dan juga manusia.


Zulaikha yang saat ini sudah resmi menjadi istri Ammar tidak kuasa untuk menahan tangisnya, rasa haru dan bahagia menyeruak ke dalam hati dan sanubarinya tatkala Ammar mengucap ijab kabul dihadapan keluarga besarnya,


Dada Zulaikha berdebar keras saat kata sah menggema dirumah Ridwan setelah Ammar berhasil menghalalkannya, dia langsung bersujud dilantai saat semuanya terasa seperti dalam mimpi.


"ya Allah, seluruh hidup dan matiku aku serahkan padaMu. Aku hanyalah insan lemah dan tak berdaya tanpa adanya rahmat serta karuniaMu padaku, aku hanyalah manusia yang hanya bisa bermohon atas belas kasihMU ya Allah." Tangisan Zulaikha semakin pecah saat keningnya menyentuh sajadah yang sengaja dia bentang dihadapannya, karna hal pertama yang akan dia lakukan saat Ammar sudah menjadikannya istri yaitu bersimpuh dan mengadu pada sang pencipta.


Sita yang masih setia bersama dengan Zulaikha juga tidak kuasa menahan rasa haru dan kebahagiaannya, hingga dia juga ikut bersimpuh di samping sang kakak untuk rasa syukur yang teramat besar yang sedang mereka rasakan saat ini.


"ya Allah, jadikanlah aku istri yang selalu bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk suamiku. Jadikan aku istri yang selalu bisa memberikan senyuman hangat serta kebahagiaan untuk suamiku, jadikan setiap kata yang keluar dari mulutku sebagai ucapan cinta dan dukungan bagi suamiku." Zulaikha menarik napas sejenak sebelum melanjutkan do'nya.


"ya Allah, jadikan rumah tangga kami sebagai rumah tangga yang selalu dipenuhi dengan kebaikan dan kebahagiaan. Jadikan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah." Zulaikha mengangkat tubuhnya dan duduk bersilah di atas sajadah, dia lalu mengusap wajahnya dengan beberapa kali mengucap hamdallah.


Begitu Zulaikha membuka kedua mata yang sejak tadi terpejam, dia langsung melihat wajah kedua Adiknya yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Melihat wajah sendu Syifa dan Sita, Zulaikha juga ikut berkaca-kaca. Dia lalu menarik kedua Adiknya dan memeluk mereka dengan erat, dia juga mengecup kening mereka dengan lelehan air mata yang benar-benar membuat suasana menjadi penuh dengan keharuan.


"aku selalu mendo'akan agar rumah tangga Mbak selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, sampai maut memisahkan Mbak dan Mas Ammar," ucap Syifa dengan sesenggukan, dia memeluk sang Kakak dengan erat seraya beberapa kali mengusap air matanya.


"aku juga selalu mendo'akan Mbak, agar Mbak selalu bahagia sampai kapanpun!" Sita juga tidak mau kalah.


"iya-iya, Mbak tau kalau Adik-adik Mbak ini pasti akan selalu mendo'akan Mbak!"


Mereka bertiga lalu merenggangkan pelukan mereka saat mendengar suara panggilan dari arah pintu, Sita lalu bergegas bangkit dan berjalan untuk membukakan pintu kamar itu.


"Zulaikha!" panggil Aisyah yang saat itu sedang berjalan masuk bersama dengan Ibu Dijah dan juga Mikhayla.

__ADS_1


Zulaikha dan Syifa bergegas bangun saat melihat kedatangan mereka sementara Aisyah langsung memeluk Zulaikha dengan tangis bahagia seperti yang dilakukan oleh kedua Adiknya tadi.


"selamat Dek, selamat untuk pernikahanmu! Mbak selalu mendo"akan agar rumah tangga kalian selalu dilimpahkan dengan kebahagiaan dan keridhoan Allah," ucap tulus Aisyah, dia kemudian mengusap air mata yang mengalir diwajah sendu Zulaikha.


Hari ini, semua do'a yang dipanjatkan oleh semua orang untuk rumah tangga Zulaikha dan Ammar melambung tinggi. Harapan dan do'a yang terucap semoga menjadi ladang pahala dan dikabulkan oleh Allah yang Maha segalanya.


