Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Resepsi pernikahan Ade dan Ani


__ADS_3

Setelah selesai urusan mereka di kantor KUA, kini mereka kembali pulang untuk membicarakan tentang resepsi pernikahan Ade dan Ani,


Ditengah perjalanan papa Ari membicarakan tentang lahan sawit yang dijaga oleh besannya itu.


"Bagaimana keadaan di kebun pak Bayu?"


"Alhamdulillah semuanya Aman dan tidak ada masalah apapun Tuan."


"Sekarang jangan panggil saya tuan lagi pak Bayu", karena sekarang kita sudah menjadi besan."


"Tapi Tuan saya tidak enak."


"Jangan panggil tuan lagi saya bilang!" Jangan merasa sungkan pak Bayu," call properly!" pak Bayu bisa panggil saya mas, karena kalau saya lihat mungkin saya lebih tua dari pak Bayu."


"Baiklah kalau begitu mas."


"Bayu, bagaimana jika kamu tidak usah tinggal dikebun lagi?"


"Maksud mas Ari bagaimana?"


"Maksud saya kamu bisa tinggal di desaxx kita akan mencari rumah yang layak untuk keluarga kamu, dan Doni tidak perlu lagi ngekost."


"Ade setuju apa yang dikatakan papa itu yah".


Ade ikut membenarkan kata2 Papanya, Ade sebenarnya ingin mengusulkan itu juga, Ade ingin orangtua istrinya mendapatkan hidup yang layak, Karena Ade juga ingin mertuanya itu bisa merasakan hidup berkecukupan dihari tuanya.


"Kalau begitu akan saya bicarakan dulu pada istri saya mas."


"Baiklah nanti setelah acara resepsi pernikahan mereka kita akan membicarakan masalah ini lagi."


***


Dirumah Keluarga Waluyo


Ani sedang sibuk membantu mbak Tati untuk menyediakan makan siang, dan mama Endang masih mengobrol dengan ibu Sari


"Bagaimana kondisi nyonya sekarang setelah menjalani operasi waktu itu?"


"Alhamdulillah sudah mulai membaik Bu Sari" hanya kemaren jantung saya hampir dibuat berhenti berdetak oleh mereka."

__ADS_1


"Saya sebenarnya juga sangat terkejut nyonya, tapi harus bagaimana lagi" semua sudah terjadi."


"Ya, saya berharap semoga saja pernikahan mereka memang diniatkan untuk ibadah", tapi bukan untuk niat tertentu."


Ucapan Endang seakan mencubit hati Sari, Sari merasa Endang telah salah paham kepada Anaknya, memang sejak kedatangan Sari dan suaminya kerumah itu, dia sudah melihat ketidaksukaan Endang kepada Ani, padahal selama ini Endang sangat menyayangi Ani, tapi kenapa sekarang Endang tidak menyukai Ani, apakah Ani memang tidak pantas untuk anaknya yang bergelar seorang dokter mapan.


"Semoga mereka menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." Ibu Sari hanya membalas ucapan Endang dengan Do'a.


Setelah selesai menyajikan semua masakan diatas meja Ani memanggil ibu dan mama mertuanya untuk makan siang, dan kebetulan Ade, papa Ari dan ayah Bayu pulang, dan mereka segera makan bersama.


Setelah selesai makan, keluarga Waluyo dan orangtua Ani kembali membicarakan soal acara resepsi pernikahan Ade dan Ani


****


Kini 2 hari telah berlalu semenjak kedatangan orangtua Ani, dan hari ini adalah hari akan di langsungkan resepsi pernikahan Ade dan Ani di hotel xx yang berada di kota bertuah itu, Semua keluarga waluyo telah tiba,


Siska kakak sulung Ade dan juga suaminya Rangga, yang berada di kota Medan juga datang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Ade, dan begitu juga Yusuf suami Dewi sudah berada dikediaman keluarga Waluyo, walaupun mereka sangat sibuk tetapi mereka menyempatkan diri untuk menghadiri pesta adik lelaki satu-satunya itu.


Semua karyawan di RS maupun di perusahaan perminyakan juga diundang di acara itu.


