
"Jawab pertanyaan mama Ade!!? Kenapa kamu malah menanyakan wanita itu."
Ade semakin gelisah dia tidak menjawab pertanyaan mamanya, Ade segera berlari dan menuju kamar Ani Ade membuka pintu kamar itu tetapi dia tidak menemukan Ani didalam kamarnya,
"Ani? sayang" kamu diamana?" Ade memeriksa semua sudut ruangan dan dia segera membuka kamar mandi tetapi sosok yang dia cari tidak ada. Ade duduk diatas tempat tidur Ani dia melihat ponsel istrinya itu ada diatas nakas,
Ade mengambil ponsel itu lalu dia melihat jika pesan yang dia kirim telah dilihat dan Ade baru menyadari jika yang melihat pesannya itu bukan Ani tetapi mamanya.
Ade segera turun dan kembali menemui mama dan papanya, Ade ingin minta penjelasan apa yang terjadi pada Ani dan kemana perginya mengapa Ani tidak ada.
"Ma, pa" tolong jawab? dimana Ani mengapa dia tidak ada ma?"
"Ani sudah mama usir dia sudah pergi!!" Mama Endang menjawab dengan nada tinggi.
Ade yang mendengar Ani telah diusir oleh mamanya, dia tidak bisa menahan emosinya.
"Apa yang mama lakukan ma!!!??" kenapa mengusir Ani" apakah mama tidak tahu apa yang akan terjadi pada Ani diluar sana!!" Ade meninggikan suaranya
"Ade rendahkan suaramu" apakah kamu tidak sadar kamu sedang bicara dengan wanita yang telah melahirkan mu!!" papa Ari menegur Ade
"Papa tahu kamu sedang cemas dan khawatir tapi apakah kamu tidak memikirkan bagaimana kecewanya kami atas kelakuanmu!!" sekarang cepat jelaskan apa yang telah terjadi selama papa dan mamamu di luar negeri?"
Ade kembali duduk disamping Dewi kakaknya, Ade menatap kakak perempuannya itu untuk meminta dukungan dan Dewi menganggukkan kepalanya tanda dia memberi kekuatan kepada Adik laki2nya.
"Semua yang terjadi itu adalah salah Ade ma" malam setelah Ade pulang dari kebun bersama Ani, Ade bertemu teman lama satu jurusan kedokteran," kami melakukan reuni di hotel xx dan Kevin memberi Ade obat pera****ng niat mereka mungkin hanya bercanda tetapi itu adalah musibah bagi Ade."
"Dan malam itu adalah malam yang paling menyakitkan bagi Ani, Ade telah merenggut kesuciannya," Ade tidak ingin menjadi lelaki pengecut dan Ade segera menikahi Ani" tetapi Ani menolak dia ingin ayahnya yang menikahkan dirinya" tetapi Ade tidak bisa memenuhi keinginan Ani, karena Ade tidak ingin mama dan papa salah paham kepada kedua orangtua Ani."
"Ma, Pa" Ade mohon jika mama dan papa ingin marah tolong jangan pernah menyalahkan Ani" karena ini semua adalah salah Ade ma!!"
Ade bicara lirih pada kedua orangtuanya dan juga kakaknya.
"Jadi kedua orangtua Ani juga belum tahu masalah ini?" papa Ari bertanya
"Tidak tahu sama sekali pa", sebelum papa pulang dari luar kota Ade sudah siap untuk menjelaskan semuanya pada mama dan papa dan juga kedua orangtua Ani, tetapi Ade harus menunda karena tugas yang papa berikan."
__ADS_1
Dari tadi Mama Endang hanya diam dan pada akhirnya dia bicara juga.
"Jadi bagaimana dengan hubungan kamu dengan Gita?"
"Sebenarnya hubungan Ade dan Gita sudah lama berakhir ma, Gita menghianati Ade,"
Tapi kenapa kamu tidak pernah memberi tahu mama?"
"Ade bukan tidak ingin memberi tahu mama, tetapi Ade belum punya waktu yang tepat karena Ade melihat mama sangat menyukai Gita" Ade tidak ingin membuat mama tambah sakit karena memikirkan itu." Mama Endang hanya diam mendengarkan penjelasan dari putranya itu
"Sekarang telpon semua orang suruhan mu dan kerahkan mereka untuk mencari Ani, papa juga akan membantu kamu." papa Ari memotong pembicaraan Ade dan mamanya.
