
"Sudahlah sekarang kamu istirahat ya" kamu kelihatan sangat lelah" semoga Ani secepatnya ditemukan."
Mbak Dewi menyuruh Ade untuk istirahat. Ade segera berdiri dia ingin mandi untuk menyegarkan pikirannya yang sedang kacau.
"Apakah kamu sudah makan?" Mama Endang mengeluarkan suaranya dia sebenarnya sangat kasihan melihat anaknya begitu sedih saat kehilangan Ani, ada rasa bersalah dihatinya telah mengusir Ani dari rumah ini, tetapi mama Endang masih tidak mau mengakui kesalahannya dia merasa itu wajar karena mereka telah berani membohongi diri nya
"Nanti saja ma." Ade menjawab singkat tanpa menoleh pada mamanya, semenjak Ade tahu mamanya telah mengusir Ani dia mendiamkan mamanya , Ade bukan membenci tetapi Ade hanya kecewa dengan sikap mamanya yang telah mengambil keputusan sendiri
***
Sementara itu Dimas membawa Ani ke apartemennya, saat mobilnya telah berhenti Dimas menoleh ke samping ternyata Ani sudah tertidur pulas,
" Yaelah dia tidur lagi" Dimas menatap wajah polos Ani saat tidur, ada rasa sedih dihatinya saat pertama jumpa dengan Ani, Dimas sangat berharap jika wanita di sampingnya saat ini akan menjadi miliknya.Tetapi semua itu hanya harapan semata, yang membuat Dimas kecewa Ade adalah sahabat dekatnya bahkan Dimas juga telah menganggap Ade seperti adiknya sendiri, tetapi Dimas juga menyadari terkadang cinta tak bisa ditebak meskipun kecewa Dimas harus merelakan Ani menjadi milik Ade.
"Ani, bangun kita sudah sampai." Dimas menampar lembut wajah Ani, untuk membangunkan Ani
"mmh" Ani membuka matanya dia menatap Dimas yang berada disampingnya
"Ah kita dimana bang?"
"Ayo turunlah ikut Abang." Dimas mengajak Ani untuk turun, dan Ani segera turun mengikuti langkah Dimas dan masuk kedalam gedung tinggi itu
"Bang kita kemana ini? ini tempat apa bang?"
"Ini namanya apartemen" Abang tinggal disini."Dimas menjelaskan kepada Ani sambil terus barjalan.
Ani mengamati semua lorong dan kamar2 yang dia lewati, "kok seperti kamar kos2an ya bang? tapi kamar kos kok mewah banget."
Ade yang mendengarkan celotehan Ani tersenyum, " kamu tu ya bikin Abang gemes aja, kok kamar kos sih An? nggak sekalian aja kamu bilang ini seperti rumah susun."
"Apa sih bang" emang seperti itu kok." Dimas hanya geleng-geleng kepala
Kini mereka sudah sampai di depan kamar apartemen Dimas, Dimas segera mengeluarkan kartu smart lock untuk membuka kamar apartemennya
"Ayo masuklah." Ani hanya diam didepan pintu dia tidak masuk
"Ani ayo masuk kenapa bengong?"
"Tapi bang" apakah kita berdua saja Didalam?" Ani bertanya pada Dimas Ani tidak ingin suaminya berpikir yang tidak2 kepadanya walaupun Ani berpikir bahwa Dimas belum mengetahui tentang hubungannya dengan Ade.
"Terus kamu mau kemana Ani? tenanglah kamu tidak perlu cemas nanti kamu bisa tidur dikamar satu lagi."
__ADS_1
"Hah! jadi didalam kamar kost ada kamar lagi?." Ani berceloteh sambil segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar apartemen Dimas.
Saat sudah sampai didalam Ani memandangi semua sudut ruang yang ada didalam kamar itu, Ani melihat ternyata kamar kost yang dia maksud cukup luas ada dapur minimalis dan juga ruang tamu,dan ada dua kamar.
"Udah nggak usah bengong" kalau kamu mau istirahat masuklah kekamaritu, disana ada baju ganti, dan pergilah mandi tukar pakaian mu Dimas menunjuk kamar untuk Ani. tetapi Ani masih memperhatikan semua yang ada didalam kamar apartemen Dimas, Ani masih kagum melihat kemewahan isi dalam ruangan itu
Kini Dimas beranjak menuju dapur minimalis itu, dia ingin memasak sesuatu untuk Ani, karena tadi dijalan Ani mengatakan sangat lapar.
Saat Dimas sedang sibuk didapur, Ani segera menuju kamar tidur, Ani ingin mandi untuk menyegarkan tubuhnya, tapi saat Ani sudah berada didepan kamar Ani bingung yang mana kamar dimaksud Dimas tadi karena posisi kamar itu bergandengan.
Tanpa pikir panjang Ani memasuki salah satu kamar yang berada di depannya, saat Ani masuk dia mencium bau aroma parfum yang menyeruak di Indra penciumannya, yaitu parfum yang wanginya seperti sering lewat di Indra penciumannya.
Ani masih bingung, "benar nggak sih ini kamar yang dimaksud bang Dimas."
