
Setelah Selesai mengompori mama Endang Gita segera keluar dari Hotel tempat acara resepsi pernikahan Ade itu, saat Gita keluar dia berpapasan dengan Dimas yang baru datang
Dimas hanya diam dia tidak menegur Gita, karena Dimas sudah tahu penyebab putusnya hubungan Ade dan Gita dikarenakan Gita telah mengkhianati Ade
Gita menatap sinis kepada Dimas, tetapi Dimas hanya cuek saja dan berlalu pergi dari hadapan Gita
"Dasar sombong!" Gita bergumam sendiri sambil berlalu pergi
Kini Dimas sudah berada di dalam hotel dan dia segera menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat untuk Ade dan Ani.
"Hai.. adek Abang" cantik banget adek malam ini" selamat ya dek, semoga bahagia sampai kakek nenek.". Dimas memberi ucapan selamat pada Ani.
" Heh!" udah jangan kelamaan Megang tangan istriku". Ade menarik tangan Ani dari genggaman Dimas
"Apa sih kamu De? orang belum selesai ngomong juga."
"Ya ngomong sih ngomong tapi nggak Megang gitu juga kali! lagian kamu tuh ya" ngasih selamat cuma sama bini aku aja!"
"Malas aku kasih selamat sama kamu."
"Ngapain kamu malas" pasti kamu merasa tidak percaya diri melihat penampilan aku yang tampan dari kamu kan?" Ade tersenyum mengejek kepada Dimas.
"Tampan dari Hongkong, orang jelek begitu" Percaya diri banget jadi orang, Ya tampan akulah dari kamu."
"Hahaha... tampan? emang ada orang tampan nggak laku2" sedang orang jelek aja laku berarti kejelekanmu melebihi dari rata2."
"Heh! aku bukan jelek tapi hanya memang jodohku saja belum ketemu" kemaren ketemu sih, tapi ada teman yang nikung." Dimas membalas ucapan Ade dengan menyindirnya.
"Ooo.. jadi ceritanya kamu masih ada rasa sama istri aku?"
"Mas, apaan sih kenapa bahas itu sih!" Ani menyikut Ade.
"Ya abisnya dia yang mulai duluan sayang" katanya udah ikhlas tapi Masi saja dibahas."
"Hehehe.. "Maaf deh" tapi benaran aku udah ikhlas kok dunia akhirat, yang kamu harus ingat adalah jangan pernah menyakiti Adikku." Dimas tertawa sambil memberi Ade peringatan.
"Oke" sebagai lelaki yang dewasa dan berjiwa besar aku mengucapkan selamat untuk pernikahanmu bro, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." Dimas menjabat tangan Ade dan memeluknya
" Aamiin.."Terimakasih Abangku yang tampan dan mapan, atas semua ucapan dan Do'a darimu, dan semoga Abang tampan mendapatkan jodoh secepatnya." Ade membalas ucapan Dimas
__ADS_1
"Tumben kamu mengakui aku tampan emangnya selama ini kamu kemana?" Dimas bicara sambil segera duduk di kursi pengantin
"Ehh..eh.." ngapain kamu duduk disitu? ayo berdiri." Ade segera menarik tangan Dimas
"De, de..." tunggu dulu dong aku mau nyobain jadi mempelai" ihh pelit banget sih jadi orang."
"Nggak ada!" pokoknya ayo berdiri!"
Ani dan rekan2 Dokter maupun perawat yang ada disana, semuanya tertawa melihat tingkah Dimas dan Ade yang konyol itu.
"Okelah kalau begitu" Aku mau makan dulu, capek ngeladeni kamu" udah sana duduk kalau nggak aku duduk kembali nih?"
Dimas kembali ingin duduk tapi segera ditarik oleh Ade dan Ade segera membawa Ani untuk duduk.
Dimas kembali tertawa dan segera turun, dia segera melihat semua menu yang ada dimeja hidangan itu dan segera mengisi perutnya karena sedari sore Dimas belum makan apapun.
