
"sebenarnya siapa Sita? dan bagaimana kau bisa bertemu dengannya?"
deg, jantung Zulaikha seolah berhenti berdetak saat mendengar pertanyaan dari Rafa.
"ke-kenapa bertanya tentang Sita?" tanya Zulaikha kembali dengan tergagap, dia meremmas jemari tangannya karna merasa gelisah saat ini.
"begini, Sayang! ada sesuatu yang harus kami ceritakan padamu," Ammar langsung saja menceritakan segala hal yang terjadi, termasuk tentang apa yang diucapkan oleh Sean.
Zulaikha mendengarkan seluruh cerita Ammar dengan terisak membuat Ammar dan Rafa menjadi bingung, wanita itu kini tampak sangat sedih seolah-olah ada sesuatu hal yang membuatnya jadi seperti itu.
"itu sebabnya kami bertanya tentang Sita, Sayang! kami tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu dengannya," ucap Ammar setelah dia selesai menceritakan semuanya, terlihat Zulaikha sedang berusaha untuk meredam tangisannya saat ini.
"Sita, dia ... dia adalah seorang gadis yang dititipkan seseorang pada almarhum ayah," lirih Zulaikha, dia mencoba untuk menceritakan bagaimana Sita bisa tinggal bersamanya.
Flash back
Malam itu, hujan deras tengah melanda daerah perbatasan ibu kota. Zulaikha dan keluarganya sedang berada di dalam sebuah mobil yang dikendarai oleh Ridwan, mobil itu melaju dengan lambat karna jalanan menjadi sangat licin terkena air hujan.
Brak, tiba-tiba ada seseorang yang melempar mobil mereka dengan sesuatu hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Ridwan langsung menginjak rem dan melihat kearah belakang, begitu juga dengan Ayah Hendra yang sudah bersiap untuk keluar dari mobil.
"Tidak, Yah! jangan keluar!" Zulaikha menahan tangan sang Ayah yang akan keluar dari mobil, dia takut kalau ada orang jahat disekitar sini.
"tidak apa-apa, Zulaikha! Ayah ingin melihat suara apa tadi," ucap Ayah Hendra, dia ingin memastikan benda apa yang menghantam mobilnya.
"tapi di sini sangat sepi Mas, dan tidak ada orang lain selain kita. Aku takut kalau-"
"istighfar, Ridwan! percaya saja pada Allah kalau Dia akan melindungi kita," potong Ayah Hendra dengan cepat, dia lalu membuka pintu dan berlalu keluar dari mobil.
Ridwan mengikuti langkah sang Kakak untuk melihat apa yang sedang terjadi, sementara Zulaikha tetap berada di dalam mobil sembari menjaga Syifa yang sedang tertidur dipangkuannya.
"Ya Allah, siapa sih yg melempar kayu sebesar ini?" Ridwan berjongkok dan mengambil sebatang kayu yang ukurannya lumayan besar dan menunjukkannya pada Hendra.
"Kayaknya ada orang disekitar sini." Ayah Hendra melihat ke sana kemari untuk mencari keberadaan orang yang melempar mobil mereka dengan kayu.
"dia pasti orang jahat, lebih baik kita segera pergi dari sini!" ajak Ridwan kemudian, dia takut terjadi sesuatu dengan mereka semua ditempat itu.
Ayah Hendra menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan apa yang Ridwan ucapkan, tapi, saat baru berbalik dan hendak masuk ke dalam mobil. Mereka berdua mendengar suara seseorang sedang minta tolong, membuat mereka berdua melihat kearah kanan.
__ADS_1
"apa kau mendengarnya?" tanya ayah Hendra, dia mencoba untuk semakin menajamkan pendengarannya untuk memastikan apa yang dia dengar tadi.
"i-iya Mas, aku mendengarnya," jawab Ridwan, dia juga mendengar suara seseorang sedang berteriak meminta tolong.
"cepat! kita harus mencarinya,"
"tidak, Mas! kita tidak tau dia siapa, dan aku yakin kalau dia pasti berniat jahat pada kita," tolak Ridwan, dia tidak mau mempertaruhkan nyawa dengan mencari orang tersebut.
"lalu bagaimana kalau tuduhanmu itu salah? kita juga bisa berdosa kalau tidak menolongnya, Ridwan!" balas Ayah Hendra.
Di tengah pertengkaran mereka, tampak dari arah kanan seorang lelaki sedang mendekati mereka. Dia merangkak menggunakan kedua tangannya agar bisa lebih dekat dengan Ridwan dan juga Hendra.
"to-tolong kami!"
Ayah Hendra dan Ridwan terjingkat kaget saat mendengar suara seseorang, mereka langsung melihat kearah sumber suara dan terkejut saat melihat seorang lelaki sedang merangkak mendekati mereka.
