
Dimas mulai memeriksa keadaan Ani, betapa terkejutnya Dimas saat hasil pemeriksaannya memang sama dengan dokter Sinta.
"Bagaimana Dim" apa hasilnya?" Dewi bertanya kepada Dimas karena mereka semua sangat tidak percaya bagaimana mungkin Ani bisa hamil diluar nikah sedangkan mereka semua tahu jika Ani adalah wanita baik2 dan ilmu agamanya bagus.
Dimas masih diam terpaku, Dimas sangat kecewa bagaimana bisa wanita yang selama ini dia cintai dan sangat dia sukai bisa hamil diluar nikah.
"Dimas!! apa hasilnya kok kamu hanya diam sih?" kini giliran mama Endang yang memukul bahu Dimas karena mereka yang dari tadi bertanya namun tidak mendapatkan jawaban dari dokter Dimas.
Dengan menarik nafas berat Dimas mengatakan yang sebenarnya.
"Ya Ani memang hamil, kehamilannya memasuki sembilan Minggu."
"Apaa!!!? Mama Endang terkejut dan memegang dadanya dia merasakan dadanya berat dan nafasnya terasa desak, Endang tidak percaya bagaimana bisa gadis lugu seperti Ani bisa hamil, dan mama Endang juga sangat kecewa karena dia merasa tertipu dengan kepolsan Ani.
Saat mereka sedang bertanya2 siapa yang telah menghamili Ani dan saat itu juga Ani sadar dari pingsannya.
Ani perlahan membuka matanya, dia melihat sekelilingnya betapa terkejutnya Ani melihat disana juga ada dokter Dimas mereka semua menatap tajam kepadanya, perlahan kesadaran Ani sudah mulai pulih kembali.
"Ani kenapa buk?" Ani bertanya kepada mama Endang tapi tidak ada jawaban,namun mama Endang menatap Ani dengan tatapan amarahnya
"Katakan sekarang Ani, siapa ayah dari bayi yang ada dalam kandunganmu!!?
Ani terlonjak kaget mendengar pertanyaan mama Endang,Ani segera duduk dan sekarang Ani baru mengerti mengapa mereka semua menatapnya dengan benci
"Ayo katakan sekarang Ani!!!!?? Mama Endang mulai meninggikan suaranya, dan dia kembali menahan sesak di dadanya
__ADS_1
"Ma, udah mama jangan emosi begitu nanti jantung mama sakit" ayo sekarang mama duduk dulu dengan tenang." Dewi membujuk mamanya yang telah terbakar amarah
"Bagaimana mama bisa tenang Wi, dia hamil dan kita belum tahu siapa ayah bayi itu, sementara dia tinggal dirumah ini" bagaimana tanggapan orang tuanya kepada kita.!!?
Ani tak kuasa menahan tangisnya saat mendengarkan kata-kata mama Endang, Ani merasa menjadi orang asing dirumah keluarga suaminya sendiri, seketika itu juga air matanya jatuh,
"Bagaimana Ani harus menghadapi keadaan ini sendiri mas" mas Ade dimana? Ani tidak tahu harus bicara apa mas." Ani merintih sendiri dalam hatinya, dalam situasi seperti ini Ani sangat rindu dengan suaminya yang selalu melindungi dan menjaganya selama ini
Mama Endang mulai kesal melihat Ani tidak memberi Jawaban yang mereka tunggu dari tadi.
"Saya tidak butuh air mata kamu Ani, saya butuh penjelasan?" sekarang katakan kepada saya yang sejujurnya, ternyata selama ini saya telah salah menilai dirimu."
Tak ada panggilan Ibuk yang keluar dari bibir mama Endang, kini kembali seperti semula hanya saya seakan menyadarkan Ani jika saat ini dia kembali menjadi seorang pembantu dirumah itu
Ani bingung harus menjawab apa kepada mereka, bagaimana jika dia mengatakan yang sebenarnya, sementara itu Ani melihat kondisi kesehatan mama Endang menurun, sedangkan mengetahui dirinya hamil saja mama Endang sudah menahan sakit di dadanya, apalagi jika dia tahu bahwa bayi yang dikandungnya adalah anak Ade, Ani tidak dapat membayangkan bagaimana shocknya mama Endang dan Ani tidak mau terjadi hal buruk kepada mama Endang
"Ani akan menjelaskannya nanti tapi tidak sekarang." Ani memberanikan diri untuk mengambil keputusan untuk tidak menjelaskannya saat ini, dia ingin Ade yang menjelaskan semuanya.
