Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 84. SAH!


__ADS_3

Mata Syifa membulat sempurna saat melihat sosok lelaki yang saat ini sedang berdiri dihalaman rumah mereka melalui jendela kamar, dia lalu bergegas keluar dari kamar itu tanpa menghiraukan panggilan dari Sita.


"Ada apa dengannya?" Sita bergegas bangkit dan berjalan kearah jendela, dia penasaran dengan apa yang tadi dilihat oleh Syifa.


Tidak ubahnya dengan Syifa, mata Sita membulat sempurna bahkan bola matanya nyaris keluar dari kelopak mata saat melihat Defin sedang berjalan masuk ke dalam rumah Ridwan.


Sita lalu bergegas kembali duduk di samping Zulaikha yang terlihat sedang sibuk berzikir sembari menunggu proses akad dilaksanakan, Sita berharap kalau Zulaikha tidak mengetahui keberadaan Defin ditempat itu.


Syifa yang saat ini sedang berlari menuruni anak tangga semakin mempercepat langkahnya saat melihat Ammar sudah bersiap untuk melakukan ijab kabul, dia harus menyeret lelaki tidak diundang itu pergi jauh dari tempat ini sebelum menghancurkan acara penting sang Kakak.


"berhenti!"


suara Syifa menggema dihalaman rumah Ridwan membuat Defin menghentikan langkah kakinya, sementara itu Syifa langsung menarik lengan lelaki itu dan menyeretnya menjauh dari rumah.


"apa yang kau lakukan?" teriak Defin saat tangannya ditarik paksa oleh Syifa, wanita itu bahkan menariknya dengan sekuat tenaga hingga kaki Defin menabrak pot bunga yang ada dihalaman.


Syifa terus menyeret Defin sampai benar-benar jauh dari rumah Ridwan, dia lalu mengempaskan tangan lelaki itu saat merasa kalau mereka sudah jauh dari rumah.


"apa kau gila! kenapa kau-"


Plak, satu tamparan berhasil mendarat diwajah Defin membuat lelaki itu terdiam dengan pandangan ke samping. Dia lalu kembali melihat kearah Syifa yang tampak benar-benar murka padanya.


Sementara Syifa sendiri menatap Defin dengan tajam, tangannya bergetar dengan wajah merah padam dan mata berkaca-kaca.


"apa kau ini masih bisa disebut sebagai manusia? hah! kenapa kau selalu saja berusaha untuk menyakiti Mbakku, sebenarnya apa salahnya padamu?" teriak Syifa dengan air mata bercucuran, dia benar-benar tidak habis pikir dengan manusia yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.


Defin tercengang dengan apa yang Syifa katakan, dia lalu berbalik dan melihat kearah rumah Ridwan saat mendengar suara keramaian.


Syifa yang melihat apa yang dilakukan Defin menarik kerah kemeja lelaki itu hingga wajah Defin berada tepat dihadapannya membuat Defin terkejut dan menatap Syifa dengan bingung.

__ADS_1


"Pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi dihadapan Mbak Zulaikha! jika sekali lagi kau berani menemuinya, maka seumur hidupku aku akan selalu menyupahimu!" Syifa melepaskan cengkraman tangannya dan segera berbalik untuk pergi dari tempat itu.


"Aku tau kalau aku sudah banyak menggores luka dihati, Zulaikha! Aku juga tau kalau aku tidak pantas untuk mengharap cintanya kembali."


Langkah Syifa terhenti saat mendengar apa yang Defin ucapkan, dia sedikit menoleh untuk melihat lelaki itu tanpa membalikkan tubuhnya.


"Aku sudah sangat bersalah, Syifa! Aku sudah sangat bersalah pada Zulaikha, dan juga pada kalian. Aku sadar kalau apa yang aku lakukan tidak pantas untuk kalian maafkan, tapi aku tetap datang ketempat ini untuk memohon pengampunan pada kalian," Defin diam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya, tangannya bergetar hebat dengan dada bergemuruh kala teringat dengan semua kejadian dimasa lalu, saat dia menorehkan luka terdalam bagi wanita yang tulus mencintainya.


