
Dua hari telah berlalu sejak pertemuan Syifa dan Atha dirumah Ammar, kini dua manusia itu sama-sama sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Seperti saat ini, Syifa sedang sibuk mengantar Zulaikha kesebuah klinik kecantikan. Dia diperintah oleh Ammar untuk memaksa sang Kakak agar mau dirileksasi oleh para karyawan yang ada diklinik tersebut, karna memang persiapan resepsi pernikahan benar-benar sangat melelahkan.
"kita ngapain ke sini sih, Dek?" tanya Zulaikha.
Syifa yang sudah membuka sabuk pengaman mobilnya mengurungkan niat untuk membuka pintu, dia lalu menatap kearah sang Kakak sembari menghela napas berat.
"sekali-sekali kita juga harus memanjakan diri, Mbak! salah satu caranya, yah pergi ketempat ini," jawab Syifa, dia bergegas untuk turun karna memang dia sedang dikejar waktu saat ini.
Zulaikha juga ikut turun dari mobil dan mengikuti langkah Syifa untuk masuk ke dalam klinik kecantikan itu, terlihat begitu banyak wanita-wanita yang sedang menikmati segala pelayanan yang diberikan ditempat tersebut.
"Waaah, kalian sudah datang?" seorang wanita berparas cantik dan seksi menyambut kedatangan Syifa dan Zulaikha yang sedang berdiri di depan pintu.
"Assalamu'alaikum, Kak Hanna!" ucap Syifa sembari tersenyum ramah pada wanita yang menyambut mereka.
"Wa'alaikum salam, aku sudah menunggu kedatanganmu, Syifa! dan, ini ...?" Hanna melihat kearah Zulaikha dengan penuh tanda tanya.
"Ah, iya. Ini Kakakku." Syifa langsung saja memperkenalkan Zulaikha pada Hanna.
Zulaikha tersenyum dengan ramah dan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Hanna, yang langsung dibalas oleh wanita cantik itu.
"Saya Hanna, senang berkenalan dengan anda." Balas Hanna, dia lalu melepaskan jabatan tangan mereka dengan senyum merekah diwajahnya.
"aku tidak menyangka kalau Ammar bisa menikah dengan wanita secantik ini, dia pasti sangat beruntung!" ucap Hanna kemudian sembari mempersilahkan Zulaikha dan Syifa untuk masuk ke dalam kliniknya.
"alhamdulillah, terima kasih untuk pujiannya, Nona!" balas Zulaikha.
__ADS_1
"tidak perlu memanggilku seformal itu, Kak. Panggil saja aku Hanna, dan aku boleh memanggil anda Kakakkan?" tanya Hanna kemudian.
"tentu saja, Hanna!"
Setelah obrolan ringan mereka, Hanna segera membawa Zulaikha dan Syifa untuk melakukan berbagai rileksasi yang dapat menenangkan, dan mengembalikan kesegaran tubuh.
Zulaikha menikmati segala pelayanan yang diberikan oleh para karyawan Hanna, semua otot-otot tubuhnya yang semula kaku, kini terasa lebih nyaman dan segar kembali.
Begitu pula dengan Syifa, sangking enaknya pijatan yang sedang dia rasakan. Dia sampai tertidur dan tidak sadar kalau Zulaikha sejak tadi berbicara padanya.
"astaghfirullah, pantas saja dipanggil dari tadi tidak nyahut. Lah, rupanya dia tidur!" ucap Zulaikha sembari terkekeh pelan melihat Syifa terpejam di sampingnya.
"Nona ini mungkin sangat lelah, Nyonya. Jadi sampai tertidur," kata salah satu karyawan yang sedang memijat tubuh Syifa.
"Benar, Mbak! Adik saya ini sangat lelah." Zulaikha mengusap kepala Syifa dengan penuh kelembutan, dia tau kalau Adiknya itu pasti sangat lelah mengurusi segala persiapan resepsi pernikahannya.
Hanna yang baru masuk ke dalam ruangan Zulaikha terpaku di depan pintu, dia merasa terharu melihat kasih sayang yang ditunjukkan Zulaikha untuk sang adik tercinta.
Tidak terasa, dua jam telah berlalu. Kini Zulaikha dan Syifa sudah selesai menikmati waktu rileksasi mereka dan memutuskan untuk langsung pulang kerumah Ammar.
"Dek, apa kau bisa menceritakan tentang Hanna?" tanya Zulaikha tiba-tiba saat mereka masih dalam perjalanan.
Syifa mengalihkan pandangannya sesaat kearah Zulaikha, dan kembali melihat lurus kearah jalanan.
"kenapa kau bisa mengenalnya?" tanya Zulaikha kembali, dia merasa sangat penasaran dengan sosok wanita cantik yang sempat bercerita tentang masa perkuliahannya dengan sang suami.
"aku tidak sengaja bertemu dengan Kak Hanna dikampus, Mbak! bertepatan saat Mas Ammar menemaniku untuk melakukan pendaftaran. Dan sejak saat itu, kami jadi sering bertemu. Aku juga sering bertanya mengenai masalah kampus dengannya," jawab Syifa tanpa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Zulaikha mengangguk-anggukkan kepala saat mendengar cerita dari Syifa, kini dia tau kalau ternyata Hannalah yang selama ini membantu sang Adik.
"emm, apa, apa Hanna juga sering bertemu dengan Mas Ammar?" Zulaikha kembali bertanya dengan sangat ragu-ragu, terdengar dari suaranya yang pelan dan terbata-bata.
"Kenapa? apa Mbak cemburu?" Syifa tersenyum simpul saat melihat wajah sang Kakak, terlihat jelas kalau Zulaikha sedang malu saat ini.
"bu-bukannya cemburu, Mbakkan hanya ingin tau saja!" Zulaikha terlihat salah tingkah dan mengalihkan pandangannya kearah samping, membuat Syifa merasa gemas dan lucu saat melihatnya.
"kau tidak perlu cemburu, Mbak! karna Mas Ammar sangat mencintaimu, dan selamanya akan tetap seperti itu," Syifa tau benar kalau Ammar memang sangat mencintai sang Kakak, karna itulah dia merasa sangat bersalah karna menyimpan perasaan untuk lelaki yang sangat mencintai Zulaikha.
Sementara itu, ditempat lain terlihat seorang gadis sedang berdiri dipinggir jalan. Dia yang akan menyebrang terlihat melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kendaraan yang sedang melintas.
Namun, saat gadis tersebut baru berjalan beberapa langkah. Tiba-tiba dari arah kanan, melaju sebuah kendaraan dengan sangat cepat hingga tidak sempat untuk menginjak rem saat melihat ada seorang wanita sedang berjalan dihadapannya.
Tiinnn ....!!!
Brak, suara hantaman mobil yang cukup keras terdengar menggema ditempat itu membuat beberapa orang yang ada disekitarnya langsung berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.
•
•
•
Tbc.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
__ADS_1
Mampir juga yuk, ke karya temen aku! dijamin seru dan bakal bikin kalian betah buat baca terus 😍😍