Cinta Terakhir Zulaikha

Cinta Terakhir Zulaikha
Bab. 102. Siapa Sita?


__ADS_3

"dia adalah adikku, adik kesayanganku yang terpisah dariku 7 tahun yang lalu,"


Ammar dan Rafa terpaku ditempat mereka karna benar-benar terkejut dengan pengakuan yang diucapkan oleh Sean, bahkan mereka sampai menatap tajam kearah lelaki itu karna tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan.


"mungkin, mungkin mereka hanya sekedar mirip, Tuan! saya rasa-"


"Mirip kau bilang?" Sean bangkit dari duduknya dan menatap tajam kearah Ammar, wajahnya tampak merah padam karna sedang menahan emosi karna ucapan lelaki itu.


"bagaimana mungkin kau mengatakan mereka mirip? jelas-jelas dia adalah adikku, dia adikku!" Sean menekankan setiap kata-katanya dengan emosi tertahan, tangannya mengepal kuat karna merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Ammar.


"jika benar Sita adalah adik anda, mengapa dia tidak mengenal anda?" Rafa juga tampak sedikit emosi saat ini, dia tidak bisa sembarangan mempercayai seseorang yang mengaku sebagai kakak dari adik iparnya Ammar walaupun dia pengusaha sukses nomor 1 dinegara ini.


"Tanya pada istrinya, tentang apa yang sudah terjadi pada adikku!" Sean melirik kearah Ammar untuk menyuruh mereka bertanya pada istri lelaki itu.


"setelah itu, aku akan datang kerumahmu. Aku akan membawa adikku untuk ikut bersamaku," sambung Sean dengan penuh penekanan, tidak ada lagi ucapan formal yang keluar dari bibir lelaki itu.


Ammar dan Rafa kembali terkejut dengan apa yang lelaki itu ucapkan, bahkan kali ini Ammar ikut tersulut emosi melihat Sean yang hanya memikirkan dirinya sendiri.


"anda tidak bisa seperti itu, Tuan! belum tentu kalau Sita itu adalah adik anda! lagipula, foto ini belum bisa menjadi bukti kuat kalau dia adalah adik anda!" ucap Ammar, walaupun dia sudah merasa emosi, tetapi Ammar masih bisa menahan tutur katanya agar tidak menyakiti lawan bicaranya.


"Ambil darahnya! maka kau akan melihat dengan jelas bahwa dia benar-benar adikku!" Sean bangkit dan berjalan cepat kearah pintu, dia lalu membuka pintu ruangan itu dan berbalik melihat kearah Ammar dan juga Rafa.


"Aku akan menunggu kabar dari kalian!" Brak, Sean keluar dan menutup pintu ruangannya dengan keras, dia meninggalkan Ammar dan Rafa yang masih terpaku ditempat mereka berdiri saat ini.


"ini tidak bisa dibiarkan, Ammar! kita harus segera bertanya pada Zulaikha tentang semua ini," ucap Rafa, dan dibalas dengan anggukan kepala Ammar.


Ammar dan Rafa segera keluar dari ruangan itu dan kembali ke perusahaan mereka, saat ini mereka harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Sita melalui Zulaikha.


"kita tidak bisa membahas masalah ini dirumah, jadi aku menyuruh Zulaikha untuk datang keperusahaan," ucap Ammar setelah selesai mengirim pesan melalui aplikasi hijau pada sang istri.


Rafa menepuk bahu Ammar yang sedang mengemudikan mobil. "itu bagus, kita harus mengetahui semuanya sebelum Sean mengambil tindakan!"


Ammar menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Rafa, dia lalu menekan pedal gasnya dan melaju kencang menuju perusahaan.


Zulaikha yang saat ini sedang mencoba gaun resepsi pernikahannya sedikit terkejut dengan pesan yang baru dia terima dari Ammar, dia merasa aneh karna tidak biasanya suaminya memintanya untuk datang perusahaan.


"ada apa Sayang? kenapa kau malah melamun?" Mama Dijah yang sedang duduk di samping Zulaikha merasa heran saat Zulaikha tidak menjawab pertanyaannya.


"em ... itu Ma, aku mau pergi sebentar!" pamit Zulaikha, dia segera melepas gaun yang saat ini sedang melekat ditubuhnya.


"kau mau ke mana, Zulaikha? tidak baik bepergian saat seperti ini!" ucap Mama Dijah, besok acara resepsi pernikahan Ammar dan Zulaikha akan digelar, jadi Mama Dijah gakut terjadi sesuatu jika saat ini bepergian.

__ADS_1


"insyaallah tidak akan terjadi apa-apa, Ma! lagipula, aku akan pergi menemui Mas Ammar!" ucap Zulaikha, dia mencoba untuk menenangkan Ibu Mertuanya sekaligus memberitahu kalau dia akan pergi keperusahaan.


