Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 45. Perkataan Ammar


__ADS_3

Suasana dirumah Zulaikha menjadi sangat tegang setelah Ibu Diana memberitahukan maksud dari kedatangannya, sementara Zulaikha sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut wanita paruh baya itu.


"apa salahku sampai Ibu menyuruhku untuk pergi?" tanya Zulaikha tidak percaya, dia melepas genggaman tangannya dan beranjak bangun dari kursi.


"tidak Nak, kau tidak salah apa-apa. Ibu hanya-"


"pernahkan Ibu memikirkan perasaanku sedikit saja?" potong Zulaikha dengan cepat, selama ini dia sudah banyak bersabar dan mengalah. Tetapi untuk kali ini, mereka sudah bersikap keterlaluan dengan mengusirnya dari tempat tinggalnya sendiri.


"Zulaikha, Ibu-"


"selama ini aku selalu diam dan mengalah Bu! aku diam saat mengetahui pernikahan pertama suamiku, aku diam saat mengetahui kalau ternyata kedua mertuaku juga mengetahui tentang pernikahan itu. Dan untuk sekali lagi, aku diam saat mengetahui bahwa suamiku terpaksa menikah denganku hanya karna permintaan kedua orangtuanya. Lantas, Ibu mau aku bagaimana lagi? mau sampai mana lagi Ibu terus menghancurkanku?"


Ibu Diana terlonjak kaget saat mendengar apa yang Zulaikha katakan, dia benar-benar merasa terkejut dan tidak menyangka bahwa Zulaikha akan bersikap seperti itu.


"apa yang membedakan antara manusia dan juga binatang?


tiba-tiba suara seorang gadis menghentikan ketegangan yang sedang terjadi di antara Zulaikha dan Ibu Diana, mereka berdua lalu beralih melihat kearah sumber suara yang berasal dari mulut Syifa.


"apa Ibu tau jawabannya?" tanya Syifa kembali sembari melihat tajam ke arah Ibu Diana, sementara Ibu Diana hanya diam dengan mata berkaca-kaca.


"kalau Ibu tidak tau jawabannya, biar aku yang memberitahu Ibu," Syifa menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


"manusia diberi akal pikiran dan perasaan oleh Allah, sedangkan binatang tidak punya semua itu. Jadi, kenapa terkadang manusia bersikap seperti binatang yang tidak punya akal dan perasaan? bahkan terkadang binatang jauh lebih baik ketimbang manusia yang selalu serakah dan mementingkan diri sendiri!" ucap Syifa dengan tajam ke arah Ibu Diana, sementara Zulaikha hanya diam membiarkan apa yang ingin adiknya itu ucapkan.


"dan yang sekarang anda lakukan jauh lebih buruk daripada seekor binatang,"


kalimat terakhir Syifa berhasil meruntuhkan air mata Ibu Diana, dadanya terasa sangat sesak mendengar semua yang dilayangkan gadis itu padanya.


Zulaikha mendekat ke arah Syifa dan menggenggam tangannya seolah-olah mengatakan kalau apa yang dilakukan sudah cukup.

__ADS_1


"Ibu cuma mau yang terbaik untuk kalian Nak, untukmu dan juga Defin,"


"tidak Bu! apa yang Ibu lakukan itu tidak benar. Apa hak Ibu sehingga mengusirku dari rumahku sendiri? dan lagi, aku tidak pernah mengganggu Mas Defin sedikitpun!" balas Zulaikha dengan lirih, walau dalam keadaan emosi sekalipun dia masih berusaha untuk menghormati mantan mertuanya.


Ibu Diana terdiam, dia menundukkan kepalanya dengan jemari yang saling bertautan. Hatinya merasa sakit dengan apa yang sedang terjadi saat ini, dia mulai berpikir kalau mungkin dia memang tidak perlu menyuruh Zulaikha untuk pergi dari tempat itu.


"Ibu tidak tau lagi harus bagaimana, Zulaikha. Ibu hanya ingin Defin bahagia dalam membina rumah tangganya, walaupun bukan bersama mu,"


ucapan yang keluar dari mulut Ibu Diana berhasil mencubit hati Zulaikha, dia kembali mengingat kenangan-kenangan pahit yang telah terjadi dalam rumah tangganya.


