Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
mengantar Ani pulang ll


__ADS_3

mereka sudah duduk diruang keluarga sambil minum teh. sementara itu Ade sedang memanaskan mesin mobilnya


Ani kamu sudah siap" mama endang bertanya


sudah buk"


ayo duduk sini" mama endang menyuruh Ani duduk diantara mereka, Ani segera duduk


Ani, sampaikan salam bapak dan ibuk untuk kedua orang tuamu ya" katakan kepada mereka kami tidak bisa ikut karena kami akan ke Jogja hari ini juga" papa Ari bicara pada Ani


baik pak nanti akan Ani sampaikan kepada ibu dan ayah" saat mereka sedang ngobrol Ade masuk setelah memanaskan mobilnya


udah siap ani" Ade bertanya dan segera duduk meminum tehnya, Ade menatap Ani yang begitu cantik pagi ini dengan stelan baju muslimah nya


udah mas" Ani menjawab singkat sambil menundukkan wajahnya


de, hari ini kan hari Minggu kenapa kamu nggak bawa Gita sekalian untuk jalan2" mama endang membuyarkan tatapan Ade kepada Ani


nggak usah ma, dia lagi ada acara keluarga" Ade masih berbohong kepada mamanya, Ade masih belum ingin menceritakan bahwa dia dan Gita sudah tak ada hubungan lagi, Ade tak ingin mamanya sedih dan kecewa karena Ade tau mamanya Sangat menyukai Gita untuk menjadi menantu


ooo begitu ya, besok sekali2 kamu bawa dia jalan2 ke kebun kita"


iya deh ma" kalau begitu kami berangkat sekarang ya ma, pa, takut keburu hujan" kebetulan cuaca sedang mendung


yasudah sana kalian berangkat sekarang"


pak, buk, Ani pergi dulu" ani menyalami tangan papa Ari dan mama endang


iyaa kalian hati2 ya, jangan lupa sampaikan salam ibuk sama ibu kamu ya Ani,


iyaa buk, akan Ani sampaikan" ibuk dan bapak hati2 juga nanti perginya


setelah selesai berpamitan Ade dan Ani segera masuk ke mobil, lalu Ade menjalankan mobilnya


tidak ada suara diantara mereka, Ade dan Ani sama2 diam, ntah apa yang ada dipikiran mereka masing-masing,, tiba2 hujan turun begitu deras,

__ADS_1


wah hujan an" kalau hujan begini jalan becek nggak masuk ke sana? Ade membuka percakapan agar tak terlalu kakua


biasanya iya mas," orang kebun kalau hari hujan pake motor kedalam mas


pake motor? tapi kita nggak ada motor an" emangnya jalannya begitu jlek yaa an sehingga tidak bisa ditempuh oleh mobil


yaa begitulah mas" nanti kalo nggak bisa mobil masuk, Ani akan tlp ayah untuk jemput kita keluar


hmm baiklah" Ade menjawab singkat


yaa daerah perkebunan kelapa sawit disana jalannya masih tanah sehingga disaat hujan orang ladang akan menempuh jalanan yang licin dan tanahnya lengket, dan kebanyakan juga orang menggunakan speed boat,tapi orang kampung disini menyebutnya kapal pompong" karena disana juga ada sungai besar yang dinamakan sungai Rokan, biasanya warga diladang akan menggunakan jalur sungai untuk keluar jika membutuhkan sesuatu


...****************...


