
"selamat, Pak Ammar! selamat untuk pernikahan anda dan Zulaikha,"
suasana yang tadinya penuh dengan ketegangan, kini berubah menjadi hening. Terlihat semua orang melihat Defin dengan bingung dan penuh tanda tanya, apalagi saat mendengar apa yang lelaki itu ucapkan pada Ammar.
"tutup mulutmu! kau tidak perlu berpura-pura untuk-"
"Mas!"
tib-tiba terdengar suara Zulaikha yang saat itu sedang berjalan kearah Ridwan, dia mengangkat sedikit gaunnya agar tidak tersangkut disepatu.
"Zulaikha." Mata Defin terus menatap Zulaikha dengan sendu, tanpa dia sadari air mata mulai menetes membasahi wajahnya yang terlihat berantakan.
"bagaimana kabarmu, Mas?" tanya Zulaikha pada Defin membuat semua orang merasa tidak suka, bahkan ada beberapa orang yang mulai menerka-nerka kalau Zulaikha belum bisa melupakan mantan suaminya itu.
"alhamdulillah aku baik, Zulaikha. Maaf, kalau kedatanganku membuat keributan diacara pernikahanmu ini," ucap Defin, dia lalu melihat kearah Ammar yang saat itu berdiri di samping Zulaikha.
"tidak apa-apa, Mas! tapi, apa boleh aku bertanya apa tujuanmu ke sini?" tanya Zulaikha, dia melirik kearah Ammar yang juga sedang meliriknya.
Defin tersenyum mendengar apa yang Zulaikha ucapkan, dia benar-benar takjub melihat sifat baik wanita itu yang tetap memperlakukannya dengan baik walaupun dia sudah membuat keributan ditempat itu.
"aku-" Defin menjeda ucapannya untuk sedikit memundurkan tubuh, dia lalu menundukkan kepalanya dan bahunya di depan semua orang yang ada ditempat itu.
"aku minta maaf untuk semua kesalahan yang telah aku lakukan pada kalian semua, terkhusus Zulaikha yang memang sudah sangat menderita atas segala perbuatanku," ucap Defin membuat semua orang kembali terkejut.
Lelaki itu bahkan tidak mengangkat kepalanya dan tetap tertunduk seolah-olah benar-benar menyesali segala perbuatan yang telah dia lakukan.
Ammar mendekat kearah Defin dan memegang bahu lelaki itu. "angkat kepalamu, Mas Defin!"
Defin mendongakkan kepalanya saat mendengar apa yang Ammar ucapkan, apalagi lelaki itu memanggilnya dengan sebutan Mas yang membuat hati Defin tersentuh.
__ADS_1
Sementara Ammar sendiri berusaha untuk kembali menegakkan kepala Defin agar tidak lagi tertunduk dihadapan semua orang.
"Ammar, aku sangat bahagia bisa melihat pernikahanmu dan Zulaikha. Aku juga minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan pada kalian,"
"sudahlah, Mas! semua sudah berlalu, dan setiap manusia itu tidak ada yang luput dari kesalahan dan kekhilafan. Jika Mas merasa bersalah atas kejadian dimasa lalu, maka yang paling utama yang harus Mas lakukan adalah minta maaf dan memaafkan diri mas terlebih dahulu, karna semuanya akan terasa berat jika hati Mas belum bisa memaafkan diri mas sendiri,"
ucapan Ammar begitu menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya, terlebih-lebih untuk Defin yang benar-benar menyesali apa yang telah dia lakukan di masa lalu.
Zulaikha juga tampak meneteskan air mata saat mendengar kata demi kata yang terlontar dari mulut sang suami, dia sangat bersyukur karna dipertemukan dan dijodohkan Allah dengan lelaki sebaik dan sebijak Ammar.
"apa yang Ammar katakan itu benar, Nak Defin! semua sudah menjadi masa lalu, dan masa lalu harus kita lupakan dan kita jadikan sebagai pembelajaran agar kedepannya kita tidak lagi melakukan kesalahan. Sungguh, hatimu itu sangat luas, Nak!" ucap Ibu Dijah, walaupun dia tau masalah yang Defin ciptakan dimasa lalu, dia cukup bangga pada lelaki itu karna sudah berani meminta maaf pada keluarga besar Zulaikha sekaligus disaksikan oleh keluarga besarnya sendiri.
