
Masih terisak Raysa kembali masuk kedalam pelukan Dimas. "Abang bohong.kenapa Abang tidak jujur sama aku." gumam Raysa sambil menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.
"Sayang, Abang benar2 tidak mengerti maksud kamu. apa yang Abang sembunyikan dari kamu? Abang benar2 sudah jujur bahwa Abang tidak mencintai orang lain selain kamu." jawab Dimas dengan nada bingungnya sambil mengusap lembut punggung istrinya.
"Ayo sekarang kita duduk dulu. kamu ceritakan semuanya pada Abang. apa sebenarnya yang terjadi sehingga kamu seperti ini." pinta Dimas
Kini mereka sudah duduk di karpet beludru otentik itu. Dimas menatap wajah istrinya yang terlihat sembab. entah sudah berapa lama istrinya itu menangis.
Dimas bingung harus berbuat apa. karena baru beberapa hari mereka menikah tetapi dia kembali membuat Raysa bersedih. namun di dalam kebingungan seperti ini Dimas juga merasa bahagia karena dia melihat sikap Raysa yang kini sudah melunak bahkan dia sudah mau memanggilnya dengan sebutan Abang.
"Ayo sekarang cerita sama Abang." bujuk Dimas sambil menggenggam tangan Raysa dan mengecupnya.
"Apakah Abang mencintai aku?" tanya Raysa membuka percakapan
"Sayang, Abang sangat mencintai kamu. abang berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi."
"Jika Abang mencintai aku tapi kenapa selama ini Abang membenciku?" lirih Raysa
"Sayang, Abang minta maaf tentang semua itu.tapi kamu harus tahu alasan kenapa Abang bersikap seperti itu."
"Apa alasan Abang?" tanya Raysa dengan lirih
"Karena Abang merasa kecewa. kamu adalah wanita yang Abang cintai. kamu tahu saat malam kamu meminta Abang datang menemui kamu di Cafe xx. Abang sangat bahagia dan Abang sudah berniat ingin mengungkapkan perasaan Abang kepadamu. tetapi semua tidak seperti yang Abang bayangkan. ternyata kamu datang hanya untuk menawarkan tubuhmu. perasaan Abang hancur saat itu." ungkap Dimas
Raysa tercengang mendengar semua penjelasan dari Dimas. dia benar-benar tidak menyangka ternyata perasaan mereka sama.
"Aku tidak percaya dengan semua yang Abang katakan. jawab Raysa dengan jutek
"Ya ampun sayang. jadi Abang harus bagaimana untuk mengatakannya agar kamu percaya. Abang sudah jujur sayang." Dimas membelai kedua pipi Raysa yang terlihat sedikit berisi.
"Tapi. itu ada sendal wanita di kamar Abang." ucap Raysa sambil memalingkan wajahnya. karena dia tidak berani menampakkan wajah malunya karena cemburu.
"Hahahaha...." Dimas tertawa lepas. sambil menggusal kepala istrinya itu. " Muach. Kamu benar-benar lucu sayang."
Dimas mengecup pipi Raysa. tawanya belum juga hilang karena dia merasa sangat lucu. ternyata sendal itu yang telah membuat wanitanya uring-uringan dari semalam.
Raysa yang melihat Dimas tertawa. dirinya jadi semakin malu. "Kok Abang tertawa? aku serius bang?" rengek Raysa sambil memukul bahu Dimas.
__ADS_1
"Oke oke. Abang akan jelaskan semuanya tentang sepasang sendal itu. kalau saja Abang tahu sumber masalahnya maka tuh sendal udah Abang minta pertanggungjawaban nya karena sudah membuat istri Abang yang cantik ini cemburu buta."
"Aku tidak cemburu!" jawab Raysa spontan.
"Masa sih? benaran tidak cemburu.hmm!" Dimas mnjawil hidung Raysa. karena dia gemes melihat tingkah istrinya yang masih malu untuk mengakuinya.
"Sayang, itu sendal milik Lili adik Abang yang ada di Surabaya. dua bulan yang lalu dia berkunjung kemari bersama mama. jadi waktu pulang dia lupa membawa sendalnya itu. dan dia meminta Abang untuk menyimpan sendal itu dengan baik, karena sendal itu adalah hadiah ulangtahun dari tunangannya." Dimas menjelaskan perihal sendal itu kepada Raysa.
Raysa terperangah mendengar penjelasan dari suaminya itu.ternyata dia sudah berprasangka buruk kepada dokter Tampan yang telah membuat hatinya ketar ketir saat ini.
"Kenapa diam? pasti malu kan. karena telah berpikiran buruk dengan Abang." ejek Dimas sambil mencubit hidung mancung istrinya itu.
"Maaf ya bang, karena telah berprasangka buruk sama Abang. ucap Raysa dengan tulus.
"Abang akan memaafkan, tapi ada syaratnya."
"Hah! syarat? syarat apa bang?"
"Jangan pernah mengatakan untuk pergi dari Abang."
"Aku janji tidak akan pernah pergi dari Abang. asalkan Abang tidak menghianati aku."
"Sayang, boleh nggak Abang cium baby kita?" tanya Dimas ia masih mengusap perut Raysa.
