
"Ayo sekarang ikut aku". Dimas hanya bicara singkat dan segera berdiri dan berjalan menuju mobilnya.
Raysa masih bingung dengan sikap Dimas yang tiba2 berubah menjadi dingin, tetapi dia tidak ada pilihan lain, dia segera berdiri dan mengikuti langkah Dimas.
Kini Dimas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia masih kecewa, kesal,marah, semua bercampur dihatinya, dia merasa takdir mulai mempermainkan dirinya lagi, kenapa setiap orang yang di sukai selalu mematahkan hatinya,Raysa adalah wanita ketiga yang pernah dia sukai karena sebelum Dimas mengenal Ani dia pernah berpacaran dengan seorang wanita cantik dia adalah anak pejabat dikota Riau itu, tetapi Dimas kecewa wanita itu memutuskan untuk pergi keluar negeri dengan alasan masih ingin mengejar karir, karena dia memang seorang model.
***
Tidak berapa lama mobil mewah itu sudah berhenti di depan gedung apartemennya.
"Ayo turun."
Raysa hanya ikut saja tanpa bertanya, dan jantungnya berdegup kencang, napasnya Terasa sesak karena dia tahu Dimas membawa Raysa ke apartemennya, andai saja dia mempunyai uang untuk membayar biaya operasi ibunya maka saat itu juga dia akan kabur dari hadapan Dimas.
Kini mereka telah sampai di depan kamar apartemen Dimas,dia segera menempelkan kartu smart lock nya, setelah pintu apartemen terbuka Dimas segera masuk, sementara Raysa masih mematung di depan pintu itu.
"Ayo masuklah, kamu menginginkan uang kan?"
"Baiklah". dengan ragu Raysa melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam.
Kini Raysa duduk di sofa ruang tamu apartemen Dimas itu,dia memandangi sekeliling ruangan dan tubuhnya bergetar saat Dimas duduk merapat kepadanya, Dimas tak lagi berbasa basi, Raysa dapat melihat jika saat ini Dimas benar2 telah menganggap dirinya adalah wanita jala*g.
"Kamu ingin uang berapa tadi?"
"Du,dua ratus Lima puluh juta." Raysa terbata bata, saat menjawab pertanyaan Dimas.
"Baiklah,berikan rekeningmu." Dimas mengeluarkan ponselnya dan dia segera membuka aplikasi banking.
"Maaf aku tidak mempunyai buku tabungan ataupun ATM, kalau bisa uangnya cash saja atau berikan dengan Cek." Dimas menatap Raysa dengan aneh.
"Lucu sekali kamu tidak mempunyai rekening, jadi tamu2mu selama ini membayarmu menggunakan apa?"
Tes...
__ADS_1
Air mata Raysa jatuh, dia tak bisa menahan, seakan kata2 Dimas menorehkan luka dihatinya, begitu sakit tapi luka itu tak berdarah dan sakitnya begitu nyata, tapi dia berusaha untuk tetap tegar.
'Aku tidak boleh menyerah,ini semua demi ibu, toh aku sendiri yang membuat dia bersikap seperti ini,dan semuanya sudah terlanjur dia sudah beranggapan aku adalah wanita bayaran." Raysa bicara sendiri dalam hati.
Lama tak mendapatkan jawaban dari Raysa,Dimas segera masuk kedalam kamarnya dan tidak berapa lama Dimas keluar dengan membawa secarik kertas kecil ditangannya dan memberikan kepada Raysa.
"Ini cek seharga yang kamu minta, dan sekarang ayo layani aku, kamu harus membuat aku puas malam ini, karena aku sudah membayarmu dengan mahal."
"Kata2 Dimas kembali menghempaskan Raysa ingin rasanya Raysa segera menampar mulut Dimas yang tak mempunyai bandrol itu, tapi apalah daya ini semua adalah salah dirinya.
Dimas kembali duduk disamping Raysa dia segera menarik tengkuknya dan segera menempelkan bibirnya kepada bibir Raysa.
Seketika itu tubuh Raysa terasa kaku dan bergetar hebat seakan dia terkena sengatan listrik,dan jantungnya berdegup kencang.
Dimas melepaskan pagutannya dia menatap mata teduh dihadapannya itu, sebenarnya dia tidak ingin melakukan hal seperti ini, karena orangtuanya selalu mengingatkan dirinya agar tak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama, tetapi dia kembali lagi teringat kata-kata Raysa yang telah menawarkan diri kepadanya dan tak bisa dipungkiri Dimas juga menyukai gadis itu.
Dimas kembali melanjutkan permainannya dan dia kembali ******* bibir Raysa dan Raysa hanya diam saja tanpa ada perlawanan bak wanita jala*g yang sudah lihai dalam memuaskan hasrat lawan mainnya.
