Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 53. Calon Suami Zulaikha


__ADS_3

Saat ini, Ibu Diana sedang diperiksa oleh Dokter pribadi keluarga mereka. Terlihat Defin dan Ayah Rasyid menunggu hasil pemeriksaan wanita paruh baya itu dengan khawatir, sementara Agnes sedang duduk santai disofa sembari memainkan ponsel untuk melihat-lihat akun media sosialnya.


"bagaimana Dokter, apa istriku baik-baik saja?" tanya Ayah Rasyid, dia duduk di samping sang istri sembari menggenggam tangannya.


"istri anda baik-baik saja Pak, beliau hanya terlalu lelah dan juga banyak pikiran. Usahakan untuk tidak menambah beban pikirannya lagi," jelas Dokter itu, kemudian dia menuliskan resep obat yang harus diminum oleh Ibu Diana.


Ayah Rasyid dan Defin bernapas lega saat mendengar hasil pemeriksaan, lalu tidak berselang lama terlihat Ibu Diana mulai sadar dan membuka kedua matanya.


"apa Ibu mau minum?" tanya Defin dengan lembut, dia mengusap keringat yang ada dikening sang Ibu dengan sayang.


Ibu Diana menggelengkan kepalanya untuk menolak tawaran Defin, dia lalu mencoba bangkit dengan dibantu oleh Ayah Rasyid dan juga putranya.


"istirahat saja Bu, kondisi Ibu belum pulih!" seru Ayah Rasyid, tetapi istrinya menggelengkan kepala dan tetap ingin duduk.


Defin menyerahkan segelas air untuk Ibunya dan membantu Ibunya itu untuk minum, lalu dia kembali meletakkan gelas yang tadi dia pegang ke atas meja.


Ibu Diana lalu memegang tangan Defin saat Defin ingin beranjak bangun dari ranjang, dia lalu menyuruh putranya itu untuk tetap duduk di sampingnya.


"Nak, Ibu ingin bicara sesuatu padamu!" lirih Ibu Diana, dia melirik kearah Agnes yang sedang duduk disofa.


"sebaiknya Ibu istirahat dulu, kita bicara nanti saja ya," tahan Defin, dia tidak mau kalau Ibunya kembali pingsan karna beban pikiran yang sedang dia rasakan.


Ibu Diana menggelengkan kepalanya, "Ibu mau mengatakan tentang Zulaikha padamu," ucap Ibu Diana kemudian membuat Defin mengerutkan keningnya. Kini dia yakin kalau telah terjadi sesuatu antara keluarganya dan juga Zulaikha.


Agnes yang mendengar nama Zulaikha disebut langsung menatap tajam kearah mereka, dia merasa kesal karna mertuanya kembali mengungkit masalah wanita itu.


"awas saja kalau dia membawa-bawa namaku, aku akan memasukkan racun ke dalam makanannya itu!" Agnes menajamkan pendengarannya agar mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Zulaikha pergi karna permintaan Ibu, Nak. Ibu yang menyuruhnya untuk meninggalkan tempat ini agar kalian tidak bisa lagi saling bertemu,"


"apa? ap-apa maksud Ibu?" tanya Defin dengan tajam, dia sampai berdiri karna merasa terkejut dengan apa yang Ibunya sampaikan.

__ADS_1


"sudahlah Bu, kita bahas masalah ini nanti. Ibu harus istirahat dulu!" ucap Ayah Rasyid, dia tidak mau kondisi istrinya kembali turun.


Ibu Diana tetap bersikukuh untuk mengatakannya hari ini juga, dia tidak mau mengulur waktu dan menyebabkan pertengkaran antara Defin dan juga Agnes.


Kemudian Ibu Diana menceritakan semua hal yang telah dia lakukan pada Zulaikha, termasuk perihal pengakuan Ammar mengenai statusnya sebagai calon suami wanita itu.


Defin merasa terkejut saat mendengar semua cerita Ibunya, dan yang paling mengguncang jiwanya adalah saat Ibunya mengatakan bahwa Zulaikha sudah mempunyai calon suami.


"I-Ibu, tidak bercanda kan?" tanya Defin dengan terbata-bata, tampak jelas raut kaget dan juga tidak percaya diwajah lelaki itu.


"Ibu serius Nak, Zulaikha sudah mempunyai calon suami. Bahkan calon suaminya itu sudah membawa keluarganya untuk menemui Zulaikha.


Defin mengepalkan kedua tangannya saat mendengar berita mengejutkan lainnya yang keluar dari mulut sang Ibu, "siapa? siapa calon suaminya?"


