
Defin mengernyitkan keningnya dengan bingung, dia melihat kearah mereka secara bergantian termasuk memperhatikan seorang anak kecil yang telah memanggil Zulaikha dengan sebutan Mama.
"apa yang anda lakukan di sini, Pak Defin?" tanya Ammar, dia mendekat kearah Defin yang menatapnya dengan tajam.
Zulaikha yang melihat ketegangan antara dua lelaki itu memilih untuk membawa Aziz masuk ke dalam rumah, dia tidak mau kalau bocah kecil itu melihat pertengkeran mereka.
"ayo kita masuk, Sayang!" ajak Zulaikha, dia menggendong tubuh Aziz dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"aku ingin berbicara denganmu, Zulaikha! aku-"
"tidak ada lagi sesuatu yang harus kita bicarakan!" Zulaikha yang baru melangkahkan kakinya terpaksa berhenti saat mendengar suara Defin, tetapi dia enggan untuk membalikkan tubuhnya sehingga tetap membelakangi mereka.
"pantas saja kau langsung pergi begitu Ibuku memintamu untuk pergi, rupanya kau memang sudah bermain api dengan pria ini!"
ucapan Defin itu seketika mengobarkan api kemarahan dalam hati semua orang yang mendengarnya, terutama Zulaikha yang langsung berjalan ke arah Sita dan menyuruh adiknya itu untuk membawa Aziz masuk ke dalam rumah.
"Defin Argadinata, tolong jaga ucapan Anda!" sentak Zulaikha, baru pertama kali ini dia menyebutkan nama lelaki itu membuat semua orang tersentak kaget. Terutama Defin, yang tercengang mendengar ucapan wanita yang telah menjadi mantan istrinya.
"sebenarnya apa yang Anda inginkan? kenapa Anda datang kerumah saya setelah keluarga Anda mengusir saya dari tempat tinggal saya sendiri karna takut, kalau saya akan menganggu hubungan Anda dengan istri Anda tercinta!" sindir Zulaikha, dia benar-benar tidak bisa lagi mentoleransi apa yang lelaki itu lakukan. Apalagi dia sampai jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menganggu kehidupannya.
Defin terdiam saat mendengar apa yang Zulaikha ucapkan, jiwanya benar-benar terguncang melihat sikap wanita itu padanya.
Jangankan Defin, Ammar saja sampai tidak bisa mengedipkan kedua matanya saat melihat wanita yang dia cintai mengeluarkan segala emosinya. Tetapi, dia tetap akan berdiri digarda paling depan untuk membela dan melindungi Zulaikha dari apapun. Terutama dari gangguan mantan suaminya.
"sekarang katakan? Apa maksud kedatangan anda ke sini?" tanya Zulaikha kembali, matanya menatap tajam kearah Defin yang juga sedang menatapnya.
"aku-" suara Defin serasa tercekat ditenggorokan, dia benar-benar tidak mengerti sebenarnya kenapa dia sampai datang menemui Zulaikha ke tempat itu.
Zulaikha yang tidak mendapat jawaban dari Defin beralih melihat kearah Irham, sementara Irham yang merasa dilihat oleh Zulaikha sampai menelan salivenya dengan susah payah.
__ADS_1
"bagaimana kabarmu, Irham?" tanya Zulaikha dengan sedikit menyunggingkan senyumnya membuat Irham merasa tidak enak dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"a-aku baik, Mbak! Mbak sendiri bagaimana?" walau dalam suasana canggung seperti ini, Irham berusaha keras untuk memperlakukan Zulaikha seperti mana biasanya.
"alhamdulillah Mbak juga sehat, Irham! jadi, apa kau bisa mengatakan alasan kalian datang ke sini?" tanya Zulaikha untuk yang kesekian kalinya, sementara yang lainnya masih diam sebagai penonton budiman.
Irham melirik kearah Defin saat mendapat pertanyaan dari Zulaikha, tidak mungkin dia lancang mengatakan maksud dan tujuan bosnya itu.
"Zulaikha, aku ingin bicara berdua dengan-"
Zulaikha mengangkat tangannya untuk menghentikan apa yang ingin lelaki itu katakan, dia lalu menghela napas kasar karna merasa lelah dengan semua masalah ini.
