
Kini Ani terus menapaki jalanan kompleks mewah itu,Ani tidak tahu kemana arah kakinya karena dia tidak punya teman ataupun saudara di kota bertuah ini.
sementara itu Dimas keluar dari rumah keluarga Waluyo tergesa-gesa dia segera melajukan mobilnya, Dimas menyusuri setiap sudut kompleks mewah itu, Dimas berharap bisa menemukan Ani.
"Kenapa aku bodoh sekali, kenapa tadi aku tidak segera mengejar Ani" kenapa sih nih otak tidak bisa berpikir jernih." Ade merutuki dirinya sendiri
Sementara itu Ani menyusuri jalanan tanpa terasa sudah keluar dari kompleks mewah itu, dan kini Ani sudah berada di tengah kota bertuah itu, sambil berjalan Ani memandangi gedung2 tinggi dan kendaraan yang ramai lalu lalang.
Kini Ani masih berjalan tanpa tahu tujuan, dia merasa kakinya sudah mulai pegal, Ani melihat ada halte busway dipinggir jalan besar itu dia segera duduk di halte untuk istirahat sejenak
"Kamu dimana mas" Ani takut sendirian disini, Ani tidak tahu harus kemana." Ani kembali menangis karena dia tidak tahu kemana arah tujuannya, Ani tidak bisa menghubungi Ade karena dia tidak sempat mengambil ponsel pintar yang diberikan Ade padanya, dan Ani juga tidak membawa uang sepeser pun
***
Sementara itu dikota Jambi Ade sudah bersiap siap untuk pulang hari ini, karena urusannya sudah selesai Ade sudah menemukan asal mula penyebab insiden di cabang perusahaan papanya itu.
Kini Ade sudah tiba di bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ade menunggu pesawat yang akan membawanya take off 15 menit lagi.
Ade heran dari jam sepuluh pagi Ade menghubungi Ani tapi tidak ada jawaban ntah berapa banyak telpon ataupun pesan yang dia kirimkan tapi tak ada satupun balasan dari istrinya itu, Ade sangat menghawatirkan Ani
***
Dikediaman keluarga Waluyo
Kini hari sudah mulai beranjak sore papa Ari segera pulang dari kantor nya dia mendapat kabar jika sebentar lagi Ade akan sampai dikediaman nya Papa Ari sudah tidak sabar ingin tahu masalah yang telah terjadi disana sehingga insiden itu terjadi.
Saat papa Ari masuk dia melihat Endang istrinya sedang duduk melamun dan dia masih melihat kesedihan diwajahnya
"Ma, ada apa?" papa Ari mencoba menanyakan kepada istrinya apa penyebab istrinya itu bersedih.
__ADS_1
"Pa, ini seperti mimpi bagi mama." Mama Endang kembali menangis terisak-isak.
"Apa yang terjadi ma? katakan pada papa?" papa Ari juga penasaran apa yang membuat istrinya begitu bersedih dan terpukul seperti ini.
Saat papa Ari masih menanyakan sebab kesedihan istrinya Dewi datang membawakan secangkir kopi pahit yang biasa diminum papanya
"Pa, minum dulu kopinya" biarkan mama menenangkan diri dulu pa."
"Sebenarnya apa yang terjadi Wi?" ada apa ini kenapa mama kamu menangis seperti ini?"
Dengan nafas berat Dewi menceritakan masalah yang terjadi.
"Ani hamil pa" dan anak yang dia kandungnya adalah anak Ade" bahkan mereka sudah menikah tanpa sepengetahuan kita."
