
Ani segera menjawab salam mama Endang dan mbak Dewi, "Selamat pagi buk, mbak!
"Pagi An, Apakah Ade sudah berangkat ke bandara?" mama Endang bertanya kepada Ani sambil berjalan menuju kamar mbak Dewi untuk meletakkan Radit yang tertidur pulas dalam gendongan Omanya.
"Sudah buk, barusan pergi sebelum ibuk pulang."
"Tante Ani, kita main lagi yuk Tante." Rafa turun dari gendongan mbak Dewi dan segera merentangkan tangannya pada Ani, dan Ani segera membawa Rafa dalam gendongannya.
"Ooo.. jadi Rafa mau ajakin Tante main" baiklah kalau begitu kita main di halaman belakang saja ya."
"Oke Tante, tapi lafa mau main bola ya Tante."
"Hihi.. baiklah sayang, Tante temenin Rafa main ya."
"Rafa jangan begitu nak, jangan merepotkan Tante Ani, lebih baik mandi dulu ya" lihat tuh udah bau asem." mbak Dewi merasa tidak enak karena Rafa sudah merepotkan Ani.
"Nggak mau mah" lafa mau main dulu cama Tante Ani, Tante Ani nggak lepotkan Tante?" Rafa tidak mau kalah dengan mamanya
"Nggak kok sayang Tante nggak repot sama sekali."
"Tidak apa2 Mbak, nanti Rafa biar Ani yang mandikan."
"Yeee lafa mandi cama Tante Ani."
Mama Endang dan Dewi hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Rafa yang sudah begitu manja pada ani.
Kini Ani sedang menemani Rafa bermain bola di halaman belakang, Rafa nampak begitu bahagia dan tertawa lepas, Ani memandang Rafa dia tersenyum sambil mengusap perut datarnya.
"Sayang, kamu sehat2 ya diperut mama" kamu cepet keluar biar bisa main bareng mas Rafa." Ani bicara sendiri dengan calon bayinya.
Setelah puas bermain Ani membawa Rafa masuk untuk segera dimandikan, setelah selesai mandi Ani mengajak Rafa untuk sarapan.
Saat Ani sedang membuatkan sarapan request Rafa mama Endang datang.
"Lagi ngapain kamu An?"
"Ah ini buk pesanan siganteng Rafa roti bakar sanwic" ibuk mau Ani buatkan sarapan juga?" Ani bertanya kepada Mama mertuanya walaupun mama Endang belum mengakuinya sebagai menantu karena dia belum tahu yang sebenarnya
__ADS_1
"Ah nggak usah An, ibuk mau minta kamu masakin ibuk ikan gurame saus Padang seperti waktu itu" soalnya nanti siang ibuk ada tamu."
"Baiklah buk nanti akan Ani masakin buat ibuk." Ani mengiyakan permintaan mama Endang walaupun Ani tidak tahu apakah dia sanggup mencium bau aroma masakan itu, yang jelas Ani tidak ingin mengecewakan mama dari suaminya itu.
***
Sementara itu dikota Jambi Ade sudah mendarat setengah jam yang lalu, dan dia segera dijemput oleh menejer perusahaan papanya yang saat ini perusahaan itu sedang ada masalah tentang insiden di lapangan.
Kini Ade sudah berada di hotel dia akan meninjau langsung kelapangan dimana tempat terjadinya accident at work nanti sore sekitar jam 2, saat ini Ade hanya menghabiskan waktunya dikamar hotel, setelah meletakkan koper kecil yang berisi pakaian yang di sediakan oleh Ani tadi, Ade segera me nelpon istrinya dia ingin memberikan kabar jika dirinya sudah sampai dengan selamat.
Beberapa kali Ade mencoba menghubungi Ani namun tak ada jawaban akhirnya Ade mengirimkan pesan kepada istrinya itu.
📩"Assalamualaikum sayang" kamu apa kabar kenapa telp dari mas tidak diangkat?" mas sangat menghawatirkan kamu, semoga kamu baik2 saja" jangan lupa susu hamilnya diminum agar kamu tidak terlalu lemas."
Setelah mengirim pesan kepada istrinya Ade istirahat sejenak sambil menunggu waktu untuk pergi ke lokasi kejadian accident
***
Dirumah keluarga Waluyo
Ani baru saja selesai memasak ikan saus Padang walaupun dalam keadaan mual Ani berusaha menahan sebisa mungkin agar dia tak muntah,, karena Ani memasak dibantu oleh mbak Tati.
"Assalamualaikum jeng Endang"
"Wa'alaikumsalam jeng Retno" ayo ayo.." silahkan masuk jeng."
"Mami aja yang disuruh masuk Tan, aku nggak disuruh?"
"Yaa ampun Tante lupa ternyata ada calon mantu juga." mama Endang tertawa sambil mengulurkan tangannya kepada Gita
Ya, tamu yang dijamu oleh mama Endang adalah Gita dan maminya yaitu mami Retno.
