Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 69. Ungkapan Zulaikha


__ADS_3

Suasana hati yang semula selalu senang dan berbunga-bunga kini tiba-tiba menjadi gelisah, dan dipenuhi oleh kekhawatiran.


"Mbak, mau menjawab perasaanku?" tanya Ammar dengan ragu-ragu, sejujurnya dia belum siap dengan jawaban yang akan Zulaikha katakan nantinya. Apalagi kalau jawaban itu berisi penolakan, pasti jiwanya akan benar-benar terguncang.


"emm, itu Mbak. Aku tidak sedang terburu-buru kok, emm maksudku..., Mbak enggak harus menjawabnya sekarang-"


"tidak apa-apa, aku sudah menyerahkan semuanya pada sang pemilik hati kita. Semoga ini menjadi jalan yang terbaik untuk kehidupan kita masing-masing," potong Zulaikha, dia lalu bergegas membereskan dokumen-dokumen yang tadi dijatuhkan oleh Ammar.


Sementara Ammar sendiri masih terpaku ditempatnya berdiri, otak cerdasnya berusaha mencerna kata demi kata yang Zulaikha ucapkan padanya.


"apa Mbak Zulaikha akan menolakku?"


Ammar segera melihat kearah Zulaikha yang sedang menyusun dokumen ke dalam lemari, dadanya terasa bergemuruh saat melihat Zulaikha tersenyum manis padanya.


"kalau gitu, aku tunggu di restoran biasa ya," seru Zulaikha sembari menyambar tasnya dan berlalu keluar dari ruangannya meninggalkan Ammar yang masih berada diawang-awang.


"bismillah, semoga ini keputusan yang terbaik ya Allah," gumam Zulaikha sembari tetap melajukan langkah kakinya menuju kesebuah restoran yang menjadi tempat biasa dia dan Ammar menikmati menu makan siang.


Sesampainya direstoran, Zulaikha sengaja memesan ruangan pribadi supaya dia bisa lebih leluasa untuk menyampaikan jawabannya.


Zulaikha menunggu kedatangan Ammar dengan hati yang gelisah, padahal dia yang akan memberikan jawaban pada lelaki itu tetapi malah seperti dia yang sedang menunggu jawabannya.


Sementara Ammar yang masih berada diperusahaan, harus diantar kerestoran oleh Rafa. Karna perasaan gelisah dan khawatir, dia jadi tidak bisa konsentrasi dalam mengemudikan mobilnya. Sehingga Ammar memerintahkan Rafa untuk mengantarnya menemui Zulaikha.


"ya Allah, aku gelisah sekali!" keluh Ammar, dia menyandarkan tubuhnya kesandaran mobil.


Rafa melirik kearah Ammar dengan senyum tipis, dia merasa terhibur melihat raut wajah Ammar yang tampak lucu dan menggemaskan dimatanya.


"andai kau melihat Adik kesayanganmu ini Zam, kau pasti akan sangat senang," tiba-tiba Rafa teringat dengan almarhum sahabatnya yang merupakan Kakak kandung dari lelaki yang saat ini sedang bersamanya.


Sesaat kemudian, mobil mereka sudah sampai dilokasi tujuan. Rafa dan Ammar segera turun untuk masuk ke dalam restoran tersebut, tetapi tiba-tiba Ammar menghentikan langkah kakinya saat mendapat pesan masuk dari Zulaikha keponselnya.


"Ammar, aku menunggu diruangan 03 ya,"

__ADS_1


Itulah isi pesan yang Zulaikha kirim untuk Ammar membuat lelaki itu terdiam.


"kenapa? apa terjadi sesuatu dengan perusahaan?" tanya Rafa, dia melihat kearah Ammar yang terus memelototi ponselnya.


"bagaimana ini? kenapa Mbak Zulaikha memesan ruangan pribadi? apa Mbak Zulaikha enggak mau melihatku malu, makanya dia memesan ruangan tertutup," lirih Ammar, dia merasa sangat yakin kalau Zulaikha pasti akan menolak pernyataan cintanya.


Rafa berdecak kesal saat mendengar apa yang Ammar ucapkan, dia lalu menarik kerah kemeja lelaki itu hingga membuat Ammar terkejut dengan tindakan bar-barnya.


"masuk sana! dan buktikan apa yang kau ucapkan itu betul atau tidak! apa kau tidak ingat kalau ucapan itu adalah do'a? semua ucapanmu itu pasti akan menjadi kenyataan," ucap Rafa dengan tajam, dia lalu melepaskan kerah kemeja Ammar hingga lelaki itu bisa kembali bernapas lega.


