Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 94. Kebijaksanaan Ammar


__ADS_3

"kenapa kau mencintai Kakak iparmu sendiri?"


deg, hati Syifa terasa seperti dihantam oleh balok besar yang seketika berhasil meruntuhkan dunianya. Matanya menatap tajam kearah Atha yang saat itu juga sedang melihatnya dengan bersedekap dada.


"kenapa? apa pertanyaanku tidak bisa kau jawab?" tanya Atha kembali, sepertinya dia benar-benar ingin memantik kobaran api dalam diri lawan bicaranya.


"aku tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu!" ketus Syifa, untuk sesaat dia berhasil menenangkan debaran jantungnya yang sejak tadi terus bergejolak.


Atha yang ingin membalas ucapan Syifa kalah cepat dengan kepergian gadis itu yang tampak berlari kearah sebuah mobil, dia lalu tetap memandangi Syifa yang sudah menjauh dari tempatnya saat ini.


"gadis yang sangat menarik!" gumam Atha sebelum dia berbalik dan kembali bergabung dengan teman-temannya.


Resepsi pernikahan Ammar dan Zulaikha berjalan dengan lancar dan meriah, walaupun sempat ada ketegangan dan kecanggungan yang terjadi karna kehadiran Defin dipesta itu.


Momen resepsi pernikahan itu benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Ammar, apalagi banyak teman-teman Zulaikha yang hadir dipesta itu membuat Ammar bisa lebih mengenal istrinya dari sudut pandang para sahabat.


"Zulaikha itu gadis yang periang, hanya saja kalau ditempat umum dia jadi lebih pendiam," ucap salah satu sahabat Zulaikha yang berteman sejak mereka masih duduk dibangku SMP.


"benar! Zulaikha itu terkenal pendiam, tapi kalau udah dekat dengannya yah dia sangat cerewet," sambung teman yang satunya lagi.


Ammar mendengarkan segala ucapan teman-teman Zulaikha dengan sangat antusias, sementara Zulaikha sendiri sedang sibuk berbincang dengan keluarga besar Ammar.


"tapi, apa hubungan Zulaikha dan Defin sudah benar-benar berakhir?" tanya teman Zulaikha kembali membuat suasana menjadi hening.


"i-itu, bukannya aku mau mengungkit masa lalu. Hanya saja-" wanita berparas manis itu merasa tidak enak dengan Ammar karna sudah mengungkit sesuatu yang sebenarnya sangat tidak pantas untuk dijadikan bahan pembahasan.


"maaf, Ammar! istri saya-"

__ADS_1


"tidak apa-apa, Mas!" potong Ammar, dia menepuk bahu lelaki yang merupakan suami dari sahabat Zulaikha, yang barusan saja memgungkit masa lalu tentang rumah tangga Zulaikha dan juga Defin.


"tentu saja hubungan Mas Defin dan Zulaikha belum berakhir!"


kata-kata yang dilontarkan Ammar berhasil membuat semua orang yang mendengarnya sangat terkejut, terlebih-lebih Zulaikha yang saat itu sedang berjalan tepat di belakang Ammar.


"Zulaikha dan Mas Defin pernah menjalani biduk rumah tangga, tapi karna suatu hal, jodoh rumah tangga mereka kini telah berakhir." Ammar menghirup napas dalam sebelum melanjutkan ucapannya.


"Namun, bukan berarti hubungan silaturahmi mereka langsung terputus begitu saja. Karna sebelum perpisahan itu terjadi, ada dua keluarga besar yang menyatu menjadi satu keluarga, dan semua itu tidak bisa dipatahkan hanya karna tali perpisahan sebuah pernikahan."


Ammar tersentak kaget dan langsung melihat kearah belakang saat merasakan ada sebuah tangan yang menggenggam erat jemari tangannya, terlihat Zulaikha sedang menatap Ammar dengan mata berkaca-kaca.


Bukan hanya Zulaikha saja yang merasa terharu saat mendengar ucapan Ammar, semua orang yang berada disekeliling mereka dan mendengar ucapan lelaki itu juga benar-benar merasa terharu dan takjub dengan kebijaksanaan suami Zulaikha.


"sungguh, Mas! aku benar-benar merasa bersyukur pada Allah karna telah mengirimkan suami yang berakhlakul karimah sepertimu padaku," lirih Zulaikha, dia benar-benar tidak sanggup lagi untuk melukiskan betapa beruntungnya dia memiliki suami seperti Ammar.


Ammar hanya tersenyum simpul untuk menanggapi ucapan istrinya itu, dia lalu berpamitan pada teman-teman Zulaikha untuk menyambut tamu-tamunya yang lain dengan ditemani oleh sang istri tercinta.


Tidak terasa, Pagi sudah berganti dengan malam. Para tamu undangan yang sejak tadi terus memadati pesta, kini mulai berpamitan untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


Para sanak saudara juga ikut berpamitan dan kembali pulang, walau ada sebagian yang masih berada dikediaman Ridwan.


Setelah acara resepsi selesai, Zulaikha dan Ammar kembali kekamar mereka untuk mengistirahatkan tubuh yang terasa benar-benar sangat lelah.


"Ya Allah, capek sekali." Ammar membaringkan tubuhnya ke atas ranjang sembari meluruskan kakinya yang terasa sangat pegal karna memang sedari pagi, dia harus menyambut para tamu.


Zulaikha yang mendengar ucapan Ammar langsung beralih naik ke atas ranjang, dia lalu memijat kaki Ammar membuat lelaki itu kembali membuka matanya yang sempat terpejam.

__ADS_1


"Sayang!" Ammar beranjak bangun saat melihat Zulaikha berada di sampingnya, dia lalu memegang kedua tangan istrinya yang masih sibuk memijat kakinya yang sudah dia lipat.


"Sayang, kau pasti juga capekkan?" lirih Ammar, dia merasa kalau istrinya itu pasti jauh lebih lelah darinya.


"tentu saja aku capek, Mas! tapi, aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapat pahala dari Allah," ucap Zulaikha, dia mengalihkan kedua tangan Ammar agar bisa kembali memijat kaki lelaki itu.


Ammar yang mendengar ucapan Zulaikha beralih menarik lengan wanita itu hingga mereka terjerembab di atas ranjang. "apa Sayang mau dapat pahala yang lebih besar lagi?"


Blush, wajah Zulaikha seketika menjadi merah padam saat mendengar ucapan suaminya. Dia lalu mencubit perut Ammar membuat lelaki itu menggeliat dan berhasil melepaskan pegangan tangannya.


"A-aku mau mandi dulu, Mas!" Zulaikha bangkit dan berlalu ke kamar mandi tanpa menunggu balasan dari Ammar, sementara Ammar sendiri terkekeh geli melihat raut wajah malu-malu yang terpancar diwajah sang istri tercinta.


"Sebenarnya aku merasa cemburu jika ada orang lain yang mengungkit hubunganmu dan Defin, Zulaikha! tapi mau bagaimana lagi? saat melihat senyum manismu, cemburu yang ada dihati ini lenyap seketika."


Ammar terus melihat kearah pintu kamar mandi dan berlalu bangkit mengikuti langkah Zulaikha.





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Maafkan aku yang beberapa hari ini tidak bisa update 🙏 dan terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu kedatanganku 🥰 sampai jumpa besok 😘😘

__ADS_1


__ADS_2