
Kini pagi sudah mulai menjelang, Ani segera bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah mandi Ani duduk ditepi ranjang dia memperhatikan wajah tampan yang masih tertidur lelap dia mengingat kembali percintaannya tadi malam Ani tersenyum sendiri, tanpa dia sadari dia membelai wajah suaminya itu hingga tangannya berhenti dibibir Ade.
Ternyata Ade dari tadi memperhatikan istrinya, dia hanya pura2 tidur padahal dia sudah bangun saat Ani masuk ke kamar mandi,
"Kalau mau cium nggak usah malu2 sayang" Ade membuyarkan lamunan Ani, sehingga Ani gelagapan dia sangat malu.
"Ihh mas apaan sih." Ani segera menggelitik suaminya "ayo bangun.. bangun mas" jahat banget sih kamu mas, ternyata kamu pura2 tidur." Ani memanyunkan bibirnya versi pura2 ngambek
Ade tertawa dia merasa puas ngerjain istrinya dan membuatnya malu.
"Kamu tuh lucu banget sih" lagian ngapain coba cuma dielus aja ni bibir" langsung dicium aja karena bibir dan semua yang ada pada mas adalah milik kamu sayang." Ade kembali menggoda istrinya sambil membawa Ani kedalam pelukannya kini Ani berada diatas tubuh Ade.
"Aahh... mas apaan sih" Ani memukul dada suaminya dia tidak bisa menyembunyikan rasa malunya karena sang suami masih saja menggodanya. Ade kembali tertawa lepas dia benar2 gemes melihat tingkah istrinya
"Udah ayo bangun mas, ini sudah pagi" cepat mandi sana habis itu kita sholat.
Ade segera duduk dan mengecup bibir istrinya, "wangi banget kamu pagi ini sayang" Ade menatap wajah cantik istrinya dan membelai rambut basah sang istri karena habis keramas
"Udah sana mandi mas, jangan godain Ani terus nanti waktu sholat subuhnya habis", Ani menyuruh suaminya mandi sambil mencubit hidung mancung Ade
"Nanti saja mandinya sayang, kita pemanasan dulu Yaa?" Ade mengedipkan matanya kepada Ani, sehingga Ani membesarkan matanya
"Nggak ada pemanasan" sana mandi nggak hah! ayo mandi." Ani kembali mencubit pinggang Ade dan menggelitiknya
"Awwh... hahahaha... "iyaa.. iya.. sayang mas nyerah." "oke2 mas mandi sekarang." Ade segera beranjak dan menuju kamar mandi.
Ani masih menatap Ade sehingga hilang dibalik pintu kamar mandi, Ani tersenyum, rasanya bagaikan mimpi saat ini dia sudah menikah dan menjadi istri seorang dokter, ada rasa bahagia yang menyelimuti hatinya, tetapi rasa takut juga menghantuinya, bagaimana nanti keluarga Ade tahu, apakah mereka bisa menerima dirinya menjadi bagian dari keluarga Waluyo
'Yaa Allah berikanlah kemudahan untuk aku dan suamiku, semoga mereka bisa menerima aku sebagai istri mas Ade." Ani berdoa dalam hati.
Tidak berapa lama Ade sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja, karena pakaian Ade berada di kamarnya dibawah.
"Sayang ambilin baju mas dong dibawah."
"Ah, ya,, baiklah" Ani agak terkejut mendengar permintaan suaminya tapi dia segera menepis rasa keterkejutannya karena dia sadar saat ini dia sudah menjadi seorang istri jadi dia harus melayani suaminya dan mengurus segala kebutuhan hingga pakainya
Ani segera beranjak dari tempat duduknya dan akan keluar mengambil baju Ade dikamar bawah, tapi Ade menahan tangan istrinya
__ADS_1
"Tidak usah sayang biar mas saja yang mengambilnya,"kamu disini saja karena kamu sedang hamil muda tidak boleh terlalu banyak bergerak apalagi naik turun tangga" mulai nanti malam kamu tidur dikamar mas saja ya."
"Nanti kalau mbak Tati lihat gimana mas, bisa2 mereka curiga."
