
Setelah mengetahui keadaan Ibu Diana dan juga Agnes, Zulaikha, Ammar dan juga Ridwan memutuskan untuk segera pamit dari rumah sakit.
Namun, saat baru saja akan mengucap salam. Ibu Diana memegang erat tangan Zulaikha membuat Zulaikha kembali duduk di samping ranjang, terlihat wanita paruh baya itu tidak ingin kalau Zulaikha pergi dari tempat itu.
Zulaikha yang mengerti arti pandangan mata Ibu Diana beralih melihat kearah Ridwan, sementara Ridwan sendiri merasa acuh dan tidak memperdulikan pandangan Zulaikha.
"Mas, aku ingin menemani Ibu di sini,"
karna Ridwan merasa acuh, Zulaikha memutuskan untuk bicara langsung pada Kakaknya membuat Ridwan langsung menatap tajam padanya.
Ibu Diana yang mendengar ucapan Zulaikha merasa sangat senang, senyuman lebar terbit dibibirnya yang pucat.
"sore ini keluarga besar kita akan datang, Zulaikha! keluarga Ammar juga akan tiba dirumah, mereka ingin segera menghalalkan hubungan kalian!"
Deg, jantung Defin dan kedua orangtuanya seketika berhenti berdetak saat mendengar ucapan Ridwan. Sementara Zulaikha dan Ammar menatap kearah Ridwan dengan penuh tanda tanya karna tidak tau-menau mengenai apa yang lelaki itu katakan.
"mungkin lain kali kau bisa kembali datang ke sini," ucap Ridwan kemudian, dia tetap menatap tajam kearah Zulaikha seakan-akan tidak ingin kalau Adiknya itu membantah ucapannya.
Zulaikha menghela napas kasar, dia lalu beralih melihat kearah Ibu Diana yang memandangnya dengab sayu, bahkan lama kelamaan air mata mulai menganak sungai dimatanya.
"besok aku akan datang lagi, Bu!" lirih Zulaikha, dia mencium tangan Ibu Diana seraya melepaskan genggaman tangan wanita paruh baya itu.
Setelah berpamitan, mereka bergegas keluar dari ruangan dengan Ridwan yang memimpin langkah mereka. Dia berjalan cepat kearah mobilnya berada membuat Zulaikha dan Ammar semakin dilanda kebingungan.
"Mas, apa tidak lebih baik-"
"apa? kau mau mengatakan kalau kau ingin menemani mantan mertuamu itu disini, Iya?"
Zulaikha dan Ammar tersentak kaget saat mendengar ucapan Ridwan, terutama Zulaikha yang baru pertama kali melihat Kakaknya seperti itu padanya.
"tidak, Mas! aku tidak bermaksud-"
__ADS_1
"apa kau tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi saat ini, Zulaikha? apa Mas harus menjelaskannya padamu?"
Zulaikha menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca saat menyadari kalau saat ini Kakaknya sedang marah padanya, walaupun dia tidak tau alasan dari kemarahan Ridwan padanya.
Ammar yang melihat kalau Ridwan sudah emosi tingkat dewa langsung menepuk bahu lelaki itu, dia tidak mau kalau sampai Ridwan lepas kendali dan menyakiti hati Zulaikha tanpa sengaja.
"istighfar, Mas! istighfar," lirih Ammar, dia melirik kearah Zulaikha seakan-akan memberitahu lelaki itu kalau apa yang dia lakukan membuat Zulaikha merasa sedih.
"Astaghfirullah!" Ridwan mengusap wajahnya dengan kasar, dia lalu mengusap kepala Zulaikha karna merasa bersalah dengan apa yang baru saja terjadi.
"maafkan Mas, Zulaikha! Mas tidak sengaja membentakmu!" ucap Ridwan.
Zulaikha yang mendengar ucapan Ridwan langsung mengangkat kepala dan menggelengkan kepalanya. "Mas gak perlu minta maaf karna Mas berhak marah jika aku melakukan kesalahan."
