
Diposisi lain, Ani yang sudah bangun dari tadi dia masih enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya, Ani masih belum bisa berdamai dengan batinnya yang masih merasakan sakit oleh kejadian tadi malam
"Lebih baik aku pulang, Aku tidak ingin tinggal disini lagi" aku tidak mau melihat dia." Ani kembali menangis saat bayangan kelam itu masih indah berputar di memory kepalanya
Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu kamarnya dari luar. Ani terkejut dan segera menoleh kearah pintu kamarnya, dia masih trauma dengan kejadian itu
"Tok.. tok..tok... Ani,? terdengar suara mbak Tati memanggil dari luar, seketika itu Ani bernafas lega
"Ya mbak sebentar." Ani berusaha bangkit dengan perlahan, Ani merasakan semua badannya kaku dan sakit, karena tadi malam Ade menggempurnya habis2an
"Kreekkk.... pintu kamar terbuka, Maaf mbak Ani kurang enak badan."
"Iya mbak tau, tadi den Ade yang memberi tau, maka dari itu mbak bawakan kamu makan siang," ayo makanlah setelah itu kamu istirahat" mbak Tati segera meletakkan nampan yang berisi makan siang di atas meja yang disamping tempat tidur
"Terimakasih mbak, maaf Ani sudah merepotkan mbak Tati,"
"Sama2 Ani, tenang saja mbak tidak merasa direpotkan sama sekali kok,"
"Oya Mbak" apakah ibuk masih lama dijogja?
"Tadi barusan ibuk nelpon katanya dia dirawat di RS disana,katanya jantungnya kambuh lagi
__ADS_1
"Berarti ibuk masih lama disana ya mbak, kalau begitu lebih baik Ani pulang saja kerumah" lagian disini Ani nggak ada kerjaan mbak" Ani mengatakan niatnya untuk pulang
"Saran mbak lebih baik kamu telpon nyonya endang dulu."
"Baiklah mbak nanti Ani akan menelpon ibuk
"Yasudah kalau begitu mbak kebawah dulu ya, semoga kamu cepat sembuh, jika kamu butuh sesuatu beri tau mbak ya? Ani mengangguk tanda mengiyakan, Tati pun segera keluar dan kembali ke dapur
Sementara itu setelah Tati keluar Ani segera menelepon ibuk endang, tidak berapa lama panggilannya langsung diangkat oleh endang
"Halo, Assalamualaikum buk,
"Wa'alaikumsalam, ada apa Ani, apakah kamu sudah balik kerumah? endang bertanya pada Ani,
"Jangan pulang Ani, lusa mungkin ibuk sudah sampai Disana, karena hari ini ibuk sudah di izinkan dokter untuk pulang."
"Baiklah buk, semoga ibuk cepat sembuh" Ani mengakhiri sambungan teleponnya, Ani bingung apa yang harus dia lakukan, dia ingin sekali pergi dari rumah itu, tapi dia tidak tega karena buk Endang dan pak Ari sudah begitu baik dengan keluarganya,
****
Kini sudah 3 hari berlalu dari kejadian itu,Ani masih tidak ingin bertemu Ade, dia selalu mengurung diri di kamarnya, Ade bingung apa yang harus dilakukan agar Ani bisa memaafkannya
__ADS_1
Sementara Endang belum bisa pulang karena sakit jantungnya kembali kambuh, rencananya Ari akan membawa Endang ke luar negeri, untuk menjalani operasi pemasangan Ring dijantungnya. Kini semua tugas di perusahaan perminyakkan dia serahkan kepada Ade, sampai dia kembali dari luar negeri
Ade pulang sudah jam 8 malam lewat' dia sangat sibuk untuk beberapa Minggu kedepan karena dia juga menggantikan tugas papanya diperusahaan,
Saat Ade baru masuk, dia melihat Ani berada di tangga untuk turun ke bawah,Ade segera menghampiri Ani dan menunggunya dibawa tangga,
Ani yang melihat Ade seketika itu juga kakinya bergetar dan matanya mulai berembun,Ani masih trauma, dan batinnya masih sakit ketika bertemu Ade, Ani segera berbalik arah untuk menuju ke atas kembali.
"Anii, tunggu? mas mohon an, beri mas kesempatan untuk meminta maaf dan menebus semua kesalahan mas padamu"
Saat itu juga Ani berhenti dan berbalik kembali menghadap Ade dari anak tangga, ntah darimana datangnya keberanian Ani untuk menatap wajah Ade
"Menebus? dengan cara apa kamu menebus semua kesalahanmu mas" Ani bicara sambil menuruni anak tangga, walaupun tidak cukup keberaniannya untuk berhadapan dengan Ade, tetapi dia harus tegar didepan Ade, Ani tidak ingin dianggap lemah oleh laki2 yang sudah melecehkannya
"Ani, mas mohon maafkan kesalahan mas" mas tau mungkin kamu sangat membenci mas, tapi beri mas kesempatan untuk mengganti semua luka yang telah mas torehkan menjadi kebahagiaan" mas janji setelah mama dan papa kembali dari luar negeri mas akan segera menikahimu" Ade menatap Ani dengan wajah memohon
Tak terasa butiran bening jatuh dipipi Ani, dia tidak tau harus berkata apa, dan dia masih belum bisa percaya dengan semua sikap Ade, karena Ani masih mengingat kejadian itu, betapa kasarnya perlakuan Ade padanya saat itu.
"Bagaimana Ani bisa percaya jika mas bisa membahagiakan Ani mas" Ani masih ingat semua perlakuan kasar mas ade pada Ani, kamu begitu menyakitkan mas! Ani meninggikan suaranya sambil bercucuran air mata, dia segera meninggalkan Ade dan kembali ke kamarnya
"Anii tunggu! aku belum selesai menjelaskan semuanya An" Ade mengusap wajahnya dengan kasar
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like dan komentar nya dan juga vote biar aku semangat up😘😘😍 terimakasih