Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Sah menjadi sepasang suami istri


__ADS_3

"Lepaskan Aku Dokter! aku tidak mau anak ini aku benci aku benci!" Raysa kembali ingin memukul perutnya tetapi dengan sigap Dimas menahan tangan Raysa.


"Kenapa kamu tega menyakiti bayi yang tidak berdosa ini Sa? kamu boleh menyakiti aku dan membalas semua rasa sakit yang selama ini aku lakukan kepadamu. tetapi aku mohon jangan sakiti anak kita. dia tidak salah apapun!" Lirih Dimas dengan suara parau.


"Tidak ada anak kita. tetapi ini anak kamu! aku tidak menginginkan anak ini!" Masih dengan nada tinggi Raysa menumpahkan kekesalannya kepada Dimas.


"Baiklah. jika kamu tidak menginginkan anak yang ada dalam kandunganmu. aku akan mengambilnya setelah dia lahir nanti. sekarang aku akan menikahimu." Dimas bicara tegas karena dia ingin bertanggung jawab dan dia juga ingin menjaga calon bayinya dari amukan Raysa.


"Aku tidak mau menikah denganmu! aku sangat membencimu. bagaimana bisa kamu menikahi seorang wanita jal**g sepertiku? apakah kamu menikahiku hanya untuk menjadikan ku bahan hinaanmu?"


"Raysa, cukup! aku mohon jangan katakan itu lagi! aku tahu kesalahanku sangat besar kepadamu. aku tidak ada niat untuk menyakitimu. aku ingin bertanggung jawab atas kehamilan kamu. aku tahu kamu sangat membenciku tapi aku mohon biarkan aku menikahimu setelah anak itu lahir kamu bisa pergi meninggalkan aku dan bayi itu."


Lama Raysa memikirkan semua kata-kata Dimas. tetapi dia juga tidak punya pilihan lain bagaimana jika dia tidak menikah dengan Dimas. tentu saja itu akan menjadi masalah besar dalam hidupnya karena hamil tanpa suami tentu saja akan menjadi hinaan semua orang.rasanya dia tidak sanggup menjalani itu semua.

__ADS_1


"Baiklah. kita menikah hingga bayi ini lahir. setelah itu aku akan pergi dan aku tidak mau merawat bayi ini." Raysa sudah punya rencana setelah bayi itu lahir dia akan meninggalkan bayi itu kepada Dimas. dan dia akan segera pergi untuk pulang ke kampung untuk mencari orangtua kandungnya.


"Baiklah. aku janji akan mengikuti semua maumu." Dimas merasa lega karena Akhirnya Raysa menerima untuk ia nikahi. dalam hatinya dia berjanji akan meluluhkan hati wanita cantik ini untuk bisa mencintai dirinya dan calon anak mereka.


"Kamu harus merahasiakan ini dari orang lain. aku tidak ingin jika orang tahu bahwa aku sudah menikah dan mempunyai anak darimu." Kembali kata2 Raysa seakan mencubit hati Dimas. 'begitu bencikah kamu Sa? sehingga kamu tidak Sudi jika orang tahu tentang pernikahan kita. tapi aku tidak akan menyerah begitu saja karena sebesar apapun kebencian kamu kepadaku namun kamu tidak bisa pungkiri jika sebentar lagi kamu akan menjadi milikku.' Dimas bergumam sendiri dalam hati sambil tersenyum kemenangan.


"Kenapa kamu tersenyum begitu? apakah kamu merencanakan hal buruk kepadaku?"


"Tidak! aku tidak merencanakan apapun. aku hanya bahagia bisa menikah denganmu. aku berharap pernikahan ini bisa bertahan lama."


"Ah tidak. aku tidak boleh percaya begitu saja dengan sikap Dokter arogan ini. aku harus hati-hati mungkin saja dia telah merencanakan sesuatu hal yang buruk kepadaku.' Raysa bicara dalam hati.


***

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Mariana binti Bayu. dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai..!"


"Bagaimana saksi?" pak KUA menanyakan.


Sah!


Sah!


"Alhamdulillah..." pak KUA membacakan doa-doa untuk kedua mempelai.dan kini mereka telah sah menjadi sepasang suami istri.


Kini Raysa telah berada di apartemen Dimas. saat Dimas membawa Raysa masuk tiba2 langkahnya terhenti di depan pintu. Raysa kembali mengingat malam itu dimana dia menyerahkan kesuciannya kepada Dimas hingga akhirnya kini ada Dimas Junior di dalam rahimnya.


"Kenapa? apakah kamu tidak nyaman tinggal disini? besok kita akan mencari rumah baru agar kamu nyaman."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2