Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 92. Sebuah Lagu


__ADS_3

Syifa terpaku ditempatnya saat mendengar apa yang lelaki itu katakan, wajahnya terlihat semakin bingung saat lelaki itu menyodorkan sebuah ponsel kehadapannya.


"apa aku boleh minta nomor ponselmu?"


"apa katanya? kenalan? minta nomor ponsel? apa dia sudah gila?" Syifa benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan pria tidak tau malu yang masih berdiri dihadapannya.


"Kok melamun?" Atha menggoyang-goyangkan ponselnya dihadapan Syifa membuat gadis itu tersadar dari lamunan.


"Syifa, aku ingin bicara sesuatu denganmu!"


belum sempat Syifa menolak permintaan Atha, sudah datang laki-laki lain yang membuat Syifa merasa semakin kesal.


"maaf tuan, silahkan mengantri!" ucap Atha pada lelaki yang berdiri di belakang tubuh Syifa membuat lelaki itu mengerutkan keningnya.


Defin, yang baru saja sampai diacara resepsi pernikahan Ammar dan Zulaikha ingin sekali menemui Zulaikha untuk membicarakan sesuatu. Namun, dia merasa sungkan untuk langsung menemui Zulaikha membuatnya mendatangi Syifa yang tidak sengaja dia lihat sedang bersama dengan seorang lelaki.


"maaf, urusan saya lebih penting daripada urusan anda!" tolak Defin, dia tidak bisa menunda keinginannya untuk bertemu dengan Zulaikha saat ini juga.


Alhasil, Atha dan Defin adu mulut untuk memperebutkan Syifa. Mereka sama-sama merasa kalau urusan mereka jauh lebih penting daripada yang lainnya.


Syifa sendiri merasa berada dipersimpangan jalan, dia tidak ingin berbicara dengan Defin dan juga tidak ingin berkenalan dengan Atha. Lalu Syifa memutuskan untuk pergi dari tempat itu saat kedua lelaki yang ada dihadapannya masih sibuk adu mulut, dia berjalan masuk ke dalam rumah tanpa disadari oleh Defin dan juga Atha.


"baiklah, aku mengalah karna kau adalah orangtua!" ucap Atha setelah kalah adu mulut dengan Defin, sementara Defin merasa sangat kesal saat dikatai tua oleh Atha.


"Cih, awas saja-" Defin tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat kearah samping, matanya membulat sempurna saat tidak melihat Syifa ada ditempat itu.


Atha juga merasa sedikit terkejut saat menyadari bahwa Syifa sudah tidak ada diantara mereka, dia merasa kesal karna gagal mengajak wanita itu untuk berkenalan dan bertukar nomor ponsel.


Setelah beberapa saat, akhirnya Ammar dan Zulaikha keluar dari tempat persembunyian mereka. Semua mata tampak sangat terpukau saat melihat penampilan mereka berdua, seperti melihat seorang Raja dan Ratu yang sangat tampan dan sangat cantik.


Zulaikha menggandeng lengan Ammar dan mereka berjalan dengan beriringan menuju singgah sana, suara tepuk tangan yang sangat meriah terus menggema ditempat itu membuat suasana sangat ramai dan penuh dengan kebahagiaan.

__ADS_1


"subhanallah, mereka pasangan yang sangat serasi,"


"benar, Ammar terlihat sangat tampan, dan istrinya juga sangat cantik,"


"aku iri sekali, aku ingin punya suami seperti suaminya Zulaikha,"


para tamu undangan terus memuja dan memuji pasangan yang saat ini sudah duduk dipelaminan, bahkan para wanita dan pria yang masih lajanh tidak bisa mengedipkan mata mereka melihat Ammar dan Zulaikha yang berhasil mengalihkan dunia mereka.


Seperti seorang pria yang saat ini terus melihat kearah Zulaikha dengan mata berkaca-kaca, hatinya terasa sangat pedih seperti teriris sembilu saat kenangan demi kenangan melintas dalam ingatannya.


"aku tidak ingat bagaimana raut wajahmu saat kita dulu bersanding dipelaminan, Zulaikha! tapi aku yakin, kalau kau pasti sangat bahagia seperti sekarang kan," rasa penyesalan yang teramat dalam kembali memenuhi hati Defin, niat hati ingin mengikhlaskan Zulaikha untuk pria lain ternyata masih sangat jauh dari harapannya.