"Baiklah pa, Ade juga akan mencari Ani sekarang juga." Ade segera keluar dari rumahnya dia menelepon orang suruhannya dan mengirimkan foto Ani Kepada mereka agar mereka mudah menemukan Ani.
****
Sementara itu di RS Dimas baru saja selesai melakukan operasi Caesar kepada pasien2nya Dimas segera meninggalkan RS dia melanjutkan kembali mencari Ani,
Ya, Dimas tidak percaya jika Ani wanita tidak baik, karena Dimas sangat yakin bahwa Ani mempunyai alasan sendiri bagaimana itu semua terjadi kepadanya
Dimas masih mengamati dari seberang jalan, "Apakah itu benaran Ade" tapi kenapa dia seperti mencari seseorang, apakah dia juga mencari Ani?" Dimas bergumam sendiri.
Dimas menjalankan kembali mobilnya untuk mendekat dimana Ade berada
"De, ngapain kamu?" Ade segera menoleh kebelakang karena dia mendengar seseorang memanggil namanya
"Hai dim, kamu sedang apa disini?" Ade balik bertanya
"Nggak ngapa-ngapain, tadi aku kebetulan lewat dan aku melihat kamu sedang mencari seseorang, emangnya siapa yang kamu cari?"
"Dimas tolong bantu aku mencari Ani."
"Kamu mencari Ani? bukankah Ani sudah diusir oleh Tante Endang" dan bukankah dia wanita tidak baik, jadi untuk apa kamu mencari Ani, mungkin saja dia sekarang sedang bersenang-senang dengan laki2 yang telah menghamilinya."
Deg!
__ADS_1
Jantung Ade berdetak kuat saat mendengarkan perkataan Dimas, Ade mengeraskan rahangnya dan tangannya sudah menggempal kuat rasanya Ade ingin menghajar Dimas saat itu juga.
"Jaga bicaramu Dimas!!" Ade menunjuk wajah Dimas dan Dimas menanggapinya dengan senyuman.
"Kenapa De" apakah kamu tidak terima dengan perkataanku?"
"Ya, aku tidak terima kamu mengatakan hal buruk kepada Ani, karena aku sangat tahu bahwa Ani adalah wanita baik2!!"
"Oh yaa?" sepertinya kamu sangat tahu luar dalam tentang Ani."
Dimas masih membalas Ade dengan kata2 tajam, Ade melihat Dimas tidak seperti yang dia kenal, karena Dimas yang dia kenal tidak pernah serius dalam kata2 dia selalu menganggap masalah itu kecil dan selalu ada jalan keluarnya.tapi saat ini Dimas sangat berbeda sekali mungkin karena semua itu menyangkut tentang Ani, wanita yang selama ini dia cintai
Ade tidak menanggapi kata2 Dimas dia segera akan masuk kembali kedalam mobilnya, tetapi Dimas kembali mengeluarkan suaranya untuk membuat Ade berhenti
"Apakah kamu mengetahui siapa laki2 baji**an yang telah meniduri pembantumu itu?"
Ade kembali menghadap Dimas dan dia tidak bisa menahan emosinya.
Bugh.. bugh.. bugh..
Ade memberi Dimas Bogeman mentah di perut dan juga wajahnya
"Dengar jangan pernah kau mengatakan hal itu lagi tentang Ani!!!" Ade memegang kerah baju Dimas dan Dimas masih tersenyum mengejek.
"Apakah laki2 baji**an itu adalah dirimu?" Dimas menuduh Ade dan tuduhan Dimas dibenarkan oleh Ade.
"Ya, aku adalah laki2 yang telah meniduri Ani!!" dan itu semua terjadi gara2 dir_"
Bugh.. bugkh.. bugh..
Belum sempat Ade menjelaskan kepada Dimas kini giliran Dimas memberi Ade Bogeman mentah 3 kali tepat di wajah Ade, sehingga mengeluarkan darah dari bibirnya.
"Dasar breng**k kau De, beraninya kau melakukan itu kepada wanita yang sangat aku cintai." Dimas kembali ingin menghajar Ade.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar dan juga vote nya ya, biar author semangat up Terimakasih 🥰🥰🙏🙏