Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 79. Rasa Penasaran


__ADS_3

"seperti ini kah sifat lelaki yang akan menjadi suamimu, Zulaikha!"


Defin terpaku ditempatnya berdiri, entah kenapa tiba-tiba dadanya terasa sesak saat mengingat kalau lelaki yang ada di sampingnya saat ini adalah lelaki yang akan menggantikan posisinya sebagai suami Zulaikha.


"Zulaikha!"


tiba-tiba suara Ibu Diana menyadarkan Defin dari lamunan, dia beralih melihat kearah sang Ibu yang saat itu sedang berusaha untuk bangun.


"tidak usah bangun, Bu!" seru Zulaikha dan Defin secara bersamaan, mereka berdua berlari kearah Ibu Diana membuat tubuh mereka saling bertabrakan satu sama lain.


"Astaghfirullah." Zulaikha segera menjauh dari tubuh Defin saat bahu mereka saling menempel, sementara Defin sendiri terpaku sambil melihat kearah Zulaikha dengan dada berdebar penuh gejolak.


Ammar yang melihat semua itu hanya tersenyum tipis, dia lalu mendekati Zulaikha yang sedang menundukkan kepalanya di sudut ruangan seperti seseorang yang baru saja melakukan sebuah kesalahan besar.


Lain hal dengan Ridwan, rahang lelaki itu mengeras saat melihat apa yang baru saja terjadi. Ingin sekali dia membawa Zulaikha pergi dari tempat ini sekarang juga. Tetapi dia mencoba untuk bersabar dan menahan gejolak emosi yang mulai merasukinya.


"kamu enggak apa-apa?" tanya Ammar, lelaki itu sedikit menundukkan tubuhnya untuk melihat kearah wajah Zulaikha.


Zulaikha melihat Ammar dengan sendu, dia merasa bersalah pada lelaki itu saat mengingat bahwa bahunya bertabrakan dengan bahu Defin.


Ammar tersenyum lebar saat melihat wajah sendu Zulaikha, dia tau kalau wanita itu pasti merasa tidak enak hati dengan apa yang baru saja terjadi.


"Zulaikha!" lagi-lagi Ibu Diana memanggil Zulaikha membuat wanita itu langsung kembali mendekat, tetapi kali ini dia mengambil jarak aman dari jangkauan Defin.


"Ibu," lirih Zulaikha sembari menggenggam kedua tangan wanita paruh baya itu, matanya berkaca-kaca saat melihat tubuh kurus mantan mertuanya.


"Zulaikha, Anakku!" Ibu Diana mencoba untuk mengangkat tangannya, dia ingin mengusap wajah Zulaikha.


Zulaikha yang mengerti arah tangan Ibu Diana langsung mengangkat tangan itu dan menempelkannya diwajahnya sendiri, terlihat Ibu Diana menatapnya dengan sayu diiringi deraian air mata kesedihan.


"Ibu sehat-sehat sajakan? maaf karna Zulaikha baru bisa datang sekarang," ucap Zulaikha dengan lembut, dia mengusap tangan Ibu Diana yang memegang erat tangan sebelah kanannya.


Ibu Diana tersenyum melihat kearah Zulaikha, matanya terus mengeluarkan air mata kala teringat dengan kejadian masa lalu yang pastinya sangat menyakiti hati wanita itu.


"maafkan Ibu, Nak! maafkan Ibu,"


"Bu..., kenapa Ibu minta maaf? Ibu tidak pernah salah apapun padaku!" Zulaikha beralih memeluk mantan mertuanya dengan tangis yang sudah tidak bisa lagi dia tahan, hatinya begitu sakit melihat keadaan wanita paruh baya itu saat ini.

__ADS_1


"Pak!"


tiba-tiba suara Irham mengalihkan perhatian mereka semua, bahkan Ayah Rasyid yang masih tidur dengan pulas langsung terbangun karna suara panggilan lelaki itu.


Irham lalu masuk ke dalam ruangan dengan sangat terburu-buru untuk menghampiri Defin.


"Pak, Dokter ingin bertemu dengan anda!"


Mendengar ucapan Irham, Defin langsung berjalan keluar membuat semua orang melihatnya dengan tatapan bingung.


"Zulaikha!"


Zulaikha kembali mengalihkan pandangannya kearah Ibu Diana, terlihat Ibu Diana melirik kearah Ammar yang saat itu sedang berdiri dibelakang Zulaikha.