Mereka segera masuk dan menuju meja makan Ani tertegun saat melihat Gita berada dirumah itu, dan Ani juga melihat Gita begitu dekat pada mama endang, ada rasa sedih saat melihat kedekatan mereka Ani melihat mama Endang sangat menyukai Gita untuk menjadi menantunya, Ani juga menyadari bahwa dia dan Gita sangatlah jauh berbeda,Gita adalah seorang dokter dia wanita yang berpendidikan tinggi dan juga orang terpandang. sementara dia hanya seorang pembantu dirumah suaminya sendiri dan ayah ibunya makan dari tangan keluarga suaminya..
"Ani tolong panggilkan Mbak Dewi ya" bilang kalau Gita dan maminya sudah datang." mama Endang menyuruh Ani memanggil mbak Dewi dan Ani segera menuju kamar mbak Dewi untuk memanggilnya
Setelah memanggil Dewi Ani segera naik keatas menuju kamarnya, setelah sampai dikamar Ani segera berbaring dia merasa sangat lemas karena pagi ini dia belum makan apapun.
__ADS_1
Tidak berapa lama ponsel Ani kembali berdering,dan Ani segera mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, Ani melihat my hubby memanggil dan Ani segera menggeser warna hijau
"Assalamualaikum mas" Ani mengucapkan salam kepada suaminya
"Wa'alaikumsalam" kamu kemana sayang kok telp mas baru diangkat?"
"Maaf mas, tadi Ani dibawah lagi ngobrol sama Mama dan mbak Dewi." Ani berbohong dia sengaja agar suaminya tidak kepikiran kepadanya itu akan membuat suaminya bertambah lama disana karena dia tidak fokus mengurus masalah disana.
"Apakah kamu sudah makan sesuatu pagi ini?"
"Belum mas, tapi sebentar lagi Ani akan makan dan juga minum susu" mas jangan hawatir ya." Ani meyakinkan suaminya bahwa dia baik2 saja tetapi Ade masih bisa mendengarkan suara serak istrinya itu.
"Apakah kamu memikirkan sesuatu sayang?"Ade bertanya pada istrinya karena Ade sangat tahu sifat istrinya itu, Ade merasa Ani sedang menyimpan sesuatu tetapi dia menutupinya
"Ti,, tidak mas" Ani gugup itu tambah membuat Ade curiga. Ade mengalihkan dari tlp suara menjadi panggilan video
Ani segera menukar panggilannya menjadi video, Ade menatap mata istrinya yang masih terlihat sisa air mata dipipi mulus Ani
"Sayang, ayo cerita sama mas sekarang" kamu sedang memikirkan apa?" Ani hanya diam dia memandangi lantai kamarnya
"Ayo dong sayang, kamu ingin mas pulang sekarang?" Ani segera menatap suaminya itu
"Ja,, jangan mas" baiklah Ani akan mengatakannya" Gita disini mas bersama maminya, mereka sedang makan siang bersama mama."
"Ck.." mama kenapa sih menyuruh mereka datang." Ade kesal mendengar bahwa Gita dan maminya berada dirumahnya, dia sangat tahu jika gita memanfaatkan kesempatan ini untuk meyakinkan mama Endang
"Biarkan saja dia datang, kamu tidak perlu sedih sayang, kamu percaya kan dengan cinta mas ke kamu?" Ani hanya diam dia kembali meneteskan air matanya
"Ayolah sayang, jangan menangis lagi, kalau begini mas tidak fokus dengan urusan ini"
"Ani melihat mama sangat menyukai Gita untuk menjadi menantunya" dan Ani juga menyadari itu semua Gita memang sepadan dengan mas Ade." sementara Ani tidak cocok untuk bersanding dengan kamu mas, Ani hanya gadis miskin yang berpendidikan rendah." Ani tak kuasa menahan tangisnya
"Ssssttt sayang,, udah jangan ngomong begitu" yang mencintai kamu itu adalah mas, bukan yang lainnya, apapun yang terjadi mas akan mempertahankan kamu, mas tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang" udah mas mohon kamu berhenti berpikir yang tidak-tidak, karena itu akan berpengaruh terhadap calon bayi kita" jika kamu masih menangis mas akan pesan tiket pesawat saat ini juga." Ade mengancam Ani untuk pulang saat itu juga
Mendengar kata2 Ade akan pulang Ani segera menghapus air matanya, " Baiklah Ani tidak akan menangis lagi." Ani berusaha tersenyum agar suaminya tidak mencemaskan dirinya lagi
Bersambung...
__ADS_1
Untuk malam ini author up nya satu bab dulu ya, soalnya author mau masak untuk sahur dulu😀😁 jangan lupa like, favorit dan komentar dan juga beri author vote juga dong biar author semangat up-nya" terimakasih 😘