Ani duduk diatas tempat tidur yang sangat empuk itu dan tanpa sengaja Ani melihat sebuah foto yang berukuran kecil, Ani sangat terkejut melihat orang di foto itu siapa lagi kalau bukan dirinya.
Ani mengambil foto itu,foto dirinya yang sedang tersenyum saat memberi ikan makan, Ani baru ingat itu adalah saat pertama kali dia ngobrol dengan Dimas di kolam ikan. yang berada di rumah keluarga Waluyo
"Kenapa bang Dimas menyimpan foto Ani? apakah benar yang dikatakan oleh mas Ade jika bang Dimas??" ah itu tidak mungkin."
"Ya itu memang benar," aku memang mencintai kamu Ani." suara Dimas mengejutkan Ani saat bertanya2 sendiri
Saat Ani ingin segera membersihkan pecahan kaca itu Dimas melarang Ani melakukan itu
"Sudah Ani, biarkan saja" biar Abang yang membersihkannya, Ani menatap Dimas dengan seribu pertanyaan
"Apa yang kamu lihat dan yang kamu dengar itu adalah benar" Abang memang mencintai kamu semenjak abang bertemu denganmu."
"Tat, tapi bang." Ani menjawab dengan gugup.
"Tenanglah Abang tidak meminta balasan cinta darimu, Abang hanya ingi memberi tahumu tentang perasaan Abang yang sebenarnya, walaupun Abang sudah terlambat untuk memberitahunya.
"Maaf jika Abang masih menyimpan foto kamu, mungkin ini adalah akhir dari sebuah jawaban perasaan Abang, ya Abang harus mengubur semua perasaan Abang terhadap kamu Ani." mungkin Allah belum menemukan jodoh untuk Abang."
Dimas tersenyum sambil menahan rasa kekecewaannya, karena Ani adalah wanita yang mampu membuat dia jatuh cinta dan bahkan Dimas menyimpan banyak harapan walaupun dia belum mengatakan isi hatinya tetapi Dimas selalu berharap suatu saat nanti Ani akan membalas cintanya dan bisa hidup bersama dengannya, tetapi sekarang harapan dimas telah pupus, ya mungkin itulah yang dinamakan tidak jodoh, dengan candaan yang dia lakukan Kepada Ade takdir merubah segalanya.
Kini wanita yang ada dihadapannya sudah menjadi milik sahabatnya sendiri
Tak terasa air mata Ani jatuh, saat mendengarkan semua kejujuran yang Dimas katakan, Ani merasa bersyukur bisa dicintai dua lelaki yang sangat baik, namun Ani tidak bisa membohongi perasaannya bahwa dia sangat mencintai suaminya, karena Ade adalah laki2 yang pertama dia cintai.
Dimas menghapus air mata Ani, "Udah nggak usah cengeng" sekarang kamu adalah adik Abang, Abang janji akan membantu kamu dan Ade bersatu."
__ADS_1
Seketika itu juga Ani terkejut mendengar Dimas menyebut nama Ade,
"Abang su, sudah tahu?" Ani bicara terbata bata,
"Ya Abang tahu semuanya." seketika itu Ani menangis dan memohon kepada Dimas untuk menelpon Ade
"Bang, Ani mohon tolong hubungi mas Ade" Ani ingin bicara dengannya, Ani kangen sama dia bang." Ani memohon seperti Ani kecil yang meminta sesuatu kepada kakaknya
Dimas melihat bahwa Ani juga menyimpan cinta yang sangat besar untuk Ade. Dimas segera mengambil ponselnya dia segera menghubungi Ade
Tidak berapa lama Ade menjawab telepon dari Dimas
"Ya Dimas ada apa?"
Dimas memberikan telponnya kepada Ani dan Ani segera mengambil telpon Dimas.
"Halo Dimas! halo! Ade kembali mengulang halonyo karena tidak ada jawaban,
"Ha' alo mas" Ani bicara sambil tercekat sambil menahan tangisanya, Ani sangat merindukan suaminya itu
"Ani, sayang" kamu dimana sekarang?" mas Sangat merindukan kamu sayang." Dimas tak kalah bahagianya mendengar suara isterinya.
"Ani ditempat bang Dimas mas" Ani kengen mas Ade" jemput Ani yan mas." dengan suara manjanya Ani meminta suaminya untuk segera menjemputnya
"Oke sayang mas sekarang juga kesana, tunggu mas ya."
Lalu Dimas mengambilnya ponselnya dari tangan Ani,
"Ayo segera kamu kesini, aku beri kamu waktu 15 menit jika dalam waktu yang aku berikan kamu tidak sampai disini, jangan harap kamu bisa ketemu istri kamu."Dimas segera mematikan sambungan ponselnya. Dimas masih saja menjahili Ade
Ani yang mendengarkan segera memukul bahu Dimas, "Apa sih bang, jahil banget jadi orang!"
"Hahaha.. Dimas lari keluar dia tak menghiraukan ucapan Ani. tetapi Dimas berhenti kembali masuk,
"Sekarang segeralah mandi,agar wajah kamu terlihat segar saat Ade datang,
Ani baru sadar ternyata dia belum mandi dan bajunya yang robek belum dia ganti
Bersambung...
Jangan lupa like dan komentar juga vote, biar author semangat up Terimakasih 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1