Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 60. Ketidaksengajaan


__ADS_3

POV. Author.


Agnes telah merencanakan program kehamilan agar dia bisa kembali punya anak dan berhasil menguasai seluruh harta kekayaan keluarga Defin, sementara Defin sendiri tidak ingin mempunyai anak dengan wanita itu hingga terjadi perselisihan diantara mereka berdua.


"maaf Agnes, aku belum siap untuk punya anak!"


"apa? apa maksudmu belum siap punya anak?" teriak Agnes, dia menatap tajam Defin sembari membangunkan tubuhnya dari kursi.


Defin menghela napas berat, sejujurnya jika dia bisa memilih mungkin dia ingin bercerai dari wanita itu saat ini juga.


"mengurus anak itu tidak mudah Agnes! lagipula kau masih sangat sibukkan dengan pekerjaanmu, mana mungkin kau bisa mengurus anakmu kelak!" ucap Defin memberi alasan, tapi sebenarnya yang dia ucapkan itu adalah benar.


"aku sudah keluar dari agency, aku juga sudah tidak bekerja. Dan lagipula, kan kita bisa menyewa babysitter untuk merawat anak kita!" bantah Agnes, tanpa dia sadari kalau perkataannya itu memantik api kecurigaan dihati Defin.


"sudah keluar dari agency? lantas ke mana saja kau selama ini?" sentak Defin, matanya menyorot kearah Agnes yang terlihat gugup dan gelisah.


Sementara Agnes merasa benar-benar sial saat ini, bisa-bisanya dia membongkar masalah pekerjaannya pada lelaki itu.


"a-aku baru saja keluar, jadi baru hari ini aku tidak bekerja lagi," ucap Agnes, dia lalu berbalik dan langsung meninggalkan Defin begitu saja karna otaknya tidak bisa diajak kerja sama untuk mencari alasan.


"sial, sial! bisa-bisanya aku keceplosan di depan Defin!" geram Agnes saat dia sudah berada di halaman rumahnya, dia lalu mengambil ponsel yang ada disaku celananya untuk menelpon Rio saat ini juga.


"Rio, aku butuh bantuanmu!" ucap Agnes saat panggilannya sudah dijawab oleh Rio, dia lalu menceritakan semua yang terjadi dan meminta Rio untuk menyuap pihak agencynya agar mengganti jadwal pengunduran dirinya.


Sementara itu, Defin yang merasa curiga dengan sikap Agnes segera memerintahkankan Irham untuk mencaritau semuanya. Termasuk siapa saja yang akhir-akhir ini selalu bersama dengan wanita lain.


****


Ditempat lain, terlihat Syifa dan Ammar sedang berjalan beriringan menuju kantin Universitas. Hari ini Syifa sudah mulai aktif memasuki perkuliahan diUniversitas barunya, bertepatan dengan kegiatan seminar yang akan Ammar hadiri ditempat itu.


"kamu mau pesan apa, Syifa?" tanya Ammar setelah mereka duduk dikursi yang ada disudut ruangan, dia memperhatikan berbagai menu makanan yang dihidangkan dikantin itu.


"apa yah yang paling enak?" gumam Syifa yang masih bisa didengar oleh Ammar.

__ADS_1


Ammar tersenyum lalu menunjuk kesebuah menu yang ada dihadapannya seolah memberitahukan bahwa makanan itu enak, kemudian mereka berdua memesan makanan dengan menu yang sama.


"bagaimana? apa kau merasa senang di sini?" tanya Ammar sembari menunggu pesanan mereka, terlihat beberapa orang menyapa lelaki itu karna memang dia cukup terkenal sebagai Dosen muda dan tampan diseluruh Universitas ini.


"alhamdulillah, Mas! aku merasa senang karna semua orang bersikap ramah dan baik," jawab Syifa, dia benar-benar merasa beruntung karna bisa melanjutkan pendidikan ditempat seperti ini.


"syukurlah kalau kamu suka," balas Ammar.


Kemudian mereka menikmati waktu makan siang dengan menu makanan dan minuman yang sudah tersaji di depan mereka.


Setelah selesai, mereka memutuskan untuk pulang karna memang Syifa sudah tidak ada mata kuliah lagi, begitu juga dengan Ammar yang hanya akan datang sebentar ke kantor lalu pulang kerumah.


