Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 99. Sean Pranata


__ADS_3

"aku akan pergi kerumah sakit, kalau kau juga ikut bersamaku!"


"Apa?" Sita terkejut saat mendengar apa yang lelaki itu ucapkan, dia tidak mengerti kenapa dia harus ikut dengan lelaki tersebut.


"benar, Nona! Anda harus ikut kerumah sakit, karna gara-gara anda, Tuan ini mengalami kecelakaan,"


Sita yang akan membantah ucapan lelaki itu tidak jadi membuka suara saat salah satu orang yang ada ditempat itu angkat bicara, disusul dengan yang lainnya juga, yang ikut membenarkan apa yang dikatakan oleh orang tersebut.


Sita menghela napas kasar, tanpa mengatakan apapun, dia naik ke dalam ambulance dan duduk di samping lelaki yang sedang terbaring di atas banker.


"ku pikir kau tidak mau ikut, honey!"


Sita melotot dengan tajam saat mendengar ocehan lelaki itu, dia lalu memalingkan wajah karna enggan untuk menanggapi apa yang lelaki itu ucapkan.


"aku yakin kau benar-benar Sofia, dan aku tidak mungkin salah!" lelaki itu terus memandangi wajah Sita walaupun orang yang dia pandangi merasa tidak nyaman dan kesal.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, akhirnya tiba juga mereka disebuah rumah sakit. Para petugas medis langsung membawa korban kecelakaan ke ruang UGD dan langsung mendapat penanganan dari Dokter yang ada dirumah sakit itu.


"semoga dia baik-baik saja," gumam Sita sembari mendudukkan tubuhnya kesebuah kursi, walaupun dia merasa kesal dengan kelancangan lelaki itu. Tapi dia juga merasa bersalah, karna dialah yang menyebabkan lelaki itu mengalami kecelakaan.


Tiba-tiba, terdengar suara ponsel Sita yang berada di dalam tas sedang berbunyi. Dengan cepat, Sita mengambil benda pipih tersebut dan menjawab panggilan dari Zulaikha.


"Assalamu'alaikum, Mbak!" ucap Sita setelah menjawab panggilan dari sang Kakak.


"wa'alaikum salam, Dek! kau lagi di mana?" tanya Zulaikha disebrang telpon, terdengar suaranya sedikit gelisah saat ini.


"Aku ...." Sita merasa ragu untuk menjawab pertanyaan dari Zulaikha, dia takut kalau sang Kakak akan merasa khawatir saat mengetahui dia sedang berada dirumah sakit.


"Sita! apa kau mendengar Mbak?"


"i-iya Mbak, aku sedang berada dirumah sakit," walaupun merasa ragu, Sita tetap mengatakan keberadaannya pada Zulaikha.


"ya Allah, apa yang terjadi Dek? apa kepalamu terasa sakit? atau, atau ada sesuatu yang terjadi?" Zulaikha benar-benar terdengar sangat khawatir, bahkan Sita bisa mendengar kalau saat ini Kakaknya itu sedang mengajak Ammar untuk pergi kerumah sakit saat ini juga.


"tunggu, Mbak! tidak terjadi apa-apa padaku," ucap Sita dengan cepat, dia mencoba untuk menenangkan sang Kakak yang pastinya sudah kalang kabut dirumahnya.

__ADS_1


"aku hanya sedang mengantar seseorang, Mbak!" lanjutnya kemudian, terdengar suara helaan napas lega dari Zulaikha saat mendengarnya.


"mengantar seseorang? siapa dia?"


Mendengar pertanyaan Zulaikha, Sita langsung saja menceritakan kejadian yang baru saja dia alami. Dia juga mengatakan kalau dia harus bertanggung jawab karna telah menyebabkan kecelakaan pada orang lain.


"innalillah, semoga tidak terjadi sesuatu padanya," ucap Zulaikha setelah Sita selesai menceritakan semuanya.


"insyaallah, Mbak!"


"kalau begitu, kau tunggu saja disitu, biar Mbak dan Mas Ammar datang ke sana," ucap Zulaikha selanjutnya.


