Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 36. Kedatangan Defin


__ADS_3

Ammar dan juga Ibunya sudah duduk disofa ruang tamu Zulaikha, sementara Zulaikha sendiri sedang membersihkan diri bersama dengan Aziz.


Ammar celingukan ke sana ke mari seperti sedang mencari sesuatu membuat Bu Dijah menjadi heran dan bertanya-tanya.


"kau sedang mencari apa, Nak?" tanya Bu Dijah dengan pelan.


Ammar mengalihkan pandangannya kearah sang Ibu, "aku sedang mencari suaminya Mbak Zulaikha, Bu."


Ibu Dijah mengangguk-anggukkan kepalanya menanggapi jawaban dari putranya, tak lama datanglah Zulaikha dan Aziz yang sudah bersih dan wangi seperti biasanya.


"Oh iya Mbak, di mana Pak Defin? apa sedang dikantor?" tanya Ammar, dia tidak tau kalau pertanyaan itu berhasil memantik rasa sakit yang dalam hati Zulaikha yang perlahan-lahan mulai menghilang.


"maaf Ammar, aku tidak tau!" jawab Zulaikha dengan jujur, dia lalu duduk dihadapan lelaki itu bersama dengan Aziz.


Ammar mengerutkan keningnya karna merasa heran dengan jawaban Zulaikha, dia ingin bertanya tentang maksud dari ucapan wanita itu.


Namun, Ibu Dijah memegang lengan Ammar. Dia memberi kode pada anaknya itu agar tidak membahas masalah rumah tangga Zulaikha.


"Tante-Tante, Tante tau enggak kalau Aziz mau main mobil-mobilan," tiba-tiba suara Aziz memecahkan keheningan yang terjadi ditempat itu, Zulaikha yang tadinya tertunduk kini melihat kearahnya.


"main mobil-mobilan? apa Tante boleh ikut?" tanya Zulaikha dengan ramah, tangannya terangkat untuk mengelus kepala Aziz dengan sayang.


Aziz beralih melihat ke arah sang Ayah yang saat itu sedang memperhatikan mereka, dia melihat ke arah Ammar seakan-akan sedang meminta izin untuk memperbolehkan Zulaikha untuk ikut bersamanya.


Ammar yang mengerti pandangan sang putra menganggukkan kepala, dan dibalas dengan senyum sumringah dari putranya itu.


"kata Papa boleh Tante, nanti kita main sama uncle Yusuf,"


Zulaikha mengerutkan keningnya saat mendengar nama Yusuf, pikirannya langsung tertuju pada pengacara yang sudah banyak membantunya.


"ah, bisa jadi Yusuf yang lain. Nama Yusufkan gak cuma satu dinegara ini," Zulaikha menggelengkan kepalanya karna berpikir kalau Yusuf yang Aziz maksud adalah orang yang sama dengan Yusuf yang dia kenal.


"Mbak, di mana pesanan Om Duda itu?" tiba-tiba terdengar suara Syifa yang melengking dahsyat membuat mereka semua terjingkat kaget, begitu juga Zulaikha yang langsung melihat ke arah sumber suara.


"Mbak-" Syifa tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat Zulaikha bersama tamunya, dia merasa sedikit malu karna sudah teriak-teriak seperti tarzan di dalam rumah.

__ADS_1


"suaramu loh Dek, kayak dihutan aja!" omel Zulaikha, sementara orang yang dia omeli sedang melihat ke arah tamu sang Kakak.


"maaf ya Buk, udah buat keributan," ucap Zulaikha, dia merasa tidak enak hati dengan mereka.


"gak papa Nak, cuma kayak gitu aja kok," seru Bu Dijah.


"Oh iya, kenalkan Bu. Ini adik saya."


Syifa menyalim tangan Bu Dijah untuk memperkenalkan diri, dia juga menyalam Ammar yang dibalas dengan senyuman lelaki itu.


"Kakak sama Adik sama-sama cantik ya, Mar!" Ibu Dijah melihat ke arah Ammar untuk meminta persetujuan darinya, yang dibalas dengan anggukan kepala lelaki itu.


"Ibu ini bisa saja," balas Zulaikha dengan malu.