"kenapa? apa terjadi sesuatu pada Ammar?" Mama Dijah mulai khawatir dengan keadaan Ammar, karna tidak biasanya Zulaikha pergi menemui Ammar.


"Tidak, Bu! Mas Ammar hanya merindukanku saja." Dengan malu-malu Zulaikha menunjukkan pesan yang dia terima dari Ammar.


"Assalamu'alaikum, Sayang lagi ngapain? Pasti lagi sibukkan? 🤭 tapi Sayang, saat ini aku sedang merindukanmu. Apa Sayang bisa datang menemuiku? aku akan menunggu dikantor! I love you 😘"


Mama Dijah menggelengkan kepalanya saat membaca pesan dari Ammar, sementara Zulaikha menundukkan kepalanya karna malu dengan apa yang dilakukan dengan Ammar.


"dasar anak ini! bisa-bisanya dia mengirim pesan seperti ini!" omel Ibu Dijah.


"Bik, tolong bilang ke Pak Yusri untuk mengantar Nyonya Zulaikha keperusahaan!" perintah Ibu Dijah pada salah satu pembantu yang bekerja dirumahnya, pembantu itu lalu menganggukkan kepala dan berlalu pergi.


Zulaikha tersenyum simpul melihat apa yang dilakukan Ibu Dijah, walaupun mulut wanita paruh baya itu terus menggerutu, tetapi dia tetap mengizinkan Zulaikha untuk pergi.


"kau tidak boleh pergi sendirian, dan langsung kabari Ibu kalau sudah sampai perusahaan!" ucap Ibu Dijah kemudian.


Zulaikha menganggukkan kepalanya. "terima kasih, Bu! aku akan menelpon Ibu kalau sudah sampai sana."


Zulaikha menyalim tangan Ibu Dijah dan berlalu keluar dari ruangan itu, dia lalu mengambil dompet dan tas untuk dibawa pergi keperusahaan.


15 menit kemudian, mobil yang dinaiki oleh Zulaikha sudah tiba diperusahaan. Dia segera turun dan berlalu masuk untuk menemui Ammar yang sudah menunggu diruangan.


"selamat siang, Nyonya,"


"siang Nyonya,"


beberapa karyawan yang melihat kedatangan Zulaikha memberikan salam padanya, walaupun waktu itu dia cuma beberapa hari berada diperusahaan, tetapi para karyawan sudah ingat dengan wajahnya. Apalagi kini dia sudah menikah dan menjadi istri dari pimpinan mereka.


"selamat siang juga!" Zulaikha membalas sapaan mereka dengan senyum canggung, dia merasa malu dan tidak pantas diperlakukan seperti itu oleh semua orang.


"Assalamu'alaikum, Mas!" Zulaikha membuka pintu ruangan Ammar, dan melihat Ammar sedang duduk dengan Rafa di atas sofa.


"Wa'alaikum salam, Sayang, kau sudah sampai!" Ammar bangkit, dan mendekati Zulaikha yang sedang berjalan kearahnya, Ammar tampak sangat bahagia melihat Zulaikha ada diperusahaan.


Zulaikha lalu duduk di samping Ammar, dia tersenyum manis dengan Rafa yang sedang duduk tepat dihadapannya.


"Apa kalian sedang sibuk?" Zulaikha melihat ada banyak kertas berserakan di atas meja, dengan cepat Ammar dan Rafa segera menyingkirkan kertas-kertas itu yang memang tadinya sedang diperiksa oleh mereka.


"tidak, Sayang! kami tidak terlalu sibuk,"

__ADS_1


"benar!"


Ammar dan Rafa saling lirik untuk menyamakan suara, mereka lalu meletakkan kertas-kertas itu ke atas meja kerja Ammar.


"kalau sedang sibuk, aku tidak akan mengganggu!"


"tidak, Zulaikha! kami tidak sibuk, justru ada sesuatu yang ingin kami tanyakan padamu," ucap Rafa, dia kini sudah kembali duduk dihadapan Zulaikha.


"bertanya sesuatu?" tanya Zulaikha, dia melirik kearah Ammar seolah sedang meminta jawaban dari lelaki itu.


"Benar, Sayang! selain aku merindukanmu, ada sesuatu juga yang ingin kami tanyakan padamu."


Zulaikha menganggukkan kepalanya. "tanyakan saja, kalau bia ku jawab, akan ku jawab!" Zulaikha tersenyum dengan simpul.


"sebenarnya siapa Sita? dan bagaimana kau bisa bertemu dengannya?"


deg, jantung Zulaikha seolah berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan dari Rafa.





Tbc.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Mampir juga yuk ke karya temen aku! dijamin keren dan seru 😍


Blurb.


Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.


Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.


Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.


Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.


Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.

__ADS_1


Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?



__ADS_2