
Zulaikha memikirkan permintaan Ammar mengenai bekerja diperusahaan, dia sebenarnya sangat tertarik dengan penawaran yang lelaki itu berikan.
Namun, Zulaikha juga takut kalau dia tidak mampu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan padanya.
"Mbak!"
Zulaikha terjingkat kaget saat mendengar panggilan seseorang, sementara orang yang memanggilnya sudah tertawa lebar karna melihat Zulaikha kaget karna panggilannya.
"dari tadi kok termenung saja sih, Mbak! lagi mikiran Mas Ammar, ya?" goda Sita, dia mendudukkan tubuhnya di samping Zulaikha yang saat itu sedang duduk di belakang rumah.
"mulutmu itu enak sekali ya, Sita!" ucap Zulaikha, dia sangat kesal saat Adiknya itu selalu menggodanya perihal Ammar.
"terus kalau enggak Mas Ammar, apa dong?" tanya Sita kembali, dia berusaha mencaritau sesuatu yang sedang dipikirkan Kakaknya itu.
Belum sempat Zulaikha menjawab, tiba-tiba Syifa datang dan bergabung bersama mereka. Gadis itu membawa beberapa camilan dan minuman untuk mereka.
"Mbak kepikiran soal tawaran Ammar, menurut kalian bagaimana?" tanya Zulaikha, tadi dia sudah menceritakan semua permintaan lelaki itu pada kedua Adiknya.
"gas terus, Mbak!" seru Sita, dia mendukung 100 persen kalau Zulaikha bekerja bersama Ammar.
"bener Mbak! Aku yakin kalau Mbak pasti bisa!" tambah Syifa juga, dia ikut mendukung agar Zulaikha menerima penawaran itu.
Walaupun Zulaikha tidak pernah bekerja, tetapi dia adalah wanita yang cukup cerdas. Dia menghendel semua usaha mereka tanpa ikut campur orang lain, bahkan terkadang dia juga membantu pekerjaan para tetangga yang bekerja diperusahaan.
Setelah menimbang-nimbang ucapan kedua adiknya, Zulaikha memutuskan untuk menerima tawaran lelaki itu. Dia meyakinkan diri kalau dia pasti bisa menyelesaikan semua yang diberikan padanya.
Syifa terlihat senang dengan keputusan yang diambil oleh sang Kakak, dia sudah membuang semua perasaan yang hinggap dalam hatinya tanpa izin.
__ADS_1
****
Keesokan harinya, Zulaikha berkunjung kerumah Ammar saat lelaki itu belum pergi bekerja. Dia sengaja datang dipagi hari agar bisa bertemu dengan Ammar.
"Assalamu'alaikum," ucap Zulaikha sembari masuk ke dalam rumah, terlihat pembantu rumah itu sedang membersihkan debu-debu yang menempel disekitar meja.
"wa'alaikum salam, Mbak Zulaikha!" jawab Buk Mina, wanita paruh baya itu mendekat kearah Zulaikha yang sedang melangkah masuk.
"ayo masuk, Mbak! Datin dan Tuan Ammar sedang makan," tambah Buk Mina kembali yang dibalas dengan anggukan kepala Zulaikha.
Kemudian Zulaikha melangkahkan kakinya kedapur rumah itu yang memang sudah biasa dia masuki, tetapi Zulaikha masih merasa segan jika langsung masuk ke dalam rumah mereka begitu saka tanpa ada yang mempersilahkannya.
"Zulaikha!" seru Ibu Dijah saat melihat Zulaikha sedang berjalan kearahnya, dia lalu mengajak wanita itu untuk duduk di samping Ammar yang tersenyum lebar saat melihat kedatangannya.
"ikut makan sekalian, Nak. Ayo, silahkan!" ajak Ibu Dijah yang mempersilahkan Zulaikha untuk makan bersama mereka.
"terima kasih, Bu!" ucap Zulaikha dengan tidak enak hati, dia merasa malu karna datang disaat mereka sedang makan.
Akhirnya mereka bertiga menikmati waktu sarapan mereka sambil sesekali Ibu Dijah menceritakan soal teman-temannya yang tergabung dalam kelompok sosialita.
Setelah selesai makan, Zulaikha membantu Buk Mina untuk membereskan bekas makan mereka. Walaupun Ibu Dijah sudah melarangnya, tetapi Zulaikha merasa segan karna tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ammar, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Zulaikha setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia kembali duduk ditempat yang dia duduki tadi.
Ammar yang tau kalau Zulaikha datang untuk menemuinya sengaja tidak beranjak dari kursi, padahal biasanya dia akan langsung keruang kerja jika sudah selesai sarapan.
"katakan saja , Mbak!" ucap Ammar, dia sedang menerka-nerka maksud dari kedatangan Zulaikha kali ini.
__ADS_1
Ibu Dijah yang baru tiba dari melihat Aziz tidak jadi melangkahkan kakinya untuk bergabung bersama mereka, dia ingin memberi waktu untuk Zulaikha dan Ammar agar semakin dekat dan saling jatuh cinta.
Zulaikha menarik napas dalam sebelum mengucakan apa yang ingin dia katakan.
"aku bersedia untuk menjadi sekretarismu, Ammar!"
"apa?" Ammar sangat terkejut saat mendengar apa yang Zulaikha katakan, teriakannya itu berhasil membuat Ibu Dijah yang akan pergi dari tempat itu dan mengurungkan niatnya.
Zulaikha sendiri merasa kaget dengan reaksi yang diberikan oleh lelaki itu, dia merasa sedikit bersalah karna sudah membuat keributan dipagi hari
"Mbak seriuskan?" tanya Ammar setelah berhasil mengendalikan keterkejutanya, dia merasa kaget sekaligus senang karna ucapan Zulaikha.
"iya, Ammar! aku harap kau bisa membantuku, agar Aku bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik," ucap Zulaikha, dengan mengucap basmalah dia sudah yakin akan menerima penawaran lelaki itu.
Ammar semakin melebarkan senyumnya karna merasa senang jika Zulaikha bekerja bersamanya.
"terima kasih Mbak!"
•
•
•
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
__ADS_1