Kemudian mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol ria, sembari mendengarkan cerita Aziz tentang keseruannya saat bermain.


Tidak terasa, sudah hampir dua jam Ammar berada di rumah Zulaikha. Wanita itu mengajak Ibunya dan putranya ke toko bunga, sementara dia sendiri sedang berjalan-jalan disekeliling rumah wanita itu.


"kenapa aku tidak melihat satupun Foto Pak Defin?" Ammar merasa bingung, sudah dua jam dia berada di rumah Zulaikha tetapi suaminya tidak juga memunculkan batang hidungnya.


"Mas!"


tiba-tiba Zulaikha mendekat ke arah Ammar membuat lelaki itu segera berbalik dan menghadap Zulaikha dengan senyum cerah diwajahnya.


"sudah waktunya makan siang, ayo makan dulu!" ajak Zulaikha, dia sudah menyiapkan makan siang untuk lelaki itu.


Tidak berselang lama muncullah Aziz yang langsung meloncat ke gendongan Ammar, dia juga mengajak sang Ayah untuk makan siang bersama. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


Defin yang akan berkunjung ke rumah orangtuanya tidak sengaja melihat Zulaikha yang berdiri dihalaman rumah, dia segera memberhentikan mobilnya saat melihat seorang laki-laki juga berdiri di samping wanita itu.


"siapa dia? apa pembeli?" Defin penasaran dengan sosok lelaki yang sedang bersama dengan Zulaikha.


Dia semakin menajamkan matanya saat melihat lelaki itu sedang menggendong seorang putra, dan mereka terlihat sangat dekat dan saling tertawa satu sama lain.


Dada Defin terasa terbakar saat melihat pemandangan itu, tanpa dia sadari kalau kakinya sudah mendekat ke rumah Zulaikha dan menginjak halamannya.

__ADS_1


Sementara Zulaikha dan Ammar yang sudah akan berbalik mengurungkan niat mereka saat melihat bayangan seseorang berdiri tidak jauh dari mereka, Ammar melihat ke arah orang tersebut dan tersenyum lebar karna mengenal siapa yang saat ini berdiri di hadapannya.


"loh, kok berhenti Mas? ayo masuk-" Zulaikha tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat Defin ada ditempat itu, bahkan lelaki itu sedang berdiri dihadapannya saat ini.


"Pak Defin baru pulang?" tanya Ammar dengan ramah, dia lalu menurunkan Aziz dan menyuruhnya untuk duluan masuk ke dalam.


Defin hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari lelaki itu, dia melihat ke arah Ammar dan Zulaikha dengan berbagai pertanyaan yang melintas dipikirannya.


"apa yang sedang dia lakukan? kenapa dia ada di sini? dan siapa anak kecil itu? apa anaknya?" berbagai macam pertanyaan memenuhi pikirannya saat ini.


"Mas Defin?" seru Zulaikha, dia melihat Defin dengan penuh tanda tanya, seolah-olah sedang bertanya apa yang pria itu lakukan dirumahnya.


"apa yang sedang anda lakukan di sini, Pak Ammar?" Defin memilih bertanya langsung pada Ammar tanpa menghiraukan Zulaikha yang saat itu semakin merasa bingung ditempatnya.


"Saya ingin membeli bunga ditoko Mbak Zulaikha, eh malah tidak sengaja bertemu di sana!" Ammar menunjuk ke tempat di mana Zulaikha menolong Aziz dan mempertemukan mereka berdua.


Defin beralih melihat ke arah Zulaikha dengan tajam, dan membuat wanita itu mengerutkan keningnya karna tidak mengerti dengan apa yang lelaki itu lakukan.


"dari tadi ditungguin kok gk pada masuk Mbak? aku udah laper banget nih!" seru Syifa yang masih berjalan di belakang mereka, dia tidak melihat sosok Defin yang ada di depan Ammar.


"Mas Ammar, ayo kita makan! biarkan itu Mbak sendiri-" mata Syifa melotot dengan sempurna saat melihat sosok lelaki yang saat ini sedang berdiri tak jauh dari tempatnya.


Dia menatap tajam seakan-akan tidak terima melihat keberadaan lelaki itu dihalaman rumahnya.


"apa yang Mas Defin lakukan di sini?"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2