Raysa hanya terpana dan dia segera mengalihkan pandangannya. tangannya sudah berkeringat dingin, dia tidak bisa membayangkan bagaimana Dimas menyentuh tubuhnya nanti.
Raysa kembali dibuat terkejut oleh Dimas saat tiba2 Dimas menggendong tubuhnya dan membawanya kedalam kamar.
"Ayo buka pakaian mu." Dimas menyuruh Raysa membuka pakaiannya tetapi Raysa hanya dia dan tak melakukan perintah Dimas
Karena geram Dimas merasa bahwa Raysa hanya berpura-pura lugu, padahal dia sudah sering melakukan itu dengan lelaki diluar sana.
"Kreekk.... kreekk...
Dimas merobek pakaian atas Raysa sehingga tubuh mulus Raysa terlihat dan hanya tersisa kain penutup dua buah gunung berapi milik Raysa.
"Jangan lakukan itu!" Raysa menutup dadanya dengan kedua tangannya.
tanpa sadar kata2 itu keluar dari bibir Raysa,dia merasa bahwa dirinya sekarang telah menjadi wanita pemuas nafsu para lelaki.
__ADS_1
"Jangan lakukan yang mana? apakah yang ini, hmm, atau yang ini?" Dimas kembali melucuti semua pakaian yang menempel ditubuh Raysa sehingga Raysa sudah polos dihadapan Dimas.
Raysa melihat bahwa Dimas telah terbakar oleh hasratnya,itu semua jelas terdengar dari nafasnya telah memburu lebih cepat.
Dimas segera menindih tubuh Raysa, dia memberikan sentuhan2 hangat di setiap lekuk tubuh wanita yang berad dibawahnya saat ini.
Tak ada penolakan lagi yang keluar dari bibir Raysa, kini dia telah memasrahkan tubuhnya kepada Dimas, karena dia sadar telah menjual tubuhnya sendiri Kepada lelaki tampan yang berada di atas tubuhnya saat ini.
Lama mereka saling bergumul ntah sejak kapan Raysa menikmati sentuhan yang Dimas berikan, dia seakan mengimbangi dan membalas semua perlakuan Dimas terhadap tubuhnya,
"Kau sudah mulai liar sayang." Dimas berbisik ditelinga Raysa, tetapi Raysa sudah tak menghiraukan lagi karena dia telah terbakar oleh hasratnya Raysa melakukannya dengan cinta, mungkin dikarenakan dia juga telah jatuh cinta oleh dokter Tampan ini,
Dimas kembali menghujani tubuh Raysa dengan kecupan2 hangat sehingga kecupan itu berhenti di sebuah lembah kelam dan gelap, Dimas bermain di area itu sehingga Raysa mengerang keras, dia tidak tahu apa yang baru saja terjadi pada tubuhnya, mengapa dia baru merasakan baru kali ini terjadi pada tubuhnya.
Dimas semakin bernafsu saat mendengar erangan2 yang keluar dari bibir Raysa,dia ingin segera menuntaskan hasratnya yang telah sampai ke puncak ubun2nya.
Saat Dimas mulai melakukan penyatuan dia merasakan bahwa lembah milk Raysa Itu sangat sempit dan Dimas kembali menghujan tubuh Raysa dengan sedikit lebih kuat, dan Raysa menjerit dan menggelengkan kepalanya,dia merasa ada yang robek di bagian tubuh sensitifnya.
Tak Terasa air matanya mengalir dia menyadari bahwa mahkota yang selama ini dia jaga telah direnggut oleh seorang lelaki tampan yang telah membayar keperawanan nya.
Sementara itu Dimas menjeda sejenak karena dia menyadari telah memperawani wanita yang saat ini berada dibawah Kungkungan nya.
'Ternyata dia masih perawan, tapi kenapa dia menjual dirinya, apakah hanya bosan hidup susah?" Dimas menatap Raysa yang masih mengeluarkan air matanya. dan Dimas segera menuntaskan hasrat yang masih menggantung dia segera menggerakkan kembali pinggulnya sehingga mencapai pelepasan di rahim Raysa.
***
Setelah selesai Dimas segera menuju kamar mandi, dia meninggalkan Raysa dalam keadaan polos, dan dia segera membersihkan tubuhnya dan menyegarkan otaknya yang sedari tadi penuh tanda tanya.
Saat Dimas berada di kamar mandi, Raysa segera bangkit dan memakai kembali pakaiannya, karena bajunya telah robek maka dia memakai kaos oblong yang dikenakan oleh Dimas tadi, dan dia mengambil cek pemberian Dimas dan segera keluar dari apartemen itu.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komentarnya agar author semangat up,Terimakasih 🙏🥰
__ADS_1