sementara itu dirumah keluarga Waluyo, kini Endang dan Ari akan bersiap2 berangkat ke Jogja, mereka akan menemani dan akan menyambut kelahiran cucu kedua dari Dewi anak perempuan kedua mereka


endang melihat suaminya senang sekali terlihat dari raut wajahnya yang sedari tadi terus tersenyum


papa seneng banget kayaknya nih" endang bertanya pada suaminya


hmm, papa sih enak bisa makan apa saja, sedangkan mama " endang cemberut


jangan gitu dong ma, kan demi kebaikan mama juga, masa iya mama nggak bisa makan sesuatu papa harus ikut juga


iya deh pa" maafin mama ya seharusnya mama tidak perlu marah jika Mama nggak bisa makan sesuatu lagi, itu harusnya mama bersyukur papa masih bisa menikmati makanan yang papa suka, itu tandanya Allah masih memberi papa nikmat hidup, dengan tidak mencabut nikmat makan papa


terimakasih ya ma" Ari memegang bahu istrinya , papa selalu berdoa semoga sakit mama cepat sembuh" biar kita bisa berburu kuliner lagi" Ari tersenyum dan memeluk istrinya


yaa pasangan suami istri itu bisa dikatakan pasangan yang bahagia, mereka saling melengkapi satu sama lain, ditambah lagi Ari yang tidak pernah kasar pada istri dia sangat menyayangi istri dan anak2 nya, tidak salah sifatnya itu Ade lah yang mengikutinya" karena Ade adalah anak lelaki satu-satunya mereka"


setelah melerai pelukan, mereka segera bersiap2 untuk berangkat ke bandara, Sultan Syarif Kasim


sementara itu di perjalanan Ade mengajak Ani untuk rehat sejenak minum kopi, Ade yang sudah merasa pegal karena terlalu lama duduk mengemudi


an, kita istirahat sebentar ya" udah pegal rasanya"

__ADS_1


ah iya deh mas" Ani menjawab singkat" Ade segera mencari cafe dan tak berapa lama mereka berhenti disebuah cafe yang tak begitu ramai pengunjung nya, mungkin dikarenakan hari masih hujan walaupun tak begitu deras


saat Ani ingin turun Ade segera menahan tangan Ani"


an, tunggu disini aku akan mengembangkan payung"


tapi ini tidak apa2 mas, hujannya tidak terlalu deras


sudah jangan banyak bicara" walaupun hujannya tidak begitu deras, tapi air hujan begini bisa membuat kamu sakit kepala" Ade menatap Ani begitu dalam", Ani segera membuang pandangannya, Ani tak bisa bicara apa2 lagi saat matanya dan Ade bertemu


tunggu lah" Ade segera keluar dan membawa payung yang sudah dia sediakan di bangku belakang


tak berapa lama Ade membuka pintu mobil"; Ani masih tertegun, Ani masih belum percaya jika dia akan sedekat ini dengan Ade, yaitu lelaki yang selama ini dia cintai


Ani, ayo turun Ade sudah berdiri disamping mobil depan untuk memayungi ani


ah iyaa mas, maaf sudah merepotkan mas Ade" jangan ditanya bagaimana jantung Ani saat ini mereka yang begitu dekat, berada dibawah satu payung berdua


Ade merangkul bahu Ani dari samping dan mereka berjalan beriringan,


kini mereka sudah berada disebuah cafe Ade memilih untuk duduk paling pojok,


kamu mau pesan apa an? Ade menyerahkan data menu dicafe itu pada Ani


sama aja deh dengan mas Ade"


loh kok gitu nanti kamu nggak suka dengan menu saya, ini kan masih banyak menu lainnya Ani"


ani melihat sebentar menu makanan Disana, dan dia Bingung, kenapa nama menunya susah sih, Ani bicara dalam hati


udah mas itu aja sama dengan mas Ade" soalnya nama menunya ribet2 semua, maklum mas Ani Hanya tamat SMP jadi Ani tidak tau arti nama masakan itu" Ani tersenyum dan malu, Ani bicara dengan polosnya


Ade tersenyum" Ade merasa Ani wanita polos dan apa adanya, dia tidak menyembunyikan identitasnya, dia tidak malu jika mengakui dirinya yang memang tidak berpendidikan tinggi, tetapi akhlak dan pribadinya bagus dia wanita sopan, bicara selalu lembut dia sangat menghormati orang yang lebih tua darinya


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like dan dukungan nya ya teman-teman semua 🤝 terimakasih 😍😍


__ADS_2