
Setelah kepergian Ibu Diana, Agnes bersorak senang karna telah berhasil menjalankan misinya yang agung. Kini dia hanya tinggal menunggu hasilnya, apakah wanita paruh baya itu melakukan apa yang dia inginkan atau tidak.
Jika Ibu Diana melakukan apa yang dia inginkan, maka sudah pasti Zulaikha akan benar-benar merasa hancur dan tidak akan lagi muncul disekitar mereka atau malah akan benar-benar pergi dari wilayah itu.
Tetapi, jika Ibu Diana tidak melakukan apa yang dia inginkan. Maka dia sendiri yang akan mengusir paksa Zulaikha dengan mengancamnya perihal kematian janin yang ada dalam perutnya.
Sementara itu, Ibu Diana yang saat ini sedang berada dalam mobil bersama dengan suaminya terlihat sedang termenung. Dia sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan perihal keinginan Agnes, otaknya sedang bekerja keras mencoba untuk mencari jawabannya.
"jangan pernah melakukan apa yang Agnes inginkan!"
tiba-tiba suara Ayah Rasyid menghentikan paksa apa yang sedang Ibu Diana pikirkan, dia lalu beralih melihat kearah sang suami yang tetap memandang lurus ke depan.
"kau harus ingat, bahwa Zulaikha jauh lebih menderita daripada wanita itu!" lanjut Ayah Rasyid, dia sangat tidak setuju dengan apa yang diinginkan Agnes.
Ibu Diana menghela napas kasar, dia semakin terlihat bingung saat mendengar apa yang suaminya katakan.
"tapi Yah, mau sampai kapan hubungan Defin dan Agnes seperti itu? Ayah tau sendirikan kalau Defin sudah terlihat tidak mencintai Agnes lagi!" lirih Ibu Diana, dia tidak mau kalau sampai Defin mengalami kegagalan lagi karna masalah ini.
"bagus kalau Defin sudah tidak mau dengan wanita itu lagi, berarti Defin sudah jatuh cinta pada Zulaikha,"
tiba-tiba Ibu Diana tersentak kaget saat mendengar apa yang suaminya katakan, matanya melirik tajam ke arah sang suami yang masih fokus memperhatikan jalanan.
"apa maksudmu, Yah? apa kau pikir Zulaikha mau kembali lagi pada Defin?" seru Ibu Diana dengan cepat, dia tahu betul bagaimana kecewanya wanita itu pada sang putra.
"kembali atau tidaknya itu hanya masalah waktu Bu, yang penting kita menjaga hubungan baik dengan Zualikha. Lagipula mereka baru saja bercerai, tidak menutup kemungkinan kalau suatu saat nanti Zulaikha dan Defin akan bersatu kembali,"
"lalu bagaimana dengan Agnes? wanita itu sudah banyak menderita karna ulah kita, Yah. Dia bahkan sampai kehilangan anaknya sendiri, bagaimana mungkin kita tidak memperdulikannya!" ucap Ibu Diana, cukup sekali dia melakukan kesalahan dengan tidak merestui hubungan Defin dan Agnes serta menikahkan Defin dengan Zulaikha. Untuk kedepannya dia tidak mau lagi membuat kesalahan yang nantinya akan membuatnya kembali menyesal.
"jadi, kau mau menemui Zulaikha dan memintanya untuk pergi dari sini, begitu?"
__ADS_1
Ibu Diana terdiam dengan apa yang suaminya tanyakan, sejujurnya dia ingin agar Zulaikha yang menjadi menantunya sampai selamanya. Namun, hati kecilnya benar-benar merasa kasihan pada Agnes. Apalagi saat mengingat ucapan-ucapan Zulaikha yang sempat mengungkit masalah Agnes yang pasti juga menderita selama menjalin rumah tangga sebagai istri siri.
"aku pikir itu adalah pilihan yang tepat Yah, walau Zulaikha adalah wanita yang paling baik, tetapi saat ini Agnes lah yang menjadi pendampingnya," ucap Ibu Diana, dia telah mengambil keputusan bahwa dia akan menemui Zulaikha dan mengatakan apa yang Agnes inginkan.
"baiklah, jika menurutmu itu yang harus kau lakukan. Tapi ingat, jangan pernah menyesal dikemudian hari!" Ayah Rasyid sudah memberi penjelasan pada istrinya, jika istrinya tetap melakukan apa yang dia inginkan maka Ayah Rasyid tidak akan menghalanginya lagi.