Dewi mengatakan kepada papanya apa yang telah mereka temukan saat Ani telah pergi,
Flashback on
Tidak sampai disitu saja Dewi masih mencari tahu apa saja yang telah Ani sembunyikan dari keluarga Ade, lalu Dewi membuka lemari baju Ani Dewi mbuka laci kecil disana, dan Dewi kembali dibuat shock apa yang telah dia lihat, Dewi mengambil 2 buku kecil itu dia membuka buku itu dan tertera jelas disana bahwa mereka telah menikah. saat itu juga mama Endang tak lagi banyak bicara dia hanya menangis Mungkin mama Endang masih tidak percaya Ade adalah anak laki-laki satu2nya tapi mengapa dia melakukan ini
Flashback off
Setelah mendengar semua penjelasan dari Dewi papa Ari juga tak kalah terkejutnya dia duduk sambil menatap lurus kedepan
"Lalu dimana Ani sekarang?" papa Ari menanyakan keberadaan Ani
"Dewi tidak tahu pa" tadi setelah mama menyuruhnya pergi Dewi tidak tahu dimana Ani berada sekarang."
"Kenapa kalian membiarkan Ani pergi dalam keadaan seperti itu, apakah kalian tidak memikirkan bahaya yang akan menimpa dirinya dan bayi yang ada dikandungnya." papa Ari marah dengan tindakan yang mama Endang lakukan
__ADS_1
"Kenapa papa membela wanita itu pa!!? Mama Endang menyela pembicaraan suaminya
"Papa tidak tahu jika dia telah mengambil kesempatan disaat kondisi mama sedang sakit parah tetapi dia malah menikah dengan Ade secara diam-diam" mama menyesal telah membawa wanita ular itu kerumah ini.!!! Mama Endang kembali menaikkan suaranya
"Ma, papa bukan membela Ani! tetapi kita kan belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, kita juga belum mendengarkan penjelasan dari Ade, walau bagaimanapun bayi yang ada dikandungan Ani itu adalah cucu kita!!" bagaimana jika terjadi hal buruk kepada mereka?" papa Ari mengatakan mengapa dia menghawatirkan Ani.
Mama Endang hanya diam, dia membenarkan juga apa yang dikatakan suaminya, ya, walaupun mama Endang benci kepada Ani tetapi dia tidak ingin menyangkut pautkan kebenciannya pada bayi yang ada dalam kandungan Ani, Walau sebenci apapun dia kepada menantunya tetapi dia tetap menyayangi cucunya,
Tidak seperti yang kebanyakan terjadi di zaman sekarang ya😊 jika mertuanya membenci menantunya maka dia juga tidak peduli dengan cucunya sendiri🤭🤭 sorry ya author jadi curhat sedikit karena sudah lihat sendiri kenyataannya 😅
Tidak berapa lama saat mereka sedang membicarakan masalah Ade dan Ani, maka orang yang dibicarakan itu pulang
Ade mengucapkan salam kepada keluarganya dan mereka menjawab salam Ade, tetapi Ade melihat suasana tidak seperti biasanya
"Ma, pa" Ade menyalami tangan mama dan papanya, dan juga dewi kakak perempuannya.
"Dudklah kami ingin bicara." papa Ari menyuruh Ade untuk duduk sementara itu Ade segera duduk namun matanya masih melihat sekeliling ruangan itu Ade berharap dapat melihat sosok wanita yang beberapa hari ini sangat dia rindukan.
"Siapa yang kamu cari" apakah kamu mencari istri simpanan kamu itu?" Mama Endang memperhatikan Ade dia tahu siapa yang Ade cari
"Seketika itu Ade terkejut mendengar kata2 mamanya,
"Apa maksud mama?"
"Jangan pura2 bodoh kamu De!" sekarang jelaskan semuanya kepada mama apa yang terjadi saat kami berada diluar negeri?"
Ade merasa hawatir saat dia menyadari bahwa keluarganya sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Ani, Ade hawatir dimana Ani saat ini kenapa Ani tidak ada bersama mereka padahal mereka sedang membicarakan masalah ini
"Ma, pa" dimana Ani sekarang?" Ade langsung menanyakan Ani tanpa menjawab pertanyaan mamanya.
__ADS_1
Bersambung...
Hari ini Author up dua bab sesuai permintaan reader ya.. tapi kalau untuk crezy up author nggak bisa, karena author sedang sibuk pengobatan anak author yang sekarang sedang sakit epilepsi😭mohon doanya ya buat kakak2 reader terimakasih untuk semua dukungannya 🙏🙏🙏🥰🥰