Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 72. Kedatangan Tamu yang Tidak diundang


__ADS_3

Setelah pengakuan cinta yang penuh dengan air mata dan kebahagiaan, hari ini Ammar dan keluarganya berencana mengadakan acara lamaran untuk Zulaikha sekaligus membicarakan tentang pernikahan mereka.


Ridwan dan Aisyah yang sudah diberitahu oleh Ammar langsung bersiap-siap berangkat ke Malaysia, untuk menghadiri acara tersebut.


Awalnya, Ridwan merasa tidak percaya, dia mengira bahwa Ammar hanya sedang bercanda saja mereka dan mengatakan kalau akan menikah dengan Zulaikha. Apalagi mereka sendiri tau bagaimana kondisi Zulaikha saat ini, yang pasti masih sangat terluka oleh masa lalu.


Tetapi, saat Ridwan bertanya langsung pada Zulaikha. Barulah Ridwan dan istrinya percaya kalau apa yang dikatakan Ammar adalah benar dan bergegas menyiapkan segala keperluan untuk acara tersebut.


"aku tidak menyangka Mas, kalau Zulaikha akan menerima pinangan Ammar," ucap Aisyah sembari menyusun pakaian mereka ke dalam koper.


Ridwan yang saat itu sedang menggendong sang putra terlihat menurunkan putranya ke atas ranjang, dia lalu ikut duduk di samping sang istri yang sedang duduk di atas karpet.


"benar, Dek. Mas juga enggak nyangka kalau Zulaikha akan segera menikah, tapi yah namanya saja sudah jodoh. Mau menghindar seperti apapun pasti akan tetap bersama," balas Ridwan dengan senyum khasnya membuat sang istri melihatnya dengan tajam.


"tapi, kenapa Mas terlihat begitu bahagia?" tanya Aisyah, dia dapat melihat pancaran kebahagiaan diraut wajah sang suami.


Ridwan semakin mengembangkan senyumannya saat mendengar pertanyaan sang istri, dia lalu membaringkan tubuhnya dengan kepala di atas pangkuan Aisyah.


"Mas!" Aisyah mencubit hidung Ridwan dengan gemas karna suaminya itu bukannya menjawab pertanyaannya, tapi malah tidur dipangkuannya.


Ridwan lalu menggenggam tangan Aisyah dan mengecupnya. "Tentu saja Mas bahagia, Dek. Kau tau sendiri bagaimana kehidupan Zulaikha, setiap hari Mas selalu mengkhawatirkannya dan selalu menelpon Ammar untuk menanyakan kabar mereka. Apalagi saat Mas tau kalau Defin pergi menemui Zulaikha, Mas merasa sangat khawatir."


Aisyah membalas genggaman tangan sang suami dengan erat, dia tau kalau suaminya itu pasti sangat mengkhawatirkan adik-adiknya.


"Aku mengerti Mas! seperti Mas yang selalu mengkhawatirkan mereka, aku juga sangat mengkhawatirkan keadaan mereka. Apalagi saat ini mereka jauh dari pantauan kita, aku takut kalau terjadi sesuatu dalam kehidupan adik-adik kita," balas Aisyah, dia juga sangat menyayangi Zulaikha dan adik-adiknya seperti saudara kandung sendiri.


"tapi sekarang kita tidak perlu khawatir lagi, Aisyah. Aku yakin kalau Ammar pasti akan memberikan kebahagiaan pada Zulaikha, kebahagiaan yang tidak pernah dia dapatkan dari pernikahan pertamanya," suara Riwan terdengar getir saat membahas tentang masa lalu, bagaimana perasaan adiknya dihancurkan tanpa tersisa sedikitpun oleh keluarga Defin.

__ADS_1


"setiap hari Mas selalu berdo'a, agar Zulaikha mendapatkan pendamping yang benar-benar mencintai dan membimbingnya hingga menuju Syurganya Allah," lirih Ridwan, dia hanya berharap kalau Ammar bisa memberikan kebahagiaan yang seharusnya Zulaikha dapatkan dari dulu.


"Aamiin," Aisyah turut mendo'akan yang terbaik untuk Zulaikha, dia juga berharap agar Zulaikha tidak lagi merasakan penderitaan seperti apa yang pernah dirasakan wanita itu.