"Bu, ini Mas Ammar!" ucap Zulaikha.


Ammar yang merasa namanya dipanggil mendekat ke samping Zulaikha dan menyalim tangan Ibu Diana. "Saya Ammar, Bu!"


Ibu Diana menarik sedikit sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman untuk lelaki itu dan dibalas dengan senyum lebar dari Ammar.


"Iya Ayah, Ayah sehat-sehat sajakan?" Zulaikha bangkit dan menyalim tangan Ayah Rasyid membuat lelaki paruh baya itu tersenyum.


"Ayah baik, Nak! terima kasih banyak karna sudah bersedia datang ke sini," lirih Ayah Rasyid, dia sangat bersyukur karna Zulaikha mau menjenguk istrinya.


Kemudian mereka semua saling bertukar kabar walaupun Ridwan dan keluarga Defin merasa canggung akibat sesuatu yang terjadi dimasa lalu.


Namun, keberadaan Ammar berhasil mencairkan suasana. Lelaki itu mencoba untuk kembali merajut benang kusut antara keluarga Zulaikha dan Defin, karna biar bagaimana pun Ammar tidak mau kalau sampai tali silaturahmi mereka terputus begitu saja.


"Zulaikha!" panggil Ibu Diana dengan pelan, wanita paruh baya itu terlihat ingin mengatakan sesuatu pada Zulaikha.


"Iya, Bu! apa Ibu butuh sesuatu?" Zulaikha mengelus tangan Ibu Diana yang terlihat sangat kurus.


"apa-apa kau sudah menikah dengannya?" Ibu Diana terlihat ragu untuk menanyakan masalah sensitif itu pada Zulaikha. Tetapi, hatinya merasa sangat penasaran karna dia bisa melihat betapa dekatnya Zulaikha dan juga Ammar.


"kami belum menikah, Bu! insyaallah jika tidak ada halangan minggu ini kami akan menikah," jawab Zulaikha, dia melirik kearah Ammar yang sedang mengobrol dengan Ayah Rasyid dan juga Ridwan.


Ibu Diana terus memperhatikan raut wajah Zulaikha, terlihat mantan istri putranya itu begitu bahagia saat melihat kearah Ammar.

__ADS_1


"apa benar-benar tidak ada lagi kesempatan untuk Defin, Nak? Ibu sangat menyesal dengan apa yang Ibu lakukan, begitu juga Defin yang sekarang sangat menderita tanpamu!"


Ibu Diana ingin sekali mengutarakan isi hatinya, tetapi dia takut merusak suasana dan juga dia merasa tidak pantas jika mengatakan semua itu dihadapan keluarga Zulaikha.


"oh iya, tadi Defin dan Irham mau ke mana ya?" tanya Ayah Rasyid, dia melihat kearah Zulaikha seakan-akan sedang bertanya pada wanita itu.


"aku tidak tau Yah, tapi aku rasa Mas Defin sedang menemui Agnes," jawab Zulaikha, dia ingat kalau tadi Agnes dibawa keruang UGD.


"Agnes?"


Tubuh Ibu Diana bergetar hebat saat mendengar nama wanita itu, keringat dingin mulai mengucur dikeningnya padahal ruangan itu memiliki pendingin ruangan.


"ada apa, Bu?" Zulaikha merasa sangat khawatir saat melihat wajah Ibu Diana menjadi sangat pucat, bahkan wanita paruh baya itu terlihat sedikit ketakutan dengan tangan mengepal kuat.


Ayah Rasyid yang melihat semua itu langsung mendekati sang istri, sementara Ammar langsung berlari keluar ruangan untuk memanggil Dokter.


"ada apa, Bu? apa yang terjadi pada Ibu?" tanya Zulaikha dengan bergetar, dia merasa sangat khawatir dengan keadaan orangtua Defin.


"istighfar, Bu! istighfar," ucap Ayah Rasyid, dia mencoba untuk menenangkan sang istri dengan bercerita hal-hal baik yang terjadi dalam kehidupan mereka.


Tidak berselang lama, seorang Dokter dan beberapa perawat masuk ke dalam ruangan itu. Semua orang diperintahkan untuk keluar dari ruangan karna petugas medis akan melakukan pemeriksaan.


"Ya Allah, sebenarnya apa yang sedang terjadi? kenapa Ibu tiba-tiba jadi seperti itu?"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk ke karya temen aku, dijamin seru dan bikin betah baca 😍


__ADS_1


__ADS_2