Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 46. Keputusan


__ADS_3

"siapa Anda?" tanya Ibu Diana, matanya menyorot tajam kearah Ammar.


"nama saya Ammar Al-Fateeh Bu, saya salah satu lelaki yang ingin menikah dengan Mbak Zulaikha,"


semua orang terlonjak kaget saat mendengar pengakuan yang dilontarkan oleh Ammar, sementara Zulaikha hanya diam dengan mata melotot ke arah lelaki itu.


"me-menikah? kau bilang mau menikah dengan Zulaikha?" tanya Ibu Diana dengan terbata-bata, dia lalu melihat kearah Ammar dan juga Zulaikha secara bergantian.


"insyaallah Bu," jawab Ammar dengan senyum manis yang tampak diwajahnya, lelaki itu sepertinya sangat serius dengan apa yang dia ucapkan.


Tiba-tiba suasana menjadi hening, semua orang benar-benar merasa kaget dengan pengakuan Ammar. Terutama Zulaikha yang bahkan tidak bisa mengedipkan kedua matanya.


Ibu Diana segera pergi dari rumah Zulaikha tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia begitu kaget karna tidak menyangka kalau Zulaikha akan menikah secepat itu.


Setelah kepergian Ibu Diana, Ibu Dijah mendekat kearah Zulaikha. Dia menepuk pelan pundak wanita itu sampai Zulaikha terjingkat kaget karna nyawanya masih berada diawang-awang.


"Nak, tolong jangan kau masukkan ke dalam hati ya," ucap Ibu Dijah, dia merasa tidak enak dengan apa yang telah dilakukan Ammar.


"hah? ti-tidak apa-apa Bu," jawab Zulaikha dengan gelagapan, jantungnya berdebar keras dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


"tapi aku tidak becanda soal mengajak Mbak pergi!" ucap Ammar tiba-tiba, dia melihat kearah Zulaikha yang juga sedang melihatnya.


"Ammar!" tegur Ibu Dijah, dia merasa kalau Ammar tidak berhak ikut campur mengenai masalah pribadi Zulaikha.


"le-lebih baik kita duduk dulu!" Zulaikha yang tidak tau harus bereaksi seperti apa memilih untuk mempersilahkan mereka duduk, dia benar-benar merasa gugup seperti akan mengadakan akad nikah dulu.


Ammar dan Ibu Diana lalu duduk disofa ruang tamu, sementara Syifa membawa Aziz ketoko bunga karna merasa kalau sang Kakak ingin berbicara serius dengan mereka.


"Mbak, apa aku boleh bicara sesuatu dengan Mbak?" tanya Ammar dengan pelan, sebenarnya dia tidak ingin membahas masalah ini tetapi hatinya menjadi panas saat mendengar apa yang diucapkan oleh Ibu Diana tadi.

__ADS_1


Zulaikha menganggukkan kepalanya untuk mempersilahkan Ammar bicara, sementara detak jantungnya semakin berdebar keras dengan keringat dingin yang menjalar ditelapak tangannya.


"tapi sebelum itu, aku ingin minta maaf dulu dengan Mbak!" sambung Ammar, dia kemudian menarik napas panjang untuk melanjutkan ucapannya.


"sebenarnya, waktu itu aku pernah membantu Bg Yusuf untuk mengurus perceraian seseorang. Ternyata perceraian seseorang yang aku bantu itu, adalah perceraian Mbak!"


Zulaikha kembali terkejut saat mendengar pengakuan Ammar, dia tidak menyangka kalau Yusuf yang dikenal oleh lelaki itu juga adalah Yusuf yang dia kenal.


"Mas Yusuf pengacara?" tanya Zulaikha memastikan, Ammar menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Zulaikha.


"dan aku juga bertanya masalah yang menyebabkan perceraian antara Mbak dan Pak Defin, walaupun Bg Yusuf tidak mau menceritakannya," lanjut Ammar, sebenarnya Yusuf tidak mau menceritakan perihal perceraian Zulaikha.


Namun, karna Ammar sudah tahu inti dari masalah rumah tangga Zulaikha membuat Yusuf terpaksa mengatakan semuanya. Apalagi dengan paksaan dari Ammar, lelaki itu bahkan sampai mengatakan kalau cinta mati dengan Zulaikha sehingga Yusuf mau menceritakan tentang semuanya.


"aku tidak menyangka kalau kau kenal dengan Mas Yusuf, Ammar," ucap Zulaikha setelah Ammar mengakui apa yang telah dia lakukan.


