Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 55. Mama?


__ADS_3

Keesokan harinya, Zulaikha dan Ammar tengah bersiap-siap untuk pergi ketaman bermain bersama dengan Aziz. Bocah kecil itu merengek setiap hari untuk dibawa ketaman bermain bersama dengan Ammar dan juga Zulaikha, dan kebetulan hari ini Ammar bisa meluangkan waktu untuk putranya itu.


"apa grandma enggak mau ikut?" tanya Aziz, dia sangat suka jika ada banyak orang yang ikut dengannya.


Ibu Dijah menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Aziz, "grandma ada acara Nak, jadi enggak bisa ikut!" ucapnya kemudian, lalu Ibu dijah beralih melihat kearah Ammar dan mengedipkan sebelah matanya.


Ammar yang menyadari tingkah sang Ibu memilih untuk mengalihkan pandangannya, karna jika tidak Ibunya pasti akan melakukan sesuatu lagi yang lebih parah untuk mengejeknya.


Setelah semua persiapan selesai, Ammar dan Zulaikha segera pergi bersama Aziz ketempat yang dia senangi.


Aziz memang sering pergi ketaman bermain bersama dengan Ammar, tetapi sejak Ammar mengurus perusahaan, maka lelaki itu jarang sekali membawa Aziz pergi bermain lagi.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, akhirnya mobil mereka sudah sampai ditempat tujuan. Terlihat ada banyak manusia yg sudah berada ditempat itu, padahal waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi.


"Mama-Mama, nanti Aziz mau naik semuuua yang ada di dalam sana!" celoteh Aziz sembari turun, ucapannya itu berhasil membuat Ammar dan Zulaikha tercengang.


"Ma-Mama?" tanya Zulaikha, dadanya berdebar saat mendengar panggilan yang Aziz ucapkan untuknya.


Sementara Ammar beralih melihat kearah Zulaikha, dia takut kalau wanita itu merasa tersinggung dengan panggilan yang dibuat oleh Aziz. Namun, jangan tanya bagaimana perasaannya saat ini, tentu dia begitu senang melihat Aziz sangat dekat dengan wanita yang dia cintai.


"iya, Mama! Dari dulu Aziz mau jadikan Mama Zulaikha sebagai Mamanya Aziz, tapi kata Papa tunggu-"


Ammar langsung membekap mulut putranya membuat bocah kecil berteriak karn'a mulutnya ditutup, sementara Zulaikha merasa kaget dengan apa yang Ammar lakukan.


"ayo kita masuk!" ajak Ammar kemudian tanpa menghiraukan jeritan putranya yang minta dilepaskan, dia harus menghentikan apa yang putranya katakan sebelum sampai pada Zulaikha.


"mulut anak ini memang tidak ada remnya, hampir saja dia mengatakan perasaan ku pada Mbak Zulaikha!" Ammar bergegas menggendong Aziz untuk masuk ke dalam wahana permainan itu, sementara Zulaikha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ayah dan anak yang baru saja melangkahkan kaki di depannya.


Sementara itu, Defin dan Irham yang sudah dari jam tujuh pagi mencari-cari rumah Ammar belum juga mendapatkan hasil. Padahal mereka sudah berputar-putar mengelilingi wilayah Bintang Work, tempat di mana Ammar tinggal.


"andai saja aku bisa jadi kayak di novel-novel itu, mencari tempat tinggal orang lain hanya dengan sekejap mata," keluh Irham, dia sudah lelah karna sejak pagi berputar-putar mencari tempat tinggal Ammar, belum lagi dia harus menerima segala caci maki Defin yang sudah emosi tingkat dewa saat ini.

__ADS_1


Tiba-tiba, mobil mereka melintasi sebuah jalan yang agak lenggang. Irham sedikit meluruskan pinggangnya yang terasa pegal, dia lalu menoleh kearah samping dan melihat sebuah toko bunga bertuliskan surganya bunga membuatnya langsung menginjak rem secara mendadak.


Defin yang saat itu sedang melamun sambil melihat kearah luar benar-benar terkejut dengan apa yang Irham lakukan, "apa kau sudah gila, Irham?" bentak Defin, jantungnya terasa berdebar keras karna pengereman secara mendadak.