Defin kembali tertunduk mendengar nasehat dari Ibu Dijah, dia merasa sangat malu dan tidak pantas berada di tengah-tengah orang yang benar-benar memiliki hati baik seperti mereka.
Setelah Defin meminta maaf pada semua orang, Ibu Dijah lalu mengajaknya untuk ikut bergabung bersama dengan mereka ditempat itu.
Defin yang awalnya ingin menolak ajakan Ibu Dijah mengurungkan niatnya saat Ammar juga berharap dia mau menjadi tamu diacara pernikahan itu, walaupun sempat terjadi ketegangan demi ketegangan di awal kedatangannya.
Setelah semua urusan selesai, Zulaikha segera menyalim tangan Ammar walaupun dia terlihat sangat canggung dan malu-malu membuat semua orang tertawa lucu saat melihat ekspresi wajah wanita itu.
Ketika Zulaikha menyalim tangannya, Ammar segera meletakkan tangan sebelah kiri di atas kepala Zulaikha dan mengusap ubun-ubun wanita itu.
"Allahumma inni as'aluka min khoiriha wa khoirima jabaltaha 'alaih. Wa 'audzubika min syarriha wa syarrima jabaltaha 'alaih."
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelakan yang Engkau tetapkan atas dirinya,"
Ammar mengecup kening Zulaikha dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dia memanjatkan segala do'a agar rumah tangganya selalu diberkahi oleh Allah.
Zulaikha memejamkan kedua matanya saat bibir Ammar terasa mengecup keningnya, darahnya berdesir hebat dengan debaran jantung yang seakan saling berkejaran.
__ADS_1
Momen mengharukan itu diabadikan oleh semua orang dengan rasa syukur dan bahagia, karna Ammar dan Zulaikha kini telah mengikat janji sehidup semati dihadapan Allah dan juga manusia.
Dari kejauhan, Defin terus mengusap air matanya yang seakan-akan tidak bisa berhenti keluar. Beberapa kali dia memalingkan wajah saat hatinya benar-benar tidak sanggup untuk melihat Ammar dan Zulaikha, tetapi dibalik semua itu dia benar-benar sudah merelakan cintanya untuk Zulaikha dan berharap agar wanita itu selalu hidup bahagia bersama dengan Ammar.
"Aku titipkan Zulaikha padamu, Ammar! bahagiakanlah dia dan sayangi dia seperti kau menyayangi dirimu sendiri, buatlah dia terus tersenyum sebagai ganti air mata yang terus menetes karna luka yang telah aku torehkan dalam hatinya. Hiduplah dengan bahagia, kini dan nanti."
Defin bangkit dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu setelah memasang senyum indahnya saat bertatapan mata dengan Ammar, dia lalu memutuskan untuk pulang karna memang hatinya tidak mampu lagi untuk membendung rasa sakit kehilangan cinta yang sudah dia sia-siakan.
Namun, pada saat Defin akan masuk ke dalam mobil. Defin mendengar suara isak tangis seorang wanita yang terdengar sangat menyayat hati, dia lalu kembali menutup pintu mobilnya dan mencari keberadaan wanita tersebut.
Defin melihat sosok wanita yang sejak tadi dia cari, wanita itu terlihat sedang duduk di samping kolam ikan sembari menekuk kedua kakinya dan meletakkan kepalanya di tangah-tengah kedua kakinya tersebut.
"Diakan-" Defin lalu melangkahkan kakinya untuk mendekati wanita itu.
"hiks, ya Allah. Ampunilah aku, ampunilah hamba yang hina ini. Hamba mohon, hamba mohon hilangkan rasa sakit yang bersarang dihati hamba. Hamba sangat menderita ya Allah,"
Defin mengerutkan keningnya saat mendengar racauan wanita yang saat ini ada di bawahnya, dia terus melihat kearah wanita tersebut tanpa berniat untuk menegurnya.
"ya Allah, hamba adalah manusia yang paling bahagia saat melihat Mbak Zulaikha bahagia. Maka hilangkanlah, hilangkanlah perasaan dosa ini,"
deg, Defin mulai menerka-nerka alasan dibalik tangisan wanita yang sangat dia kenal itu.
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