Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 81. Operasi


__ADS_3

Ammar yang masih setia berada di samping Zulaikha berusaha untuk memberikan ketenangan pada wanita yang dia cintai, karna dia tau kalau Zulaikha pasti merasa sangat sedih dengan musibah yang menimpa keluarga Defin.


"andai saja dia sudah menjadi halal untukku, pasti aku akan memeluknya dengan erat!" Ammar hanya bisa melihat dan berada di sisi Zulaikha, walaupun dia sangat ingin sekali memeluk dan memberi ketenangan untuk wanita itu.


"aku juga tidak menyangka kalau semua ini akan terjadi, Mbak! semua terjadi begitu cepat, bahkan belum seminggu Ibu Diana dirawat, Agnes sudah mengalami musibah seperti itu," lirih Irham, dia mengusap wajahnya dengan kasar karna merasa bersimpati pada Defin.


"semua sudah menjadi takdir dan ketentuan Allah, Pak! siapalah kita yang bisa mengubah ataupun menghalangi apa yang sudah Allah tentukan," balas Ammar, dia menepuk bahu Irham dengan senyum lebar untuk memberi semangat pada lelaki itu.


Irham tersenyum tipis saat mendengar apa yang Ammar katakan, dia lalu melirik kearah Ammar yang sedang berusaha untuk menenangkan Zulaikha.


"aku rasa pilihanmu sudah tepat, Mbak! Aku akan mendo'akan agar kehidupan rumah tangga kalian nantinya selalu diberikan kebahagiaan sampai maut yang memisahkan," do'a tulus Irham panjatkan untuk Ammar dan juga Zulaikha, dari awal bertemu dengan Ammar dia sudah yakin kalau lelaki itu adalah lelaki yang sangat baik.


Namun, dia tidak menyangka kalau Ammar akan menikah dengan mantan istri bosnya sekaligus wanita yang berhasil menggetarkan hatinya.


"lalu, apa yang terjadi pada Agnes, Irham?" tanya Zulaikha setelah berhasil menenangkan diri, dia mengusap air matanya dengan sapu tangan pemberian Ammar.


"setelah kami mengetahui segalanya, Agnes dan Rio berniat untuk kabur. Namun, mereka mengalami kecelakaan lalu lintas dan mobil mereka masuk ke dalam jurang," jawab Irham dengan getir, walaupun dia merasa benci pada Agnes. Tetapi, dia masih sedikit kasihan pada wanita itu.


"Innalillah!" ucap Zulaikha dan Ammar bersamaan, mereka benar-benar tidak habis pikir dengan musibah yang sedang terjadi pada wanita itu.


"kami mengejar mereka, dan menemukan mobil Agnes masuk ke dalam jurang. Namun, hanya ada Agnes dalam jurang itu. Kami tidak bisa menemukan keberadaan Rio!" sambung Irham.


Ammar dan Zulaikha terus mendengarkan semua cerita Irham dengan perasaan penuh luka, karna biar bagaimanapun orang-orang yang sedang sakit saat ini adalah orang-orang yang mereka kenal.


Setelah selesai menceritakan semuanya, Irham mengajak Zulaikha dan Ammar untuk menemui Defin.


"Mas!" panggil Zulaikha saat mereka sudah hampir sampai ditempat Defin saat ini, terlihat Ammar menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan Zulaikha.


"ada apa? apa ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?" tanya Ammar, dia melihat kearah Zulaikha yang tampak sedikit gelisah dengan jemari tangan saling bertautan.


"apa-apa aku boleh berbicara berdua dengan Mas Defin?" tanya Zulaikha dengan ragu-ragu, dia takut kalau Ammar berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.

__ADS_1


Ammar tertawa kecil saat mendengar ucapan Zulaikha membuat wanita itu melihatnya dengan bingung, sementara Defin dan Irham terus melirik kearah mereka berdua yang berada tidak jauh dari tempat mereka.


"Kau tidak perlu izinku untuk bertemu dengan siapapun, Zulaikha! tapi yah, aku senang karna berarti kau sudah menganggapku sebagai suamimu."


Blush, wajah Zulaikha seketika memerah saat mendengar ucapan Ammar. Dia menundukkan kepala dengan rasa malu yang sudah mencapai ubun-ubunnya.