"Lantas, jika Anda ingin anak dan menantu Anda hidup bahagia. Kenapa Anda mengusik kehidupan orang lain? jelas-jelas Mbak Zulaikha tidak pernah berurusan lagi dengan putra anda!" Syifa benar-benar merasa sangat kesal, bahkan dia sedang berusaha keras untuk menahan amarahnya yang sebentar lagi akan pecah.


"tapi Defin masih selalu memikirkan Zulaikha, dia jadi bersikap dingin pada Agnes-"


"lalu, Anda menyalahkan Mbak Zulaikha untuk semua itu? kenapa tidak Anda tanya saja pada putra kesayangan Anda?" potong Syifa, dia sudah hampir mengangkat tangannya untuk mencakar wajah Ibu Diana.


Zulaikha menahan tangan Syifa yang sudah terangkat beberapa senti, dia lalu beralih kearah Ibu Diana yang masih berdiri tepat dihadapannya.


"Zulaikha, Ibu tidak bermaksud seperti itu. Ibu hanya ingin kalau kalian hidup tenang dengan kehidupan kalian masing-masing," lirih Ibu Diana.


"manusia tidak akan hidup tenang jika masih saja mendzolimi orang lain!"


tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang sedang berdiri diambang pintu, membuat semua orang melihat kearah pria tersebut.


"Ammar?" gumam Zulaikha, dia terkejut saat melihat Ammar dan Ibunya sedang berdiri di depan pintu.


"tante cantik!" teriak Aziz sembari berlari ke arah Zulaikha, sementara Zulaikha yang masih terkejut cepat-cepat merentangkan tangannya agar bocah kecil itu bisa memeluknya. Zulaikha juga menjongkokkan tubuhnya agar bisa memeluk anak tampan itu.


"tante-tante, ayo kita main mobil-mobilan kerumah uncle Yusuf!" ajak Aziz sembari melingkarkan tangannya dileher Zulaikha, sementara Zulaikha langsung menggendong tubuh Aziz dan mengecup pipinya.

__ADS_1


"jadi Aziz datang ke sini untuk menjemput tante?" tanya Zulaikha.


Untuk sebentar saja suasana yang tadinya tegang bisa sedikit menghangat karna kehadiran bocah kecil itu, terutama Zulaikha yang merasa lebih baik saat ini.


"iya tante, aku minta Papa untuk datang kerumah tante," jawab Aziz, lalu Zulaikha beralih melihat kearah Ammar yang sedang tersenyum kearahnya.


"Maaf ya Zulaikha, kedatangan kami sudah mengganggu kalian," ucap Ibu Dijah, dia merasa tidak enak hati dengan mereka semua yang tampak masih saling bersitegang. Apalagi tadi putranya ikut campur dengan masalah mereka.


Zulaikha mendekat kearah Ibu Dijah dan menyalim tangannya, "tidak kok Bu, kami tidak merasa terganggu," jawab Zulaikha dengan ramah.


Ibu Diana terus memperhatikan apa yang Zulaikha lakukan dengan orang-orang yang tidak dia kenal, pikirannya sedang bertanya-tanya siapakah mereka yang selama ini tidak pernah sekalipun dikenalkan oleh Zulaikha.


"maaf Ibu Diana, kami sedang ada tamu. Jadi, silahkan. Pintu keluarnya ada di sebelah sana!" Syifa menunjuk tepat ke arah pintu membuat semua orang kaget dengan pengusiran yang dia lakukan.


"Syifa!" seru Zulaikha, dia merasa tidak enak dengan apa yang dilakukan sang adik, apalagi saat ini ada keluarga Ammar yang memperhatikan mereka.


"ka-kalau gitu Ibu permisi dulu, Zulaikha. Assalamu'alaikum," ucap Ibu Diana sembari melangkahkan kakinya ke arah luar diikuti pandangan semua orang.


"Ibu tidak perlu khawatir mengenai Mbak Zulaikha, saya yang akan membawanya pergi dan akan memastikan kalau Anda sekeluarga tidak bisa lagi melihat keberadaannya!"


Zulaikha yang akan mengejar langkah Ibu Diana mendadak jadi diam saat mendengar apa yang Ammar ucapkan, begitu juga dengan semua orang yang ada ditempat itu. Mereka melihat tajam ke arah Ammar dengan penuh tanda tanya, sementara Ibu Diana kembali membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Ammar.


"siapa Anda?"




__ADS_1


TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 🥰


__ADS_2