"ayo, Nak! suamimu sudah menunggu di bawah," ajak Ibu Dijah, terlihat jelas kebahagiaan diwajah wanita paruh baya itu sampai beberapa kali air mata menetes disudut matanya.


Wajah Zulaikha bersemu merah saat mendengar apa yang Ibu mertuanya ucapkan, dia lalu berjalan pelan keluar dari kamar dengan digandeng oleh Mertua dan juga Kakaknya.


Semua mata menatap Zulaikha dengan takjub, mereka benar-benar terpesona melihat kecantikan Zulaikha yang berbalut dengan gaun senada dengan yang digunakan oleh Ammar.


Ammar yang saat itu masih tertunduk langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar suara-suara pujian yang diucapkan oleh semua orang untuk Zulaikha.


Dia lalu beralih melihat kearah Zulaikha yang saat itu sedang berjalan menuruni tangga bersama dengan Ibu serta para iparnya, matanya tidak bisa berkedip sama sekali saat melihat wajah sang istri yang benar-benar memukau matanya.


Ammar benar-benar terpesona dengan penampilan Zulaikha saat ini, di mana Zulaikha memakai gaun berwarna putih dengan makeup sederhana yang benar-benar tampak cantik dan manis diwajahnya.


"lihat dia! sangking terpesonanya sampai tidak mendengar panggilanku," seru Ridwan saat sudah beberapa kali memanggil Ammar, tetapi lelaki itu benar-benar terhipnotis dengan penampilan sang Adik.


Ammar yang baru sadar dengan apa yang Ridwan katakan tampak memalingkan wajah, dia merasa sangat malu karna terus melihat Zulaikha seperti itu.


"sabar Ammar, nanti kau-" Ridwan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat matanya menangkap satu makhluk yang berhasil membuatnya langsung berdiri dari duduknya, matanya memerah penuh emosi dengan rahang mengeras saat melihat keberadaa Defin dirumahnya.


Semua orang yang tadinya melihat kearah Zulaikha beralih melihat kearah yang sedang dilihat oleh Ridwan, mereka semua juga sangat terkejut saat melihat keberadaan lelaki itu diacara pernikahan Zulaikha.


"Dasar laki-laki brengs*k!" Ridwan berjalan cepat kearah Defin membuat semua orang menjadi tegang, Ammar yang melihat semua itu segera berlari menyusul langkah Ridwan sebelum terjadi keributan yang akan membuat semua tamu menjadi tidak nyaman.

__ADS_1


Zulaikha sendiri juga merasa kaget saat melihat Defin tepat berdiri dihadapannya karna dia baru saja menginjakkan kakinya dilantai satu, dia terpaku ditempat saat matanya bertatapan langsung dengan mata Defin.


"Apa yang kau lakukan di sini bajing*n?" Ridwan mencengkram kerah kemeja Defin membuat lelaki itu terdorong beberapa langkah ke belakang sampai punggungnya membentur pintu.


"apa yang Mas lakukan? lepaskan. Mas!" Ammar berusaha memisahkan Ridwan dan Defin membuat suasana menjadi tegang, terlebih-lebih untuk Zulaikha yang benar-benar tidak menyangka kalau Defin akan nekat datang menemuinya.


"padahal aku sudah mengusirnya, tapi dia malah datang ketempat ini!" gerutu Syifa yang berhasil membuat Zulaikha melihat kearahnya, sementara yang lainnya masih berusaha melepaskan cengkraman tangan Ridwan dari kemeja Defin.


"pergi kau, sebelum aku membunuhmu!"


"hentikan, Mas! kita bisa membicarakan ini baik-baik," Ammar masih berusaha untuk melerai dua lelaki yang ada dihadapannya.


"tidak! manusia brengs*k ini tidak pantas lagi untuk-"


"selamat, Pak Ammar! selamat untuk pernikahan anda dan Zulaikha,"


deg, tiba-tiba suasana menjadi hening saat Defin mengucap selamat untuk Ammar dan juga mantan istrinya.





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Zulaikha dan Ammar yang menikah tapi aku yang deg-degan 🤭 apa ada yang sama?


__ADS_2