Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Ungkapan perasaan Dr Angga


__ADS_3

"Raysa." terdengar suara Dr Angga memanggil saat Raysa akan membuka pintu mobil.


"Ya, ada apa Dok?" dr Angga meraih tangan Raysa dan dia menggenggam dengan lembut. seketika itu Raysa terkejut dan menatap wajah Dr Angga.


"Sa, izinkan aku untuk selalu membuatmu bahagia. aku ingin selalu ada disampingmu karena aku sangat mencintai dirimu."


Raysa benar2 tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. kenapa bisa seperti ini? Raysa bingung harus menjawab dan bersikap seperti apa kepada Dr Angga. Karena dia benar2 belum siap untuk menerima seseorang dalam hidupnya untuk saat ini.


"Dokter, aku benar2 tidak tahu harus bicara apa, yang jelas aku benar-benar berterima kasih untuk segalanya, apalagi aku bisa dicintai oleh seorang dokter yang sangat baik dan mempunyai banyak kelebihan seperti Dr Angga. tetapi aku sangat minta maaf Dok. untuk saat ini aku hanya ingin sendiri. dan dokter cobalah kembali berfikir karena aku rasa dokter salah mencintai wanita seperti diriku. karena dokter sudah tahu bagaimana keadaanku." Raysa segera menarik tangannya dari genggaman Dr Angga dengan perlahan.


Angga masih diam dan menatap wajah Raysa dengan dalam.


"Sa, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. aku memang sudah tahu semuanya tentang kamu, tetapi aku sangat mencintai dirimu dan aku berjanji tidak akan mempermasalahkan hal itu. aku akan menerima kamu dengan tulus."


Raysa tambah bingung harus bagaimana mengambil sikap. dia juga sangat menghargai ketulusan cinta Dr Angga kapada dirinya, tetapi dia tidak mempunyai perasaan apapun Kepada lelaki yang baik itu.


"Sa, kamu dengar aku kan?" terdengar pertanyaan Dr Angga karena dia melihat Raysa sedang memikirkan sesuatu dia tidak fokus dengan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Ah ya, saya dengar Dok."


"Baiklah kalau begitu turunlah segera istirahat, dan kamu jangan lupa makan dan minum vitamin yang aku berikan kemaren." perintah Dr Angga


"Baik Dok, sekali lagi terimakasih dokter." Angga mengangguk dan Raysa segera keluar.setibanya diluar dia segera menarik nafas dengan lega. rasanya tadi saat dimobil Raysa susah bernafas karena bingung memikirkan jawaban dari ungkapan perasaan Dr Angga.


***


Kini sudah tiga hari semenjak kepergian ibu Wilda, dan malam ini adalah malam terakhir yasinan di kediaman Raysa.


Setelah membereskan semuanya. kini Raysa duduk di kursi ruang tamu dan kembali bayangan ibunya melintas di fikirannya. dia kembali ingat dengan kata2 terakhir ibunya bahwa dirinya bukanlah anak kandung Bu Wilda Raysa bangkit dari tempat duduknya. dia segera menuju kamar Bu Wilda.


Saat berada di depan kamar sang ibu, dia kembali ragu untuk masuk ke dalam kamar itu."apakah sudah saatnya aku mengetahui tentang keluargaku yang sesungguhnya? apakah aku sudah siap?"


Lama Raysa berdiri di depan kamar itu, dia masih menimbang-nimbang keyakinan dihatinya. tetapi hati kecilnya yakin untuk semua itu.maka Raysa segera masuk ke kamar mendiang ibunya.


Setibanya didalam kamar. matanya langsung tertuju kepada lemari kecil yang Bu Wilda beri tahu waktu di RS. Raysa segera mencari petunjuk yang akan mempertemukan dirinya dengan orangtua kandungnya itu.

__ADS_1


Saat dia membuka pintu lemari itu,dia langsung bertemu dengan sebuah kotak yang ukurannya tidak terlalu besar. Raysa segera meraih benda itu lalu dia duduk di atas ranjang usang milik sang ibu yang kini telah tiada.


Raysa segera membuka kotak itu, dia melihat ada sebuah foto 2 orang anak balita perempuan. dan di sisi kanan ada seorang laki-laki yang sepertinya itu adalah ayah dari kedua balita itu,dan di sebelah kiri ada seorang wanita yang sangat cantik memakai kerudung dan lengkap dengan stelan baju kebaya.


"Apakah ini kedua orangtuaku? tapi siapa balita ini?" Raysa mengamati dengan seksama wajah kedua gadis kecil yang ada di foto itu. dan dia baru menyadari karena melihat lesung pipi di salah satu gadis kecil itu saat dia tersenyum.


"Apakah ini memang aku? dan ini siapa kenapa wajah kami begitu mirip. apakah aku mempunyai saudara kembar?" Raysa meletakkan foto itu lalu dia mengambil dua amplop yang berisikan surat di dalamnya, dia membaca sampul surat itu. Untuak Uni Sari. dan yang satu lagi untuk Raysa.


Lalu Raysa mengambil amplop yang untuk dirinya lalu dia membuka amplop itu dan membaca isi surat itu.


Raysa sudah saatnya kamu tahu nak, bahwa kamu bukanlah anak kandungku. sebenarnya nama aslimu adalah Mariana. dan kamu mempunyai saudara kembar yang bernama Maharani.ayahmu bernama Bayu. dan ibumu bernama Sari. aku membawamu pergi dari kedua orangtuamu karena aku iri melihat kebahagiaan ayah dan ibumu yang belum lama menikah sudah di karuniai dua orang bayi mungil dan lucu, sedangkan aku sudah lima tahun menikah tetapi kami belum di berikan keturunan. aku dan suamiku sengaja mengatur rencana agar semua orang mengira hilangnya dirimu karena diculik seseorang yang tidak di kenal. suamiku membawamu untuk lari ke kota ini, setelah sampai disini maka kamu dititipkan kepada teman suamiku,dan hari itu juga dia kembali ke kampung agar semua orang tidak mencurigai kami. setelah keadaan sudah mulai aman maka aku mengatakan niatku untuk berhenti bekerja di rumah orangtuamu. setelah berhenti aku segera menyusul suamiku ke kota ini karena suamiku yang selalu bolak balik untuk menjaga dirimu sampai keadaan benar2 aman sampai aku tiba di kota Riau ini untuk merawat dirimu sendiri. sekali lagi aku minta maaf nak. mungkin aku tak pantas untuk kamu panggil ibu, karena aku sudah sangat jahat kepadamu dan juga orangtuamu. sekarang pulang lah ke kampung halaman orangtuamu Yaitu kota Painan pesisir selatan Sumatera barat.


Raysa menitikkan air matanya, dia benar2 tidak percaya dengan kenyataan saat ini. ternyata dia masih mempunyai keluarga tapi dia tidak tahu dimana keluarganya saat ini. namun Raysa sudah mendapatkan petunjuk. jika dia harus pulang ke kampung halaman orangtuanya untuk mencari tahu keberadaan orangtuanya.


"Aku memang kecewa Bu. tetapi aku tidak akan pernah membencimu. karena selama ini ibu telah merawatku dengan penuh kasih sayang sehingga aku tidak menyadari jika aku adalah anak angkat bagimu. tenanglah disana Bu. semoga Allah mengampuni segala dosa2 Ibu." Raysa bergumam sendiri sambil melafazkan Do'a untuk Bu Wilda.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2