Ditengah obrolan mereka, tiba-tiba terdengar suara bel rumah itu berbunyi membuat Aisyah bergegas bangun untuk melihat siapakah yang bertamu kerumah mereka hari ini.


Ridwan yang juga ikut bangun beralih memindahkan putranya yang sudah terlelap ke tengah ranjang, dia lalu meletakkan guling sebagai pembatas agar putranya itu tidak terjatuh saat tidur.


Ridwan lalu menyusul langkah istrinya yang sudah lebih dulu keluar dari kamar, Ridwan merasa sedikit heran karna tidak mendengar suara apapun padahal dia melihat istrinya sedang berdiri di depan pintu.


"siapa yang ber-" Ridwan tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat dua orang pria yang sedang melihat kearahnya saat ini.


Aisyah segera memalingkan wajahnya dan sedikit bergeser ke samping agar sang suami bisa menemui dua orang pria yang saat ini sedang bertamu ke rumah mereka, sementara Ridwan sendiri masih terpaku ditempatnya saat ini karna tidak menyangka kalau dia akan kembali melihat sosok yang sangat dia benci.


"apa kami boleh masuk, Nak?" tanya Ayah Rasyid, ternyata dia dan Defin lah yang saat ini sedang berkunjung kerumah Ridwan.


Aisyah bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk tamu mereka, sementara Ridwan dan kedua tamunya sudah duduk di sofa ruang tamu.


Ayah Rasyid melirik kearah Defin yang juga sedang meliriknya, mereka merasa tidak tau harus bagaimana mengatakan maksud dan tujuan mereka datang kerumah Ridwan.


Sementara Ridwan sendiri masih diam menunggu ucapan mereka, dia enggan untuk bertanya karna memang perasaannya masih diliputi oleh amarah pada keluarga mereka.


"maaf jika kedatangan kami mengganggu, Mas. Tapi kami hanya ingin bersilaturahmi pada keluarga Mas," ucap Defin mencoba untuk berbasa-basi pada Ridwan.


Ridwan tersenyum sinis saat mendengar ucapan Defin, "memangnya sejak kapan, kau bersilaturahmi ke sini?"


Defin dan Ayahnya menjadi kaku saat mendengar ucapan Ridwan, terutama Defin yang terlihat menundukkan kepalanya karna memang selama menikah dengan Zulaikha, hanya sekali dia datang berkunjung kerumah Ridwan. Itupun karna menjemput Zulaikha yang saat itu sedang sakit.

__ADS_1


"hubungan kita tidak sedekat itukan, jadi lebih baik kau ucapkan saja apa maumu? atau jangan-jangan kalian mau mengusir keluargaku?" tanya Ridwan dengan sarkastik, terlihat ketegangan diwajah Defin dan Ayah Rasyid karna rasa bersalah dihati mereka.


Kedatangan Aisyah sedikit mencairkan suasana yang terasa sangat mencekam, apalagi tidak ada sedikitpun sambutan baik yang disuguhkan oleh Ridwan karna memang mereka tidak pantas untuk diperlakukan seperti itu.


"Nak, kami minta maaf untuk semua yang telah kami lakukan. Kami tau kalau apa yang terjadi pasti sangat melukai hati kalian semua, terutama Zulaikha. Kami benar-benar bersalah Nak, maafkan kami," lirih Ayah Rasyid, dia tidak bisa mengucapkan apapun lagi selain permintaan maaf untuk keluarga Ridwan.


Ridwan menghela napas kasar, dia bukannya menyimpan dendam untuk Defin dan keluarganya. Hanya saja rasa sakit dihatinya benar-benar masih sangat terasa, bahkan saat dia melihat wajah mereka. Teringat jelas bagaimana air mata Zulaikha menetes dengan deras akibat rasa sakit dari perbuatan mereka.


"kami hanyalah manusia biasa yang tidak punya kuasa untuk menyimpan dendam ataupun kebencian, biarlah Allah saja yang mengambil alih semua rasa itu,"


ucapan Ridwan seketika membungkam mulut mereka berdua yang benar-benar tersentil dengan perkataannya, terutama Defin yang tampak pucat dengan keringat yang mengalir dikeningnya.


"Mas Ridwan saja sangat membenciku, bagaimana mungkin aku mengharapkan Zulaikha kembali?"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk ke karya temen Othor, di jamin keren dan seru 😍


__ADS_1


__ADS_2