Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Masa lalu kelurga Bayu


__ADS_3

"Mbak Endang! sejak kapan mbak berada disini? bukankah tadi mbak ada urusan?"


"Iya Sari mbak sengaja membohongi kamu, sebenarnya mbak nggak ada urusan apa2 kok! maaf ya?"


"Tapi apa semua ini mbak? saya tidak ingin merepotkan mbak Endang dan mas Ari."


"Kamu jangan berpikiran jika kami merasa direpotkan Sari, kami tidak repot sama sekali!" terdengar suara Ari menyela perkataan sari


"Terimakasih banyak mas Ari, mbak Endang dan juga Ade! saya tidak tahu harus bicara apa, yang jelas kami benar-benar berterima kasih atas kebaikan yang telah kalian berikan kepada keluarga saya." Bayu bicara sambil terharu.


"Sama2 Bayu! anggap saja ini adalah hadiah rasa terimakasih saya kepada kamu dan juga Sari, karena kalian sudah membantu saya untuk mengurus lahan sawit saya yang puluhan hektar."


Kini mereka kembali duduk dan berbincang-bincang setelah suasana berharu biru.


"Assalamualaikum.."


"Wa'alaikumsalam.. mereka menjawab salam bersamaan. ternyata yang datang adalah Doni.


"Doni! kapan kamu sampai nak? dari mana kamu tahu jika ibu dan ayah ada disini?" Sari kaget karena Doni juga berada di situ.


"Baru saja sampai Bu, tadi mas Ade yang memberi tahu dan Doni dijemput sopir di sekolah."


Ternyata Ade juga memberi tahu Adik iparnya itu. kini mereka kembali ngobrol dengan kekeluargaan, sesekali candaan Doni membuat mereka tertawa, karena hari sudah siang, Ade menggunakan jasa Gofod untuk memesan makanan untuk santap siang mereka.


Setelah selesai makan, Ade ingin pamit untuk pulang, karena dia tidak mau terlalu lama meninggalkan istrinya sendiri dirumah.


"Yah, Bu, nanti barang -barang ayah dan ibu yang ada di kebun biar sopir yang mengambil,sekarang ayah dan ibu juga Doni istirahat saja disini jangan ke kebun dulu."


"Nggak usah De, biar ayah dan ibu saja besok yang mengambil barang-barang yang ada di kebun! dan kamu tidak perlu repot-repot mencarikan ayah sopir De, karena ayah bisa nyetir sendiri."


"Ayah serius bisa nyetir?" Ade dan papanya masih belum percaya jika Bayu bisa nyetir sendiri.


"Sebenarnya Ayah kamu itu bisa nyetir De! dan dulu kami juga mempunyai mobil."

__ADS_1


"Jadi maksud kami Sari? dulu kamu pernah mempunyai mobil sendiri?" Mama Endang tertarik dengan cerita Sari.


"Sebenarnya dulu kami juga pernah hidup dalam berkecukupan mbak, itu semua terjadi 22 tahun yang silam, saat itu Ani masih berumur 2 tahun, dan semenjak kami kehilangan Ana, kami merasa putus asa."


"Ana?" Ade menyela pembicaraan ibu mertuanya itu, dan dia penasaran siapa Ana.


"Ya, Ana adalah kembaran Ani."


"Jadi maksud ibu Ani mempunyai kembaran?"


"Ya, Ani dan Ana, adalah kembar, kami memberi nama, Mariana dan Maharani."


"Kok ibu tidak pernah menceritakannya kepada Doni Bu, jika kak Ani mempunyai saudara kembar?" Doni ikut bertanya karena selama ini ibu dan ayahnya tak pernah memberi tahu tentang kakak kembarnya itu.


"Ibu hanya belum siap untuk menceritakan itu nak! karena setiap ibu mengingatnya bathin ibu sakit!" Sari tak bisa menahan air matanya, dia kembali teringat kejadian 22 tahun yang lalu, saat putri kembarnya itu hilang,


Flashback on


Saat Sari baru berada di gudang tiba2 ponselnya berdering sari segera mengangkat, dia sangat shock saat pengasuh anaknya memberi kabar jika Ana hilang, seketika itu juga Sari dan Bayu bergegas kembali pulang untuk memastikan jika salah satu anak kembarnya hilang.