"Iya juga sih" begini saja kalau mereka sudah pulang kamu segera kekamar mas ya." Ani mengangguk tanda mengiyakan
****
Kini mereka sarapan bersama, karena pagi ini Ade akan membawa Ani ke RS untuk memeriksa kehamilan Ani,
Setelah sarapan Ade dan Ani segera beranjak untuk menuju RS sakit, saat mereka ingin keluar mereka berpapasan dengan mbak Tati dan dua art lainnya,
"pagi den Ade" mbak Tati menyapa
"Eh Ani kamu mau kemana pagi begini? mbak Tati kembali bertanya karena melihat Ani juga Keluar bersama majikan mereka
"Ah itu mbak Ani_" dia menggantung ucapannya
"Ani mau ke RS bersama saya mbak karena sakit yang dia rasakan kemaren kembali lagi. jadi saya mau memeriksa penyakitnya kembali."
Ade meneruskan ucapan Ani, karena dia tahu istrinya ini sedang gugup.
"Baiklah mbak kalau begitu kami jalan dulu." Ade segera berjalan mendahului Ani
Saat diperjalanan Ani melihat ada orang jualan rujak dipinggir jalan, rasanya Ani ingin sekali memakan rujak, sehingga Ani tidak mendengarkan apa yang Ade bicarakan
"Sayang, kamu dengar nggak mas ngomong apa?" "sayang? Ade kembali memanggil Ani
"Ah ya mas" maaf mas tadi ngomong apa? Ani bicara tapi matanya masih melihat rujak sehingga sudah terlewat Ani masih melihat dari kaca spion
Ade segera memelankan mobilnya dia menukar gigi atrek sehingga mobilnya mundur kebelakang, ternyata Ade mengerti apa yang membuat istrinya tidak fokus bicara dengannya
Ani yang merasa mobil yang dinaikinya berjalan mundur dia segera menoleh pada suaminya.
Kini mobil itu berhenti pas didepan orang jualan rujak itu. Ani menatap suaminya dengan tanda tanya
"Kamu mau itukan" tunggu disini biar mas belikan buat kamu." Ade segera turun untuk membelikan keinginan sang istri, dia tahu saat ini istrinya sedang ngidam
__ADS_1
tidak berapa lama Ade masuk dengan membawa satu bungkus rujak lalu menyerahkan pada Ani,
"Ini sayang, tapi nanti makannya di RS saja ya." Ani tersenyum bahagia karena suaminya tanpa diberi tahu dia mengerti keinginan istrinya.
"Terimakasih ya mas" Muuach" saking senangnya Ani mencium pipi Ade, seketika itu Ade kaget karena baru kali ini istrinya berani mencium dirinya,
"Nggak mau cuma cium pipi aja sayang" Ade kembali mengambil kesempatan
"Maksud mas? Ani tidak mengerti maksud suaminya
"tambah lagi ciumannya" jangan pipi aja, bibir juga dong sayang." Ade tersenyum sambil mendekatkan bibirnya pada Ani, Ani yang sedang bahagia tidak pikir panjang dia segera mengecup bibir suaminya, Ade membalas kecupan bibir istrinya barawal hanya kecupan kini menjadi ******* sehingga Saliva mereka bertukar.
Ani segera mengakhiri ciumannya."udah dong mas nanti dilihat orang dari luar." Ani membelai wajah suaminya dengan lembut.
"Oke sayang kita jalan sekarang, "muach.. muach"muachh... ade mengecup bibir hidung dan kening istrinya, dan dia segera menjalankan mobilnya kembali
***
Kini mereka sudah sampai di RS Ade dan Ani segera masuk menuju ruangan praktek, saat mereka ingin menaiki lift dia berpapasan dengan dokter Dimas.
"Wiihh pagi2 udah cerah tuh wajah," Dimas belum menyadari orang yang berada di samping Ade, saat dia menoleh Dimas kaget
"Anii" kamu ngapain pagi2 kesini?" Dimas menatap curiga dengan mereka berdua
"Ani,, Ani mau itu bang.. pe_" Ani kembali menggantung ucapannya
"Ani mau periksa kandungan" Ade menjawab singkat dan Ani memelototi matanya pada Ade.
"Periksa kandungan? maksud kamu?" Dimas tak kalah kagetnya dengan pernyataan Ade
"Maksud aku dia mempunyai riwayat penyakit senggugut sakit datang haid, kamu ngertikan maksud aku, jika kamu tidak tahu lebih baik kamu cabut saja izin praktek kamu di RS ini sebagai dokter SpOG." Ade bicara jutek pada Dimas
"Woii Santai cuiyy, "tapi masa sih Ani mempunyai penyakit itu kok aku nggak pernah lihat Ani datang kesini untuk periksa
"Ya iyalah kamu nggak lihat dia pasien aku bukan pasien kamu." Ade kembali menyela ucapan Dimas
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman terimakasih 😘😘😍