"Lihat, Pak!" Irham menunjuk ke arah samping untuk menunjukkan alasan kenapa dia berhenti secara mendadak, Defin lalu melihat kearah samping dan betapa terkejutnya saat mengenal betul nama toko bunga yang saat itu ada di samping mobil mereka.


Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, begitu Defin turun dari mobil, terlihatlah Syifa sedang membuka pintu toko itu dan berjalan keluar sembari memegang lolipop dimulutnya.


Pluk, lolipop yang ada dimulut Syifa terjatuh ke atas tanah saat dia melihat seseorang yang sangat dia kenali sedang berdiri tegak dihadapannya.


Sementara Defin yang berdiri di hadapan Syifa menatap gadis itu dengan tajam, dia lalu melihat kesekeliling tempat untuk mencari sosok mantan istrinya.


"ka-ka-kau? apa yang kau lakukan di sini?" tanya Syifa setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya, sementara Defin tetap menatapnya dengan rahang yang mengeras.


"di mana Zulaikha?" tanya Defin dengan tajam, dia lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah mereka.


Syifa mencekal lengan Defin untuk menghalanginya masuk, terlihat beberapa pelanggan bunga nya melihat apa yang sedang dia lakukan dengan bingung.


Irham yang sejak tadi memperhatikan mereka hanya bisa berdiam diri, dia bingung harus melakukan apa saat ini.


"jadi kalian tinggal di sini ya? Setelah kabur dari rumah kalian, kalian tinggal di sini bersama lelaki itu?" balas Defin dengan tajam, terlihat jelas raut kebencian diwajahnya saat ini.


"jaga ucapanmu, bajingan! Ibumu dan istri j*langmu itu yang telah mengusir kami!" teriak Syifa.


Sita yang saat itu sedang melayani pembeli terjingkat kaget saat mendengar teriakan Syifa, dia lalu berlari tunggang langgang untuk segera menghampiri temannya itu.


"Syifa, ada apa?" teriak Sita dengan wajah panik, dia lalu melihat kearah seorang pria yang lengannya sedang dicekal oleh Syifa.


"astaghfirullah hal'azim," ucap Sita saat melihat Defin ada dihadapannya, dia lalu beralih mendekati Syifa dan menarik tangan gadis itu agar tidak lagi mencengkram lengan Defin yang sudah memerah.


"katakan padaku! di mana Zulaikha?" ulang Defin, saat ini dia tidak butuh dengan apapun selain wanita itu.

__ADS_1


"tutup mulutmu! Kau tidak berhak menyebut nama Mbakku dari mulutmu yang busuk itu!" Syifa menunjuk tepat kewajah Defin membuat lelaki itu semakin mengeraskan rahangnya.


"sekarang pergi kalian dari sini! sebelum aku memanggil polisi!" ancam Syifa, sampai matipun dia tidak akan memberitahukan pada mereka di mana Kakaknya saat ini.


Ditengah ketegangan mereka, tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih masuk ke halaman toko. Defin yang sedang bersitegang beralih melihat kearah mobil tersebut, sementara Syifa dan Sita langsung merasa cemas karna tau sosok yang ada di dalam mobil adalah Zulaikha.


"Mas Defin!" lirih Zulaikha saat bersitatap mata dengan Defin, dia merasa sangat terkejut saat melihat lelaki itu ada dirumahnya.


Begitu juga dengan Ammar, dia tidak menyangka kalau Defin sampai datang ke sini untuk menemui Zulaikha.


"jika Mbak tidak ingin bertemu dengannya, maka Mbak di dalam sini saja. Biar aku yang menghadapinya!" ucap Ammar, tetapi Zulaikha menggelengkan kepala dan berlalu keluar dari mobil.


"ada apa ini?" seru Zulaikha yang saat ini sedang berdiri di samping Ammar.


Defin dan Irham yang melihat kedatangan Zulaikha langsung melihat kearah wanita itu.


tetapi wajah mereka kembali muram saat melihat sosok lelaki yang saat itu berdiri di samping wanita itu.


"Mama!"


Belum sempat mereka menenangkan diri, tiba-tiba datanglah seorang anak kecil yang langsung memeluk kaki Zulaikha


"Mama? dia memanggil Zulaikha dengan sebutan Mama?"





TBC.

__ADS_1


Teima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2