Ridwan semakin merasa bersalah pada Zulaikha karna melampiaskan segala amarahnya pada wanita itu, sementara Ammar memberikan sebuah sapu tangan pada Zulaikha untuk menghapus air mata wanita itu.
Kemudian Ridwan mengajak mereka untuk masuk ke dalam mobil, dia harus menceritakan alasan dari kemarahan yang tadi dia luapkan pada Zulaikha.
"Dek, Mas harap kau tidak terlalu dekat lagi dengan mereka. Mas tau kalau kau menyayangi mereka dan menganggap orangtua Defin sebagai orangtuamu sendiri, tetapi mereka itu benar-bukan manusia Dek. Bahkan mereka tidak punya hati sedikitpun!"
Kemudian Ridwan memilih untuk langsung menceritakan alasan dari semua yang dia ucapkan, bahkan sampai membuatnya benar-benar kesal dan marah pada mantan mertua Zulaikha.
Flashback
Ridwan yang berniat untuk mencari Ammar dan juga Zulaikha kembali kekamar Ibu Diana saat merasa kalau kunci mobilnya tertinggal, tetapi pada saat baru akan membuka pintu, tidak sengaja dia mendengar percakapan antara Ibu Diana dan juga suaminya.
"jangan melakukan hal itu, Bu! Ayah tidak setuju!" Ayah Rasyid menentang keras ucapan istrinya membuat Ibu Diana terisak.
"aku yakin semuanya akan baik-baik saja, suamiku. Aku yakin kalau Zulaikha dan Defin masih saling mencintai, aku dapat melihat pancaran cinta itu dari mata mereka,"
"dulu, Bu. Itu dulu! sebelum Zulaikha menjalin hubungan dengan Ammar, apa kau tidak bisa melihat kalau saat ini pandangan Zulaikha hanya tertuju pada lelaki itu?"
__ADS_1
Tubuh Ridwan bergetar dengan tangan terkepal erat saat mendengar semua percakapan dua orang yang sedang berada di dalam ruangan, dia ingin sekali membuka pintu itu dan langsung mencaci makinya jika saja dia tidak ingat kalau saat ini dia sedang berada di rumah sakit.
"tapi bagaimana dengan Defin, Yah? bagaimana dengan putra kita?"
Terdengar suara Ibu Diana semakin terisak membuat darah Ridwan semakin mendidih, dia benar-benar tidak bisa bersimpati lagi pada keluarga itu.
"kau bertanya bagaimana putra kita? tentu saja dia harus melupakan Zulaikha! karna apa yang terjadi saat ini, itu adalah pilihannya, kebodohannya!"
Terdengar jelas betapa kesal dan marahnya Ayah Rasyid melihat istrinya masih saja berpikir ingin membuat Zulaikha kembali pada Defin tanpa memikirkan kalau saat ini Zulaikha maupun Defin sudah memiliki pasangan masing-masing.
Brak, Ridwan yang sudah tidak tahan mendengar ucapan mereka memilih untuk langsung membuka pintu ruangan itu membuat Ibu Diana dan Ayah Rasyid terkejut saat melihat keberadaannya, sementara Ridwan berjalan lurus kearah kunci mobilnya yang terletak di atas meja.
"Nak Ridwan, kau-"
Ridwan langsung menyambar kunci itu dan berbalik keluar dari ruangan tanpa mengatakan sepatah katapun pada dua manusia yang masih mematung akibat terkejut melihatnya.
Namun, pada saat berada diambang pintu. Ridwan menghentikan langkah kakinya membuat Ibu Diana dan Ayah Rasyid semakin gelisah. Ridwan menolehkan kepalanya tanpa membalikkan tubuh bermaksud untuk mengatakan sesuatu pada mereka.
"aku menyesal telah memberitahu Zulaikha tentang keadaan kalian, aku juga menyesal telah membawanya ke sini!"
Ridwan kembali melanjutkan langkah kakinya tanpa menunggu jawaban dari mereka.
Flashback end
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 🥰
Maafkan aku yg jarang update 🥺 dikarenakan ada sesuatu hal yang benar-benar menguras emosi dan mental 🙏