Saat mereka telah sampai dikediamannya, Sari segera memberi pertanyaan memberondong kepada pengasuh anaknya itu.


Pengasuh anaknya menjelaskan semuanya, saat Ana hilang dia sedang memandikan Ani, karena Ana masih tidur jadi Ani yang dia mandikan terlebih dahulu.


"Bagaimana mungkin Ana hilang begitu saja!!?" Sari meninggikan suaranya, dia tak bisa menahan tangisnya.


"Maafkan awak uni, awak indak tahu siapo nan lah mambao Ana Pai uni!" (Maafkan saya kak,saya benar-benar tidak tahu siapa yang telah membawa Ana pergi)pengasuh itu sambil menangis terisak-isak.


"Indak itu indak mungkin! Anaaaa......!!!" Sari menangis histeris dan memanggil manggil Ana.


"Sari, tenangkan dirimu, Jangan seperti ini! kita pasti akan menemukan Ana!" Bayu mencoba menenangkan Sari dan membawa kedalam pelukannya.


"Bagaimana Ibu bisa tenang Yah, Ibu tidak tahu dimana anak kita sekarang!"

__ADS_1


"Ayah, tahu Bu, tapi sekarang tenangkan dirimu dulu, kita akan ke kantor polisi meminta bantuan polisi untuk mencari Ana."


***


Kini sudah 3 bulan semenjak kehilangan Ana, dan selama itu juga pencarian di lakukan, tidak terhitung berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk mencari keberadaan Ana, namun hasilnya nihil, tak ada titik terang, semua saksi telah di periksa namun tak ada tanda2 terjadinya tindak kriminal.


Sari masih menangis dia masih enggan untuk bertemu dengan sanak saudara dan juga para tetangga, semenjak kehilangan Ana sari hanya mengurung diri di kamar, Sari mengalami depresi, maka Bayu harus membawanya ke psikiater untuk mengobati kejiwaannya. sehingga Bayu harus menjual Rumah dan mobil satu2nya, hanya itu yang tersisa harta mereka, karena semuanya telah habis untuk biaya pencarian Ana.


Hingga semua harta benda mereka habis terjual namun Sari tak kunjung sembuh dari penyakit kejiwaannya, dia masih saja berhalusinasi tentang Ana, terkadang dia tertawa sendiri dan menangis.


Lelah dengan semua yang mereka hadapi, akhirnya Bayu memutuskan untuk membawa Sari pergi dari kampung halaman istrinya itu, dan maklum semenjak mereka jatuh miskin semua sanak saudara dari istrinya itu tak lagi peduli, tapi bagi Bayu tak mengapa, karena yang terpenting baginya adalah membawa Sari pergi agar dia bisa melupakan masa lalu yang sangat pahit bagi mereka, dan Bayu terpaksa merelakan kehilangan satu anak kembarnya.


Dan Bayu membawa Sari untuk merantau ke kota Riau, hingga lambat Laun Sari mulai sembuh karena dia tidak mau mengabaikan Ani yang masih membutuhkan kasih sayang dari ibunya, akhirnya mereka bisa menjalani hidup dengan tenang, walaupun di dalam hati kecil mereka masih berharap suatu saat nanti Allah menemukan mereka kembali dengan putri mereka yang hilang, dan hingga akhirnya Sari hamil kembali anak ketiga yaitu Doni, dan mereka sangat bahagia karena mereka memang menginginkan anak laki-laki.


Flashback off


Sari masih menitikkan air matanya, Doni segera memeluk ibunya, dia juga tidak bisa menahan air matanya, Doni tidak menyangka ternyata kakak perempuannya itu kembar.


"Sari, kamu yang sabar ya! mbak sangat tahu bagaimana perasaanmu saat ini, semoga suatu saat Allah akan mempertemukan kamu dan putrimu yang hilang."


"Aamiin Ya rabbal Alamin..."


Mereka bersama mengaminkan Do'a Endang.


"Terimakasih mbak!"


"Ya sama2, kamu harus tetap kuat demi anak2mu yang lain, dan ingat sebentar lagi kita akan menimang cucu." Endang tersenyum sambil memberi semangat untuk Besannya itu.


Kini Sari kembali tersenyum dan suasana sudah mulai mencair kembali.


Bersambung...


Yuk komen agar Author update lagi~

__ADS_1


__ADS_2