"Jangan mempermainkan kesabaran saya Ani!!!" saya ingin kamu menjelaskannya sekarang cepat katakan!!!!" jika kamu tidak mau mengatakannya sekarang juga kamu pergi dari rumah saya, karena saya tidak ingin melihat wajah pura2 polos mu itu.!!" Mama Endang benar2 tersulut emosi dia menduduki sofa dan merasakan nafasnya sesak.
Ani yang melihat segera menghampiri Mama Endang,
"Buk, Ibuk kenapa?"dengan deraian air mata Ani memegang tangan mama mertuanya itu, Ani benar2 cemas dengan kondisi mama Endang.
"Lepaskan tangan saya Ani!!" saya benar-benar kecewa dengan kamu." Mama Endang mengibaskan tangannya dari genggaman Ani dia memalingkan wajahnya. dia sangat kecewa Ani yang telah dia anggap anak sendiri sekarang dia hamil tanpa tahu siapa orang yang telah menghamilinya
__ADS_1
"Buk, Ani benar2 minta maaf" beri Ani waktu buk untuk menjelaskan semuanya." sambil terisak-isak Ani duduk dilantai di depan mama Endang
"Aku tidak ingin memberimu waktu apapun sekarang kamu cepat jelaskan kalau tidak kamu silahkan angkat kaki dari rumah ini." Mama Endang memberi Ani pilihan tetapi Ani tidak bisa mengatakannya sekarang, maka dengan berat hati Ani pergi dari rumah itu.
Sebelum Ani pergi Ani menatap Dewi dan Dimas, Ani berharap ada pembelaan dari mereka untuk membantu dirinya bicara kepada mama Endang, namun semua itu adalah sia2 saja, Dewi dan Dimas Hanaya diam tanpa pembelaan apapun, mungkin mereka juga sangat kecewa sama halnya dengan mama Endang.
Ani juga menatap semua para ART dirumah itu termasuk Mbak Tati yang selama ini begitu baik kepadanya namun saat ini mereka menatap Ani jijik melihat dirinya seakan adalah seorang pezina.
Dengan air mata yang masih bercucuran Ani segera berlari keluar meninggalkan rumah keluarga Waluyo,
***
Setelah kepergian Ani, Dewi duduk disamping mama Endang, Dewi mengusap lembut bahu mamanya itu, Dewi melihat mama Endang menangis
"Ma, sudah jangan menangis, nanti jantung mama kambuh lagi." Dewi menangkan mamanya.
"Bagaimana mama tidak sedih Wi, dia sudah mama anggap sebagai anak mama sendiri", kamu juga tahu mama juga sayang kepadanya tapi kenapa dia membuat mama kecewa,dan bagaimana mama menjelaskan semuanya kepada orangtuanya nanti." Mama Endang meluapkan rasa kekecewaannya terhadap Ani
"Iya Dewi tahu mama sangat kecewa bahkan Dewi juga kecewa ma", tapi apakah tindakan mama tidak keterlaluan mengusirnya dari rumah ini, bagaimana nanti orang tuanya menanyakan tentang Ani dan apa yang harus mama katakan?"
"Biarkan saja wi, mama kesal sama dia" mama yakin dia pasti akan kembali lagi kesini dan menjelaskan siapa laki2 yang telah menghamilinya."
Saat Dewi dan mamanya berbicara tentang kepergian Ani, seketika itu juga Dimas baru terbangun dari lamunannya dan rasa kekecewaannya, Dimas baru ingat kemana Ani akan pergi sementara itu dia tak mempunyai sanak famili di kota ini.
"Tante, kalau begitu aku pamit dulu soalnya masih banyak pasien yang harus aku tangani di RS." Dimas pamit pada mama Endang dan Dewi dia segera keluar tujuan Dimas adalah mencari kemana Ani pergi.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komentarnya ya beri vote juga dong biar Author semangat lagi🤭🥰