Sebuah tangan yang masih sangat kekar walau terbakar usia terlihat mengusap bahu Defin membuat lelaki itu memalingkan wajahnya, mata yang tadinya berkaca-kaca kini berubah menjadi tangisan.


"kuatkan hatimu, Nak! Ayah yakin kalau Allah sudah menyiapkan hadiah terindah untuk orang-orang yang bisa mengikhlaskan takdri dari yang Maha kuasa," ucap Ayah Rasyid, dia juga ikut sedih melihat perpisahan Zulaikha dan juga Defin.


Namun, nasi sudah menjadi bubur. Semua kejadian demi kejadian sudah terjadi, dan menghasilkan sebuah perpisahan yang tentunya tidak mudah untuk Zulaikha dan Defin dalam menghadapi semuanya.


"aku, aku akan mencoba ikhlas, Ayah! aku akan mencobanya," lirih Defin, dia mengusap air matanya yang kembali turun membasahi wajahnya yang tampan.


"Kenapa aku malah memperhatikannya, nasib cintaku saja sungguh sangat malang!" Syifa beralih pergi dari tempatnya menuju ke arah Sita yang sedang sibuk berbincang dengan para tamu, gadis itu terlihat sangat ceria diacara resepsi Zulaikha dan Ammar.


"hey, kita bertemu lagi!"


langkah Syifa kembali terhenti saat mendengar suara seseorang, dia lalu berbalik dan melihat seorang lelaki sedang berdiri di belakangnya.


Atha tersenyum sangat manis saat melihat Syifa, hatinya terusik karna gadis imut yang sejak tadi berhasil mengalihkan perhatiannya.


Syifa mengerutkan keningnya saat melihat Atha, dia bingung kenapa lelaki itu selalu ada di manapun dia berada.


"ini pertemuan kedua kita, apa kau tetap tidak ingin berkenalan denganku?" tanya Atha dengan jiwa playboy kelas kakapnya, dia meletakkan kedua tanggannya dengan bersedekap dada.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih!" Syifa merasa tidak peduli dan berlalu pergi dari hadapan Atha membuat pria itu tercengang dengan tidak percaya.


"apa? beraninya dia padaku!" Atha yang ingin mengejar langkah Syifa langsung menghentikan langkah kakinya, untung saja rem kakinya berfungsi dengan baik. Karna kalau tidak maka dia sudah pasti akan menubruk tubuh Syifa yang terdiam tepat dihadapannya.


"kau! apa yang kau lakukan?" tanya Atha dengan tajam, dia lalu melihat kearah depan untuk melihat apa yang sebenarnya sedang diperhatikan oleh gadis itu.


"lelaki itukan..."


Defin terlihat sedang berdiri di panggung hiburan dengan memegang sebuah mic, terlihat lelaki itu sedang bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu di acara Zulaikha dan juga Ammar.


Setelah dirasa siap, para pemain musik segera memainkan sebuah nada yang akan dinyanyikan oleh Defin. Semua pasang mata beralih memperhatikannya, termasuk Ammar dan juga Zulaikha yang tidak menyangka kalau Defin akan bernyanyi di acar itu.


"aku tidak menyangka kalau Mas Defin suka bernyanyi," ucap Ammar, dia tersenyum manis saat bersitatap mata dengan Defin.


"aku juga tidak tau Mas, aku tidak tau apa yang dia sukai!" Zulaikha juga tidak tau kalau Defin suka bernyanyi seperti saat ini.


"selamat pagi menjelang siang semuanya, maaf kalau menganggu acara saat ini. Saya hanya ingin menyumbangkan sebuah lagu untuk kedua mempelai, yang pastinya sedang sangat berbahagia saat ini," ucap Defin sebelum memulai ritual bernyanyinya.


Semua orang yang mengenal siapa sosok Defin terlihat sangat tidak percaya, apalagi saat ini lelaki itu terlihat benar-benar seperti dua orang yang sangat berbeda.


"Ammar, aku mempersembahkan lagu ini untukmu!"





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Mampir juga yuk ke karya teman aku, dijamin keren dan seru 😍



__ADS_2