"Astaghfirullahal'azim!" Ayah Hendra dan Ridwan langsung berlari untuk menolong lelaki tersebut, terlihat lelaki itu sudah setengah sadar sembari terus mengucapkan kata tolong.
"ya Allah, bersabarlah, kami akan segera membawamu kerumah sakit!" ucap Hendra, matanya membulatnya sempurna saat melihat kondisi lelaki itu.
"Ti-tidak!"
"jangan takut, kami akan segera membawamu-"
"Di sana, di sana ada Nonaku yang harus kalian selamatkan!" Lelaki itu menunjuk ke arah sebuah pohon tak jauh dari tempat mereka saat ini.
Ayah Hendra dan Ridwan melihat kearah yang ditunjuk oleh lelaki itu, karna suasana sangat gelap, mereka tidak dapat melihat apapun ditempat yang dia tunjuk.
"a-aku mohon, selamatkanlah dia. Se-selamatkan Nonaku!"
"Tenanglah, kami akan menyelamatkan Nonamu." Ayah Hendra kembali berlari kearah mobil untuk mengambil senter agar mereka lebih mudah menemukan seseorang yang dimaksud oleh lelaki itu.
"Ayah, apa yang terjadi? ke-kenapa tangan Ayah penuh darah?" tanya Zulaikha dengan mata berkaca-kaca, dia takut kalau Ayahnya sedang terluka.
"Ada seseorang yang terluka, Zulaikha! ayo, kalian juga harus membantunya!" Ayah Hendra kembali keluar dari mobil dengan senter ditangannya.
Zulaikha dan Sita ikut keluar dari mobil dan mendekat kearah Ridwan, mereka sangat terkejut saat melihat seorang lelaki sedang terbaring di atas tanah dengan luka yang sangat parah disekujur tubuhnya.
__ADS_1
"de-dengar, aku ingin meminta bantuan kalian," ucap lelaki itu dengan terbata-bata, tangannya mencengkram kuat ujung jaket yang dipakai Ridwan membuat lelaki itu harus menunduk.
"bersabarlah, kami pasti akan-"
"tidak! a-aku mohon dengarkan aku. Tolong, tolong lindungi Nona muda," pinta lelaki itu dengan memelas, air mata terus mengalir deras diwajahnya yang berlumuran darah.
"lindungi? kami harus melindungi dari siapa?"
"banyak orang yang berniat jahat padanya, lindungi, dan sembunyikanlah dia. Jangan, jangan beritahukan keberadaannya pada siapapun!" lanjutnya lagi membuat semua orang sedikit bingung dengan ucapannya.
"Berjanjilah, berjanjilah kalian akan merahasiakan keberadaannya! aku, aku mohon!" Lelaki itu menangkupkan kedua tangannya di depan dada berharap Ridwan dan yang lainnya mengabulkan permintaannya.
"kami berjanji! kami berjanji akan merahasiakan semuanya!" ucap Ayah Hendra, dia mengikat janji pada lelali itu tanpa mengetahui identitas mereka.
"suatu saat nanti, akan ada seorang pria yang akan mencarinya, dia adalah Tuan muda kami, Kakak dari gadis yang harus kalian sembunyikan. Terima kasih, terima kasih untuk semuanya,"
"innalillahi wainnailaihi rajiun," ucap Ridwan seraya mengusap wajah lelaki itu agar kedua matanya tertutup.
"innalillahi wainnailaihi rajiun," ucap Zulaikha, Sita dan Ayah Hendra secara bersamaan, mata mereka berkaca-kaca karna merasa sedih melihat kondisi lelaki itu yang tampak sangat mengenaskan.
Kemudian Ayah Hendra dan Ridwan mencari keberadaan gadis yang dimaksud oleh lelaki tersebut, dan benar saja, mereka menemukan seorang gadis terluka parah sedang tergeletak di atas tanah.
"cepat, kita harus segera membawanya kerumah sakit!" ucap Ayah Hendra.
Ridwan menggendong gadis itu dan meletakkannya ke dalam mobil, dia lalu membantu Ayah Hendra untuk mengangkat lelaki yang sudah meninggal tersebut.
Flash back end.
•
•
•
Tbc.
Haloo readers kesayangan aku, terima kasih sudah setia membaca karya ini 🥰 aku sangat terharu karna kalian tetap setia pada Zulaikha 🥺 peluk jauh dari aku 🤗
__ADS_1
nah, cerita Zulaikha tinggal 1 bab lagi menuju tamat 🥳 tetap setia dan baca karya aku yang lainnya juga yah 🥰 sampai ketemu besok di bab terakhir dari kisah Zulaikha 🤗 bye bye 😘