Sementara itu, dari pihak keluarga Ani yang hadir hanya Abang dari ibu Sari, dia datang bersama keluarganya dari kota asal kelahiran ibu Sari yaitu kota Painan yang berada di Sumatra barat, yang mana kota itu dijuluki kota seribu pesona yang terkenal raja Ampat nya Sumatra barat. kota itu terkenal tempat wisata yang paling bagus daerah Sumatra barat, maka tidak heran banyak para wisatawan yang berkunjung ke sana.


Visual




Kini hari sudah mulai Malam sementara tamu undangan masih Ramai datang silih berganti.


"Sayang, kamu duduk saja jangan berdiri terlalu lama nanti kaki kamu keram." Ade menyuruh Ani untuk duduk,


"Nggak apa-apa mas Ani masih kuat untuk berdiri."


"Kamu jangan kecapean sayang" sisakan tenaga untuk nanti dikamar." Ade berbisik dan tersenyum menggoda Ani .


"Jangan mikirin yang macam2 deh mas", udah tau seharian begini kita berdiri" masa kamu masih sempatnya mikirin itu sih mas?" Ani menatap sinis pada suaminya itu


"Kalau yang itu mas nggak ada capeknya sayang" mas masih kuat dan semangat 45." Ade kembali membuat istrinya itu salah tingkah

__ADS_1


Saat mereka sedang bercanda dipelaminan mereka mendengar suara seseorang.


"Waow..." ternyata dia wanita yang telah merebut kamu dari aku mas" aku baru tahu ternyata sangat miris sekali selera kamu mas." Gita datang keatas pelaminan bukan untuk memberikan ucapan selamat tetapi untuk menghina Ani.


"Jika kamu datang hanya untuk menghina istriku lebih baik kamu turun sekarang!!" Ade mengusir Gita dari pelaminan itu


"Kamu kira aku Sudi untuk memberi ucapan untuk pernikahanmu ini."


'Lihat saja mas, aku tidak akan menyerah" karena aku tidak Sudi wanita pembantu itu mendapatkan kamu" emang apa kurangnya aku dari dia? kita lihat saja nanti". Gita tersenyum mengejek dan bicara sendiri dalam hatinya dan dia segera turun


Saat Gita turun dia melihat Endang sedang duduk menikmati makanannya


"Selamat malam Tante." Gita duduk didepan Endang


"Ya malam Gita" Apakah kamu sudah makan?"


"Gita tidak selera makan Tante", tadi Gita kira ini semua tidaklah benar tapi saat Gita membuktikan sendiri datang kesini rasanya ini seperti mimpi Tante." Gita bicara sambil menangis


"Maaf ya gita? mungkin kalian memang tidak berjodoh." Endang hanya bicara seadanya


"Apakah Tante Merestui pernikahan mereka Tante? apakah dia memang lebih pantas untuk mas Ade daripada Gita Tante?" Gita masih memasang wajah sedihnya didepan Endang.


"Tante tidak tahu Gita yang jelas Tante saat ini mengikuti saja maunya Ade, jika kamu tanya siapa yang pantas tentu saja Tante pilih kamu, tapi semua kembali lagi kepada keinginan Ade."


Kata2 Endang seperti memberi angin Surga kepada Gita, dan Gita sangat senang didalam hatinya.


"Aku tidak percaya mas Ade secepat itu bisa berpaling dari aku Tan" ini semua pasti ada sesuatu." Gita kembali menyalakan bara menjadi api, agar Endang semakin membenci Ani


Endang hanya diam mendengarkan kata-kata Gita, dia merasa juga begitu" Endang masih tidak percaya apa yang terjadi di antara Ade dan Ani, Endang berprasangka jika ini terjadi adalah Ani yang menjebak Ade, karena dia tahu bahwa Ade itu sangat bertanggung jawab atas perbuatannya sehingga dia harus mengorbankan kebahagiaannya.


"Ntahlah Gita Tante tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya."


"Kita lihat saja Tante, bagaimana pernikahan mereka nanti" karena pernikahan tidak didasari cinta maka tidak akan mungkin bertahan lama."


"Kalau begitu Gita pamit pulang dulu Tan" Gita tidak sanggup berlama-lama disini." Gita pamit dengan wajah pura2 sedih didepan Endang.


Bersambung...


Hai... Assalamualaikum,, Good night to my loyal readers semua" maaf ya author telat up, karena kita sama2 sedang merayakan hari kemenangan. maka dari itu author mengucapkan MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN."

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan juga vote nya ya biar author semangat up Terimakasih 🥰🥰🙏


__ADS_2