"Bg Yusuf itu saudaraku Mbak,"


Sementara Ammar dan Buk Dijah tersentak kaget saat mendengar ucapan Zulaikha, mereka tidak menyangka karna bukannya marah, Zulaikha malah mengucapkan terima kasih pada Ammar.


"Mbak tidak marah?" tanya Ammar, padahal dia sudah sangat cemas karna takut Zulaikha akan marah dengan apa yang sudah dia lakukan.


Zulaikha menggelengkan kepalanya, "aku tidak marah, lagian semua sudah berlalu kan," ucapnya kemudian.


Ammar dan Bu Dijah bernapas lega saat mendengar ucapan Zulaikha, mereka semakin mengagumi sifat wanita itu yang selalu bisa berlapang dada.


"sebenarnya aku ingin bertanya soal pengakuan Ammar tadi, tapi kenapa aku merasa sangat malu?" Zulaikha sangat penasaran dengan ucapan yang tadi Ammar katakan pada Ibu Diana, tetapi dia tidak sanggup untuk mengungkit hal tersebut pada mereka.


"oh ya Mbak, bagaimana soal yang aku katakan tadi? apa Mbak bersedia untuk pergi denganku?"

__ADS_1


kali ini bukan hanya Zulaikha yang terkejut, tetapi Ibu Dijah juga sangat terkejut dengan mata melotot ke arah sang putra. Sementara Ammar hanya menganggukkan kepalanya pada sang Ibu seakan-akan sedang mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.


"pe-pergi? maksudnya bagaimana?" tanya Zulaikha tidak mengerti.


"mau sampai kapan Mbak diganggu oleh mereka, karna percayalah Mbak mereka tetap akan mengganggu Mbak walaupun Mbak sudah tidak berhubungan lagi dengan mereka," ucap Ammar, sebenarnya tadi dia benar-benar merasa kaget dengan apa yang Ibu Diana katakan. Dia tidak menyangka kalau Ibu Diana akan melakukan hal seperti itu, padahal Zulaikha sudah sangat menderita akibat perbuatan mereka.


Zulaikha terdiam, hati kecilnya membenarkan apa yang Ammar katakan. Tetapi, dia tidak mau kalau harus pergi dari tempat ini karna permintaan mereka.


"aku tidak ingin pergi dari sini Ammar, karna hanya rumah dan toko inilah yang menyimpan banyak kenangan bersama dengan kedua orangtuaku," lirih Zulaikha, dia tidak ingin meninggalkan semua kenangan yang ada dirumah ini.


"tapi Mbak juga taukan kalau mereka tidak akan tinggal diam? dan aku yakin kalau kedua orangtua Mbak disyurga tidak akan tenang melihat kehidupan putrinya selalu diganggu oleh orang lain," ucap Ammar dengan pelan, dia merasa sangat sedih dan sakit hati jika ada yang berusaha menyakiti Zulaikha lagi.


"apa yang dikatakan Mas Ammar itu benar Mbak!" tiba-tiba Syifa kembali bergabung dengan mereka dan menyuarakan pendapatnya.


"mau sampai kapan kita seperti ini? walaupun kita tidak melakukan apa-apa, tapi mereka selalu saja mencari gara-gara. Aku yakin setelah ini pasti akan ada masalah lagi yang mereka lakukan," lanjut Syifa, sebenarnya yang paling penting adalah sang Kakak. Dia tidak mau kalau Zulaikha selalu sedih akibat perbuatan orang-orang seperti mereka.


Zulaikha tampak diam dan memikirkan apa yang Adiknya katakan, tetapi hati kecilnya masih saja tidak rela untuk meninggalkan tempat kelahirannya ini.


Syifa beralih duduk di samping Zulaikha, dia menggenggam tangan sang Kakak dengan erat seperti sedang memberikan dorongan semangat dan keyakinan pada wanita itu.


"kita pergi ya Mbak, ayo kita mulai kehidupan baru kita ditempat lain!" lirih Syifa dengan mata berkaca-kaca, Zulaikha lalu menarik tubuh sang Adik ke dalam pelukannya.


"maafkan Mbak dik, kau pasti sangat lelah melihat masalah Mbak yang tidak pernah selesai. Jika kau memang ingin kita pergi, maka baiklah. Kita akan pergi jauh meninggalkan tempat ini!"




__ADS_1


TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2