Pikiran Defin sudah tertuju pada pengacara yang pernah mendampingi Zulaikha saat mengurus perceraian mereka, dia dapat melihat tatapan memuja lelaki itu pada mantan istrinya.


"kenapa? kau penasaran dengan calon suaminya?" sambar Agnes, ucapannya itu berhasil mengobarkan api amarah yang sedang membakar dada Defin.


"diam kau! aku tau kalau semua ini adalah ulahmu, Agnes!" balas Defin dengan tajam, matanya berkilat penuh emosi saat melihat kearah istrinya itu.


"kenapa kau menyalahkanku, bukannya kau sudah dengar kalau Ibumu itu yang mengusirnya!" ucap Agnes.


Ayah Rasyid yang sejak tadi diam mulai diliputi amarah saat mendengar ucapan Agnes, wanita itu seenaknya saja menyalahkan istrinya padahal semua yang dilakukan Ibu Diana atas dasar permintaannya.


"jaga mulutmu-" Ayah Rasyid tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tangannya dicengkram kuat oleh sang istri, dia lalu melihat kearah Ibu Diana yang menggelengkan kepalanya seakan-akan tidak memperbolehkan suaminya untuk melanjutkan apa yang akan dia katakan.


"sudahlah, kau memang akan selalu menyalahkanku untuk semua hal!" seru Agnes sembari melangkah keluar dari kamar, dia merasa kesal dengan mereka yang tetap saja memikirkan Zulaikha walaupun wanita itu sudah berada dibelahan dunia lain.


Agnes lalu mengambil ponselnya dan menelpon Rio, dia ingin bersenang-senang dengan lelaki itu untuk menghilangkan rasa kesalnya saat ini.


Sementara Defin yang melihat kepergian Agnes benar-benar dibakar api amarah, ingin rasanya dia mengahancurkan seluruh barang-barang yang ada dikamar itu seandainya tidak ada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Nak, kenapa kau terus bertengkar dengan istrimu? suami istri itu tidak boleh terus-terusan seperti itu!" ucap Ibu Diana, sementara Ayah Rasyid hanya diam karna malas membahas tentang Agnes.


"bagaimana mungkin kami tidak bertengkar, Bu? Ibu lihat sendiri bagaimana sifatnya, aku yakin sekali kalau dia yang menjadi dalang untuk kepergian Zulaikha!" ucap Defin dengan tajam, dadanya naik turun karna emosi yang benar-benar memenuhi hatinya saat ini.


"bukannya wanita itu pilihanmu?" ucap Ayah Rasyid tepat menancap ke hati Defin, dia terdiam karna tidak bisa membalas ucapan sang Ayah.


"wanita itukan, yang selama ini kau perjuangkan? bahkan kau tega menjadikan wanita sebaik Zulaikha sebagai istri kedua!" tambah Ayah Rasyid kembali, untuk pertama kalinya dia mengungkit masa lalu putranya.


"sudahlah Yah, yang berlalu biarlah berlalu!" Ibu Diana melihat kearah suaminya dengan sayu, dia tidak mau lagi semakin menambah masalah saat ini.


"Memang begitu seharusnya! yang lalu biarlah berlalu, jadi sekarang silahkan kau nikmati waktumu bersama istri tersayangmu itu!" Ayah Rasyid langsung turun dari ranjang dan keluar meninggalkan anak dan istrinya, dia sudah berusaha keras untuk menekan amarahnya saat melihat menantu kurang ajarnya berani berbicara kasar dihadapannya.


"kau bodoh sekali Defin, kau membuang sebuah permata indah dan langkah hanya demi sebongkah kerikil yang bahkan tidak ada harganya sama sekali!" lirih Ayah Rasyid sembari terus melangkahkan kakinya.


Sementara Defin dan Ibu Diana terdiam dikamar itu, mereka merasa tercubit saat mendengar apa yang Ayah Rasyid ucapkan.


"siapa, Bu? siapa calon suami Zulaikha?" Defin kembali bertanya pada sang Ibu mengenai apa yang wanita paruh baya itu katakan tadi, terlihat Ibu Diana menghela napas kasar saat mendengar pertanyaan putranya.


"namanya Muammar Al-Fateeh, Ibu rasa-"


"Muammar Al-Fateeh?" potong Defin, dia lalu melihat tajam kearah sang Ibu yang dibalas dengan anggukan kepala wanita paruh baya itu.


"Mu-Muammar Al-Fateeh? di-di-dia calon su-su-suaminya?"





TBC.

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Yuk komen banyak-banyak, supaya aku semangat untuk up banyak Bab hari ini 🤗


__ADS_2