"nanti kita singgah kekantor dulu ya, ada beberapa berkas yang mau ku ambil," seru Ammar saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.


"apa tidak apa-apa Mas, kalau aku datang keperusahaan Mas?" tanya Syifa, dia merasa segan dan takut untuk datang ketempat itu.


"tidak apa-apa lah, memangnya akan ada gempa kalau kamu datang ke sana!" jawab Ammar dengan terkekeh pelan akibat lucu melihat reaksi Syifa, sementara wanita itu merasa sebal dan mengkerucutkan bibirnya karna perkataan lelaki itu.


Tidak berselang lama, mobil mereka sudah sampai diparkiran perusahaan. Ammar segera turun dengan diikuti oleh Syifa yang matanya sudah bergerak ke sana ke mari memperhatikan bangunan megah yang ada dihadapannya.


"I-Iya." Syifa mengikuti langkah kaki Ammar untuk masuk ke dalam perusahaan, dengan diperhatikan oleh banyak orang.


"selamat siang, Pak!"


"selamat siang, Pak Ammar!


"selamat siang juga!"


Beberapa orang terlihat menyapa Ammar dengan sedikit menganggukkan kepala mereka dan dibalas ramah oleh lelaki itu, sementara Syifa hanya menundukkan kepalanya saat semua mata memperhatikan dan mengfokuskan pandangan mereka padanya.


"tau gitu, aku tunggu saja diparkiran!" Syifa menyesal karna ikut Ammar masuk ke dalam perusahaan dan menjadi pusat perhatian.


Tidak berselang lama, Ammar sudah sampai diruangannya dan mempersilahkan Syifa untuk masuk, lalu dia mengikuti langkah wanita itu untuk masuk ke dalam ruangannya sendiri.

__ADS_1


Mata Syifa membulat sempurna saat memperhatikan ruangan yang sangat bagus dan rapi yang terpampang di depan matanya saat ini, dia begitu takjub dengan ukiran-ukiran dan aksesoris yang tersusun rapi di rak sudut ruangan itu.


Sangking fokusnya melihat-lihat sekitar, Syifa tidak sadar kalau dia sedang menginjak karpet dan tersandung ujun karpet itu hingga terjungkal ke depan.


Grep, Ammar menangkap pinggang Syifa dan menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Akibat tindakan refleks itu, mereka tidak sadar kalau saat ini mereka sedang berpelukan.


Mata mereka saling bertatapan seakan terkunci untuk beberapa saat, sampai tiba-tiba Ammar sadar dan langsung menjauhkan diri dari Syifa.


"maaf! Aku tidak sengaja," ucap Ammar, dia merasa tidak enak dengan apa yang baru saja dia lakukan.


Sementara Syifa hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Ammar, "ka-kalau gitu aku tunggu diparkiran saja!"


Syifa bergegas keluar dari ruangan Ammar tanpa mendengar panggilan dari lelaki itu, dia merasa sangat malu hingga wajahnya memerah dengan debaran jantung yang saling berkejaran.


"ya Allah, apa itu tadi?" gumam Syifa saat dia sudah sampai diparkiran, dia menyandarkan tubuhnya yang masih bergetar sembari memegangi dadanya yang berdebar-debar.


Syifa memejamkan matanya untuk mencoba menenangkan hati dan pikiran, dia menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


Namun, niat hati ingin melupakan kejadian tadi. Dia malah semakin mengingat wajah Ammar yang langsung membuatnya membuka mata seketika.


"ya Allah, lupakan semuanya!" gumam Syifa sembari beristighfar agar bayang-bayang wajah Ammar dapat hilang dari pikirannya.


Sementara itu, Ammar yang masih berada diruangannya berjalan mondar-mandir seperti setrika panas. Dia merasa tidak enak hati karna tidak sengaja memeluk Syifa, dia takut kalau gadis itu marah dan tersinggung dengan kelancangannya.


"bagaimana ini? apa dia marah karna aku tidak sengaja memeluknya? lalu bagaimana dengan Mbak Zulaikha? dia pasti kecewa dengan apa yang telah aku lakukan!"





TBC.

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2