****
Keesokan harinya, Ibu Diana sedang bersiap-siap untuk berkunjung kerumah Zulaikha. Dia terlihat mondar-mandir di depan rumah karna merasa gelisah dan tidak tenang dengan apa yang akan dia lakukan.
Ibu Diana menghirup napas dalam, dia lalu menghembuskannya dan berlalu keluar menuju rumah Zulaikha yang hanya berjarak beberapa meter saja dari rumahnya sendiri.
Ibu Diana memperhatikan Zulaikha dan kedua adiknya sedang merawat bunga-bunga mereka seperti mana biasanya, dengan sedikit ragu Ibu Diana melangkahkan kakinya kehalaman rumah wanita itu.
"Asaalamu'alaikum," ucap Ibu Diana sembari masuk ke dalam toko bunga Zulaikha.
"wa'alaikum salam," jawab Zulaikha dan kedua adiknya secara bersamaan, Zulaikha segera meletakkan bunga yang ada ditangannya dan beralih menyalim tangan Ibu Diana.
"alhamdulillah Ibu sehat Nak," jawab Ibu Diana, entah kenapa dadanya terasa sesak saat melihat senyum tulus wanita itu untuknya.
"sebentar ya Bu, aku mau buatin minum dulu,"
"tidak usah Nak, Ibu cuma mau ngomong sesuatu yang penting padamu,"
Zulaikha yang sudah berdiri kembali mendudukkan tubuhnya di samping Ibu Diana, dia memperhatikan wajah wanita paruh baya itu yang tampak serius dan sedikit pucat.
"kenapa Bu? apa ada masalah?" tanya Zulaikha, dia menggenggam kedua tangan Bu Diana yang saling bertautan membuat wanita paruh baya itu bertambah gelisah.
"i-itu Zulaikha, Ibu ingin membicarakan masalah Agnes," lirih Ibu Diana, sangking pelannya dia bicara, Zulaikha sampai harus memajukan kepalanya agar bisa mendengar apa yang wanita itu ucapkan.
__ADS_1
"Agnes? ada apa Bu? apa terjadi sesuatu padanya?" Zulaikha mulai merasa khawatir dengan keadaan wanita itu, apalagi saat ini Agnes masih berada dirumah sakit.
"tidak Nak, dia baik-baik saja, hanya-" Ibu Diana menggantung ucapannya karna tidak sanggup untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan.
Zulaikha semakin merapatkan duduknya agar Ibu Diana mengatakan apa yang ingun dia katakan, Zulaikha bahkan semakin mengeratkan genggaman tangannya saat merasakan kalau tangan Ibu Diana bergetar.
"tidak apa-apa Bu, katakan saja apa yang ingin Ibu katakan! aku pasti akan mendengarkan semuanya," ucap Zulaikha, matanya menatap lekat ke arah Ibu Diana yang juga sedang menatapnya.
"Zulaikha, Ibu tau kalau apa yang akan Ibu sampaikan ini pasti akan sangat menyakiti hatimu. Tapi percayalah Nak, Ibu hanya ingin yang terbaik untuk kita semua," lirih bibir Ibu Diana berucap yang langsung dibalas dengan anggukan kepala Zulaikha, dia meyakinkan Ibu Diana bahwa apapun yang akan dia ucapkan pasti Zulaikha akan mendengarnya.
"Ibu minta padamu untuk pergi dari sini Nak, Agnes tidak mau kalau kau dan Defin bertemu lagi," ucap Ibu Diana dengan pelan, sementara Zulaikha hanya diam mencoba untuk memahami maksud dari ucapan wanita paruh baya itu.
"maksudnya pergi dari sini, itu apa ya Bu?" tanya Zulaikha, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Ibu Diana.
"i-itu Zulaikha, Ibu mau kalau kau pindah dari tempat ini. Dan menjauh dari kehidupan Defin!"
Deg, rasanya ada sebuah balok besar yang menghantam dada Zulaikha membuatnya merasa sesak dan bahkan tidak bisa untuk bergerak. Hanya matanya saja yang melihat tajam ke arah Ibu Diana tanpa berkedip.
Ibu Diana beralih memeluk Zulaikha dengan erat, dia mengusap punggung wanita itu dengan tangis yang mulai membasahi pipi.
"maafkan Ibu, Nak. Kau pasti sangat kecewa mendengar hal ini, tapi Ibu tidak tau lagi apa yang harus Ibu lakukan. Maafkan Ibu, Nak. Maafkan Ibu!"
"kenapa Bu, kenapa kalian melakukan ini? kenapa kalian menyuruhku pergi dengan alasan Defin? apa lagi salahku pada kalian?"
•
•
•
__ADS_1
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 🥰