"aku minta dengan sangat padamu, tolong jangan ganggu kehidupanku lagi! Aku sudah sangat menderita atas apa yang telah kau lakukan, dan saat ini, aku telah melupakan semua masa laluku, termasuk dirimu juga!" ucap Zulaikha dengan penuh penekanan, jika kali ini Defin masih mengganggunya, maka dia tidak akan segan-segan lagi mengambil jalur hukum.
"kenapa Zulaikha, kenapa kau ingin menikah dengannya?" tanya Defin dengan lirih, nada suaranya bahkan lebih rendah dari yang biasa dia ucapkan.
Zulaikha mengerutkan keningnya saat mendengar apa yang Defin ucapkan, dia lalu melirik kearah Ammar karna yakin kalau seseorang yang dimaksud Defin adalah lelaki itu.
"jodoh, maut, rezeki. Semua itu sudah diatur oleh yang Maha kuasa. Siapalah kita yang bisa mengubah segala sesuatu yang sudah DIA gariskan!" potong Ammar, dia tau kalau Defin ingin membahas masalah rumah tangga mereka.
"kau tidak berhak ikut campur dengan urusan kami!"
"dan kau pun tidak berhak ikut campur dalam urusan pribadiku! termasuk hubunganku dengan pria lain!" balas Zulaikha, dia menatap tajam ke arah Defin membuat lelaki itu bungkam seketika.
"untuk terakhir kalinya, aku mohon padamu. Jangan lagi mengganggu kehidupanku, dan hiduplah sebagaimana yang kau inginkan dulu!"
Itulah kata-kata terakhir Zulaikha sebelum dia melangkahkan kaki ke dalan rumah, Syifa hang masih berada ditempat itu benar-benar merasa bangga dengan apa yang dilakukan Kakaknya.
Dia lalu mengikuti langkah Zulaikha untuk masuk ke dalam rumah, sementara Ammar masih diam ditempatnya karna masih ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Defin.
__ADS_1
"aku tidak tau, apalagi yang Anda inginkan dari Mbak Zulaikha. Tetapi, aku hanya berharap agar Anda tidak lagi menambah luka yang pernah Anda goreskan dulu!"
Defin langsung menatap tajam kearah Ammar saat mendengar apa yang lelaki itu ucapkan, dia lalu mencengkram kerah kemeja lelaki itu sampai tubuh Ammar mundur menabrak mobil memvuat Irham terkejut dan berusaha untuk memisahkan mereka.
"jika kau berani merebutnya dariku, maka aku tidak akan pernah melepaskanmu!" ucap Defin dengan penuh penekanan, sementara Ammar hanya tersenyum untuk menanggapi apa yang lelaki itu ucapkan.
"dengan Pak Defin, bukan aku yang merebutnya darimu. Tapi kau sendiri yang melepaskannya dan menyerahkannya pada orang lain. Seharusnya kau sadar, bahwa kehadiranmu itu bagaikan pisau yang terus menekan lukanya hingga terbuka lebih luas!" ucap Ammar, dia melepaskan paksa tangan Defin yang tadi mencengkram kerah kemejanya.
"sekarang silahkan tinggalkan tempat ini! dan jika anda masih membuat keributan, maka aku tidak akan segan-segan lagi melakukan tindakan!" lanjut Ammar kemudian, dia lalu berbalik dan ikut masuk ke dalam rumah Zulaikha.
Defin menatap kepergian Ammar dengan geram, suatu saat nanti dia akan kembali merebut sesuatu yang pernah dia miliki.
Kemudian Defin dan Irham memutuskan untuk kembali ke Indonesia saat itu juga, Defin sudah merasa tenang saat tau di mana Zulaikha berada. Walaupun wanita itu sedang bersama dengan Ammar saat ini.
Sementara itu, Ammar yang baru masuk ke dalam rumah merasa terkejut sata melihat Zulaikha berdiri dibalik pintu. Sepertinya wanita itu memang sengaja menunggu kedatangannya, karna begitu Ammar masuk, Zulaikha langsung berjalan ke arah sofa.
"Ammar, apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Zulaikha saat dia sudah duduk disofa dengan diikuti oleh Ammar.
Ammar mengangggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Zulaikha, hatinya berdebar keras karna takut kalau-kalau wanita itu bertanya mengenai perasaannya.
"ya Allah, tolong lah aku!"
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