"Aku sudah tidak berharap lagi Zulaikha masih mau kembali padaku, tapi yah, aku akui kalau hatiku masih belum ikhlas untuk melepasnya,"


"kenapa? kenapa kau tidak ikhlas? bukannya selama ini kau tidak pernah sedikitpun peduli pada perasaannya?" ucap Syifa sembari membalikkan tubuhnya untuk menghadap kearah Defin, sementara Defin langsung mengangkat kepalanya yang tertunduk karna mendengar ucapan wanita itu.


"karna aku mencintainya-"


"Cinta? ck." Syifa terkekah pelan mendengar apa yang Defin ucapkan.


"bukannya hidup memang seperti itu? setelah kehilangan kita baru merasakan kalau orang yang sudah pergi meninggalkan kita ternyata adalah orang yang paling berharga dalam hidup kita," balas Defin.


Syifa membalas ucapan Defin dengan lirikan tajam, keningnya berkerut saat melihat wajah cerah lelaki itu.


"ternyata benar apa yang Zulaikha katakan, kau ini gadis yang keras kepala tetapi sangat sayang pada keluarga," sambung Defin, dia memang tidak dekat dengan Syifa walaupun dia sudah menikah dengan Zulaikha, karna memang sebelumnya dia tidak mengharapkan pernikahan itu.


Syifa terus melihat Defin dengan tajam, batinnya bertanya-tanya kenapa saat ini Defin malah berbicara seperti itu padanya.


"apa ucapanku membuatnya gila?" Syifa tidak habis pikir dengan apa yang Defin lakukan saat ini.


Semenit yang lalu lelaki itu terlihat sangat sedih saat mengatakan kalau dia benar-benar merasa bersalah, tapi semenit kemudian lelaki itu malah membahas tentang sifatnya dengan wajah ceria.


"cih, apa peduliku! yang jelas aku harus menjauhkan dia dari Mbak Zulaikha!"

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, yang jelas aku minta kau pergi dari sini saat ini juga!" usir Syifa, dia tidak punya banyak waktu lagi untuk melihat ijab kabul sang Kakak.


Tanpa menunggu jawaban dari Defin, Syifa langsung saja meninggalkan lelaki itu untuk kembali kerumah. Dia tidak mau ketinggalan momen penting dalam hidup sang Kakak, dia juga ingin mengikhlaskan rasa cinta yang bersarang dihatinya untuk calon kakak iparnya sendiri.


Defin yang melihat kepergian Syifa ikut melangkahkan kakinya dan berjalan mengikuti langkah Syifa tanpa wanita itu ketahui, dia terus mengikutinya sampai mereka masuk ke dalam rumah Ridwan.


"saya terima nikah dan kawinnya Zulaikha Al-Maira binti Hendrawan dengan mas kawin satu set berlian dibayar tunai!"


"sah!"


"alhamdulillah," ucapan syukur menggema dirumah Ridwan tatkala Ammar sudah resmi menjadikan Zulaikha sebagai istrinya, semua orang tampak sangat bahagia terutama dengan kedua pasangan suami istri yang malan ini sudah resmi membina rumah tangga dihadapan Allah dan juga semua makhluk ciptaan-Nya.


Kemudian Pak penghulu mulai memanjatkan do'a untuk Ammar dan Zulaikha, agar rumah tangga yang akan mereka bina selalu diberi keberkahan dan kebahagiaan oleh Allah, dan dikarunia malaikat-malaikat kecil yang nantinya akan membawa kedua orangtua mereka ke dalam syurga.


Setelah selesai mengucap ijab kabul, Ammar menundukkan kepalanya untuk bersimpuh dihadapan Allah bersyukur atas segala karunia dan kebahagiaan yang telah Allah berikan dalam hidupnya.


"Ya Allah, aku menundukkan kepala dihadapanMu. Aku menundukkan hatiku hanya untukMu, aku bersimpuh menghadap untuk segala karunia dan kebahagiaan yang Engkau berikan padaku. Terima kasih, terima kasih karna Engkau telah merestui cintaku untuk Zulaikha, terima kasih karna Engkau telah menyatukan hati kami. Jadikanlah rumah tangga kami sebagai tempat berkumpulnya ladang pahala, jadikan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang selalu mendapat rahmat dan ridhoMu. Jadikanlah rumah tangga kami sebagai tempat yang nyaman dan tentram, untuk kami menjalankan segala apa yang telah Engkau perintahkan,"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Maafkan keterlambatan aku yah 🥺 insyaallah kedepannya aku akan rajin up untuk kalian 🥰

__ADS_1


__ADS_2