"aku kan tidak bermaksud seperti itu, aku hanya tidak ingin kalau dia berpikir macam-macam tentangku!" Zulaikha ingin sekali mengucapkan apa yang ada dihatinya, tetapi rasa malu membuatnya tidak sanggup untuk membuka mulut.


Ammar yang berniat menggoda Zulaikha semakin melebarkan senyumnya saat melihat wajah Zulaikha yang memerah seperti tomat, dia yakin kalau wanita itu pasti merasa sangat malu dengan apa yang barusan saja dia ucapkan.


"aku tidak akan berpikir yang tidak-tidak padamu, Zulaikha! karna aku percaya kalau kau akan menjaga cinta kita seperti kau menjaga harga dirimu sendiri,"


seketika Zulaikha langsung melihat kearah Ammar, terlihat lelaki itu menganggukkan kepalanya dengan senyum khas yang langsung membuat jantung Zulaikha ingin melompat keluar dari rongga dadanya.


"jangan tinggalkan dia sebagai sahabat, walaupun hubungan kalian dulunya tidak dalam keadaan baik,"


"astaghfirullah," Zulaikha terpaksa mengucap istighfar beberapa kali karna benar-benar terpesona dengan calon suaminya, apalagi dengan semua kata-kata yang terlontar dari mulut lelaki itu.


"Mas Defin!"


baru saja Defin memalingkan wajah, dia kembali mengalihkan wajahnya kearah Zulaikha saat mendengar panggilan wanita itu.


"y-ya!" sangking semangat dan terkejutnya, Defin sampai berdiri dari duduknya karna panggilan Zulaikha membuat Irham dan Ammar ingin sekali tertawa karna tingkah lucunya.


"aku-aku turut berduka untuk musibah yang sedang Mas rasakan, aku berdo'a agar Ibu dan Agnes segera sembuh dan bisa kembali sehat seperti dulu kala," ucap Zulaikha dengan tulus, terlihat seyum tipis tergambar diwajah cantiknya.


Defin terdiam dengan pandangan tarkunci kearah Zulaikha, tanpa dia sadari kalau air mata berhasil keluar dari sudut matanya.


"maaf kan aku, Zulaikha!" lirih Defin, entah kenapa rasa bersalah tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam relung hatinya.


Defin kembali teringat dengan kenangan masa lalu di mana dia selalu menyakiti dan tidak menganggap keberadaan Zulaikha, apalagi dimomen-momen terakhir saat Zulaikha mengetahui pernikahannya dengan Agnes.

__ADS_1


"tidak ada lagi yang perlu dimaafkan, Mas! semua itu sudah berlalu, dan aku harap Mas juga melupakan semua rasa bersalah ataupun rasa lain yang tersimpan untuk masa lalu itu," balas Zulaikha, dia hanya ingin memberi semangat untuk Defin dan tidak bermaksud untuk mendengar permintaan maafnya.


"tapi, aku tidak bisa melupakan-"


Klek, tiba-tiba beberapa Dokter dan perawat keluar dari ruang operasi yang berhasil menghentikan paksa ucapan yang akan dilontarkan oleh Defin.


Namun, Defin merasa bersyukur karna tidak sempat mengungkapkan perasaannya yang pasti akan membuat perasaan Zulaikha dan Ammar menjadi tidak nyaman.


"bagaimana, Dokter? Agnes baik-baik sajakan?" tanya Zulaikha, dia mendekat kearah Dojmjter tersebut dengan penuh kekhawatiran.


"operasinya berjalan lancar, Buk. Dan Ibu Agnes akan segera kami pindahkan keruang perawatan,"


Semua orang merasa lega saat mendengar penjelasan Dokter, kekhawatiran yang sedari tadi mereka rasakan kini perlahan mulai menghilang.


"tapi, semua musibah ini akan menjadi pukulan terberat dalam hidup Ibu Agnes. Saya harap pihak keluarga bisa memberikan dukungan dan dorongan agar beliau bisa melewati semua musibah ini," sambung Dokter itu kemudian sebelum melangkahkan kaki untuk pergi dari hadapan mereka.


Semua orang terdiam saat mendengar ucapan terakhir Dokter tersebut, terutama Defin yang merasa kalau saat ini dia tidak bisa menceraikan Agnes karna kondisinya.





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 🥰


Mampir juga yuk ke karya temen aku, dijamin keren dan seru 😍


__ADS_1


__ADS_2