"benar sih Bang, tapikan-"


"kau yang masuk, atau aku?" ancam Rafa, dia sudah sangat geram melihat apa yang Ammar lakukan saat ini.


Mendengar ancaman Rafa, Ammar bergegas melanjutkan langkah kakinya untuk menemui Zulaikha. Bahkan sangking cepatnya dia berjalan, Ammar sampai tidak sadar kalau dia sudah melewati ruangan yang ditempati oleh wanita itu.


Setelah memperhatikan deretan nomor ruangan, barulah Ammar sadar kalau dia sudah kelewatan. Lalu dia segera berbalik dan berhenti tepat di depan pintu ruangan 03.


Zulaikha yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan Ammar langsung berdiri saat melihat lelaki itu sedangkan Ammar sendiri hanya tersenyum tipis dan langsung duduk di hadapan Zulaikha.


Mata Ammar membulat sempurna saat melihat berbagai macam makanan sudah terhidang dimeja itu, dan dia semakin kaget saat menyadari kalau semua makanan yang terhidang dimeja itu adalah makanan kesukaannya.


Ammar lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat kearah Zulaikha, dan dibalas dengan senyuman manis dari wanita itu.


"Mbak, i-ini-ini apa?" tanya Ammar dengan tergagap, dia merasa bingung dan tidak mengerti dengan apa yang saat ini dilakukan oleh wanita itu.


"Mas Ammar, aku menerima perasaanmu, dan bersedia untuk menjadi istrimu,"


deg, Ammar tercengang dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Zulaikha. Matanya membulat sempurna dengan mulut terbuka karna merasa kaget dengan apa yang Zulaikha katakan, nyawanya seakan-akan sedang terbang keangkasa saat ini.


"aku tidak bisa menjadi wanita yang kuat dan taat seperti Khadijah, aku juga tidak bisa menjadi wanita penyayang dan penuh kelembutan seperti Aisyah. Jadi, aku mohon bimbinglah aku agar bisa menjadi wanita yang taat dan bisa mendampingimu sampai ke surgaNya,"


Ammar terpaku dengan mata berkaca-kaca saat mendengar semua ucapan Zulaikha, dia lalu menundukkan kepalanya agar Zulaikha tidak bisa melihat air mata yang berhasil lolos dari sudut matanya.

__ADS_1


Zulaikha sendiri juga tidak menyangka kalau mulutnya akan mengucapkan kata-kata seperti itu pada Ammar, tetapi begitulah isi hatinya yang berhasil dia ungkapkan pada lelaki itu.


"terima kasih Mbak, terima kasih. InsyaAllah aku akan selalu membimbing Mbak, insyaallah kita akan bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga dalam naungan Allah," balas Ammar.


Tidak ada kata-kata yang bisa melukiskan betapa bahagianya Ammar saat ini, rasanya beribu bunga tidak cukup untuk melambangkan mekarnya hatinya yang saat ini setelah cintanya dibalas oleh satu-satunya wanita yang telah mengisi relung hatinya.


Zulaikha sendiri merasa sangat lega karna sudah menjawab cinta Ammar, dia yang tidak pernah menyangka kalau telah jatuh cinta pada lelaki itu, ternyata ditunjukkan oleh Allah dan dibukakan mata hatinya.


"ya Allah, apapun yang terjadi. Semua sudah menjadi kehendakMu, maka berilah kami kemudahan dalam menjalankan segala pilihan yang telah kami ambil," Zulaikha menghirup napas sejenak untuk memanjatkan do'a pada sang Pemilik yang telah menunjukkan dan membukakan jalan untuk hubungannya dan juga Ammar.


Setelah semua proses pengakuan cinta selesai, mereka mulai menikmati menu makanan dan minuman yang sejak tadi sudah terhidang dihadapan mereka.


Tanpa Zulaikha sadari, kalau sejak tadi ponselnya terus bergetar menandakan bahwa ada seseorang yang terus menerus menelponnya.


Zulaikha yang akan mengambil sesuatu di dalam tasnya baru merasakan getaran ponselnya, dia beralih mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilan dari seseorang.


"assalamu'alaikum, Ayah,"


"apa?" Zulaikha terlonjak kaget sampai berdiri dari duduknya saat mendengar kabar buruk dari seseorang yang melakukan panggilan dengannya.





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk ke karya temen aku, dijamin keren dan seru 😍


__ADS_1


__ADS_2