"tidak perlu, Mbak! biar aku yang menyelesaikan semuanya,"


"tidak perlu bagaimana, Dek? kau itu Adik Mbak, dan menjadi tanggung jawab Mbak. Jadi biar Mbak dan Mas Ammar yang mengurusnya! pokoknya kau tunggu saja disitu, assalamu'alaikum," ucap Zulaikha dengan cepat.


"baiklah Mbak, aku akan menunggu Mbak! wa'alaikum salam," balas Sita sebelum mematikan panggilan telpon mereka.


Sita lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding sembari menatap lurus kearah pintu, "hah, kenapa aku selalu saja merepotkan Mbak Zulaikha, ya Allah?"


Sementara itu, ditempat lain terlihat Zulaikha dan Ammar sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Terlihat jelas raut khawatir diwajah mereka saat memikirkan keadaan Sita.


"kenapa sekhawatir itu, Sayang? aku yakin kalau Sita pasti baik-baik saja," ucap Ammar, dia memalingkan wajahnya kearah Zulaikha untuk sesaat.


"aku hanya khawatir kalau Sita kembali sakit, Mas! dan aku juga khawatir dengan keadaan lelaki yang mengalami kecelakaan itu," jawab Zulaikha, dia takut kalau Sita kembali sakit seperti dulu.


"insyaallah semuanya akan baik-baik saja, Sayang! yakinlah," balas Ammar kemudian.


Zulaikha tersenyum simpul, walaupun hatinya merasa gelisah, dia harus tetap yakin kalau semuanya pasti baik-baik saja.


Tidak berselang lama, mobil Ammar sudah sampai dihalaman rumah sakit. Ammar segera memarkirkan mobilnya dan berlalu masuk untuk menemui Sita yang saat ini sedang berada di depan ruang UGD.


"Assalamu'alaikum, Dek."


Sita menoleh kearah sumber suara dan langsung bangkit saat melihat keberadaan Zulaikha dan juga Ammar. "Wa'alaikum salam, Mbak!"

__ADS_1


"bagaimana Dek? semuanya baik-baik sajakan? kau tidak terluka kan?" tanya Zulaikha dengan menggebu-gebu, dia memeriksa tubuh Sita untuk memastikan kalau Adiknya itu tidak terluka.


"aku tidak terluka Mbak, Mbak tidak perlu khawatir," jawab Sita.


Zulaikha merasa lega saat melihat keadaan Sita secara langsung, dia lalu mengajak Sita dan Ammar untuk duduk dikursi yang tadi diduduki oleh Sita.


"lalu, bagaimana dengan lelaki itu, Sita?" tanya Ammar sembari melihat kearah ruang UGD yang masih tertutup rapat.


Sita menggelengkan kepalanya. "Dia belum selesai diperiksa, Mas! semoga saja tidak terjadi sesuatu padanya."


Zulaikha dan Ammar mengaminkan ucapan Sita, mereka berharap agar pintu ruangan UGD segera terbuka dan membawa kabar baik mengenai keadaan lelaki tetsebut.


setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pintu ruangan itu terbuka juga. Sita dan kedua Kakaknya langsung menghampiri seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu.


"bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya Sita, dia sedikit merasa cemas karna hampir satu jam ruangan itu baru terbuka.


"keadaan Tuan Sean baik-baik saja, Nona! walaupun dia kehilangan banyak darah, tetapi kondisinya saat ini sudah baik-baik saja," jawab Dokter tersebut, dia lalu memerintahkan perawat untuk memindahkan pasiennya ke dalam ruang perawatan.


"alhamdulillah, syukurlah kalau keadaannya baik-baik saja Dokter," Zulaikha merasa lega dengan apa yang Dokter itu katakan, begitu pula Sita yang sejak tadi sudah diliputi oleh kekhawatiran.


"Tuan Sean? maksud anda Tuan Sean Pranata?" tanya Ammar pada Dokter tersebut.





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk, ke karya teman aku! Dijamin seru dan bikin kalian betah buat baca 😍


__ADS_1


__ADS_2