"Hmm.." Raysa hanya mengangguk tanda mengiyakan permintaan suaminya. dan Dimas segera merunduk hingga wajahnya sejajar dengan perut Raysa.
"Sayang papa apa kabar? terimakasih ya sayang, karena kamu berhasil membuat mama bisa memaafkan papa." ujar Dimas membawa calon bayinya bicara.
"Pede banget sih. emang Abang udah dengar jika aku maafin Abang?" sungut Raysa kepada suaminya itu yang menyimpulkan sendiri bahwa dirinya sudah memaafkannya.
"Yaelah, Adek kok tega banget sama Abang! kan sekarang kita udah baikan sayang." ujar Dimas memasang wajah sedihnya.
"Baikan sih baikan bang. tapi meminta maaf itu wajib." tegas Raysa
"Iya deh iya! Abang minta maaf ya atas semua kesalahan Abang selama ini sama kamu." ucap Dimas tulus.
"Iya bang. aku juga minta maaf ya atas semua kesalahan yang telah aku lakukan. aku bersyukur banget bisa mendapatkan pria sebaik Abang."
__ADS_1
Dimas kembali Mambawa Raysa kedalam pelukannya. tangannya mulai mengelus punggung Raysa. dan Dimas mulai berani memberi kecupan di leher jenjang milik istrinya itu. Raysa semakin erat memeluk tubuh Dimas. dia merasakan suhu tubuhnya berubah menjadi panas dari ujung kaki hingga kepala.
Karena merasa pelukan Raysa semakin erat maka Dimas sangat senang dan tersenyum kemenangan di dalam hatinya. dia kembali memulai pemanasan sebelum olahraga malam di mulai.
Dimas membawa tubuh mungil milik istrinya itu untuk berbaring di karpet beludru otentik yang halus itu. dia ingin merasakan suasana berbeda bagaimana rasanya jika bercinta di ruang tamu yang luas tanpa penghalang.
Dimas sudah berada di atas istrinya. kedua tangan Dimas memegang tangan Raysa dan mengarahkan ke atas. Raysa menyambut genggaman tangan suaminya itu dengan mesra. Dimas mulai mengecup kening, pipi,dan bibir. Raysa mulai merasakan hal yang berbeda wajahnya terasa panas. walaupun dia pernah melakukannya sebelum menikah tetapi saat ini sensasinya sungguh berbeda. Dimas melakukannya dengan lembut dan mesra.
Awalnya Raysa tidak bisa membalas apapun serangan yang Dimas berikan. kini ia mulai membuka bibirnya hingga Dimas lebih leluasa untuk mengeksplor lidahnya didalam sana. kini bibir mereka menyatu dan berpagut mesra. hingga nafsu Dimas benar2 tak bisa ia tahan lagi.
Raysa memejamkan matanya ia telah pasrah dengan segala permainan yang Dimas berikan.daster hamil yang ia kenakan kini telah terbuka hingga menampilkan kulit putih bersih ditubuhnya.
Dimas semakin gencar memberi sentuhan di setiap lekuk tubuh istrinya itu. sehingga membuat Raysa bak cacing kepanasan.
"Adek siap kan sayang?" tanya Dimas penuh harap dengan suara serak menahan gejolak hasratnya.
Raysa hanya mengangguk. dia tidak dapat bersuara lagi karena menahan segala sensasi yang ber ubah-ubah telah Dimas berikan. hingga tanpa dia sadari bahwa mereka kini telah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun. Raysa merasa sangat malu dia mencoba untuk menutup bagian tubuh bawahnya.meskipun saat ini Dimas telah menjadi suaminya.
Dimas sudah tidak bisa menahan gejolak hasratnya. dia segera membuka kedua paha Raysa semakin lebar untuk menjamah sesuatu yang indah disana. "Sayang, kita mulai sekarang ya." ucap Dimas sambil bermain disana. Raysa mengangguk dan membuka matanya dan pandangannya segera tertuju kepada benda kepemilikan sang suami yang telah tegak sempurna.
Dan akhirnya permainan panas itu berakhir. kini Dimas telah terkulai lemas di samping tubuh sang istri. dia memberi semua kecupan di seluruh wajah cantik wanita yang akan menjadi ibu dari anaknya itu.
"Capek sayang? hmm!" Dimas memeluk tubuh Raysa. dan juniornya itu kembali tegak sehingga membuat mata Raysa membelalak.
"Abang!" panggil Raysa dengan nada sedikit kesal padahal baru beberapa menit berlalu tetapi punya suaminya itu sudah menantang kembali. benar-benar cap mau.
"Iya sayang, habis gimana lagi jika bersentuhan dengan kamu dia ngajakin tempur melulu." ucap Dimas sambil tersenyum menggoda sehingga membuat Raysa tersipu malu.
"Lagi ya sayang!" pinta Dimas.
Raysa hanya mengangguk. sebenarnya dia sangat mengantuk karena belum tidur dari semalaman tetapi dia tidak ingin menolak keinginan sang suami.
Bersambung...
**Satu bab ini khusus untuk Dimas dan Raysa
Happy reading 🌿
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya agar Author semangat Update terimakasih 🙏🙏🥰**