***
Kini malam sudah semakin larut, dan tamu undangan juga kerabat dekat sudah mulai berangsur pulang, Ade segera membawa Ani untuk kekamar karena dia melihat istrinya itu sudah sangat lelah
"Ayo sayang, kita ke kamar,kamu sudah lelah kan?" Ani mengangguk dan mengikuti kata2 Ade, dan mereka segera menuju kamar pengantin yang telah didekorasi dengan tema bunga mawar yang indah dan bermacam warna dan balon2 indah berwarna pink muda.
"Waahh.. indah banget mas!" Ani mengambil kelompok mawar itu sambil menghirup wangi mawar yang bertebaran di dalam kamar itu.
"Kamu suka sayang?" Ade mendekati Ani dan mengecup kening istrinya.
"Ani suka banget mas" mas Ade tahu? bunga mawar ini adalah bunga kesukaan Ani."
"Ohya??!" Ade baru tahu kesukaan istrinya itu,pantas saja Ani begitu antusias melihat keindahan kelopak mawar yang bertebaran didalam kamar pengantinnya. dan Ade senang ternyata dia tidak salah memilih tema dekor kamar pengantinnya
Ani menatap suaminya dan mengalungkan tangannya di leher Ade, dan mereka mulai menikmati indahnya malam pengantin mereka hingga mengantarkan mereka berdua kepuncak kenikmatan syurga dunia.
***
Sementara itu Dimas yang sudah cukup lama berbincang2 dengan rekan2 Dokternya, tak Terasa hari sudah larut malam, dan tanpa sadar kursi pelaminan itu sudah kosong ternyata kedua mempelai itu telah masuk kedalam kamarnya.
"Dasar teman nggak berakhlak, mentang2 pengantin baru pergi nggak bilang2." Dimas bergumam sendiri. dan dia segera menemui keluarga Ade maupun Ani untuk berpamitan pulang
__ADS_1
Setelah pamit Dimas segera keluar dari hotel dan melajukan mobilnya kembali untuk pulang ke apartemennya. tetapi Dimas merasakan mobilnya semakin melambat dan dia merasakan seperti naik kuda, ternyata ban mobil itu kempes
Dimas segera turun dan mengecek roda mobil itu salah satu rodanya telah kempes.
"Yah elah!" ni mobil pakai kempes lagi" aduh gimana ini? Dimas bicara sendiri dia melihat sekelilingnya sudah sepi tidak ada orang.
Dimas terpaksa menggunakan aplikasi online, dia menghubungi salah satu Ojol disana untuk menjemputnya, sambil menunggu Dimas memainkan ponselnya untuk menghilangkan kejenuhan nya.
Tidak berapa lama ponsel Dimas berdering ternyata situkang Ojol yang telpon, dan Dimas segera mengirim serlok kepada Ojol itu.
"Kok ojolnya perempuan ya? emang ada Ojol perempuan jam segini, apa nggak takut tu cewek." Dimas bicara sendiri.
Tak berapa lama Dimas mendengarkan suara seseorang menyebut namanya
"Ini benar dengan mas Dimas?"
"Ah, iiyaa." Dimas menatap cewek yang membawa motor matic itu.
"Ini helmnya mas, silahkan dipakai." Dimas masih diam terpaku dan menatap cewek itu tanpa berkedip.
"Mas!" hai? cewek itu melambaikan tangannya kepada Dimas.
"Hei, kamu kenapa Ani? kenapa kamu jadi Ojol begini sih?" apa yang terjadi dengan kamu, apa yang Ade lakukan kepadamu?"
Dimas langsung memberondong pertanyaan Kepada cewek Ojol itu, karena Dimas melihat wajah cewek Ojol itu sangat mirip dengan Ani
"Aduh maaf mas" saya tidak mengerti apa maksud mas ini?" cewek itu heran melihat sikap Dimas
"Udah An, kamu jangan pura2 lagi" sekarang katakan kepada Abang apa yang terjadi padamu?" Dimas kembali membuat cewek itu heran
"Aduh mas!" saya bukan Ani yang kamu maksud.!" cewek itu segera membuka helmnya agar Dimas melihat wajah aslinya dan tak berhalu lagi.
"Ya Allah Ani! kenapa kamu membuka hijab" istighfar Ani!" Dimas segera membuka jasnya dan menutup kepala cewek yang dia kira Ani itu.
"Adeuuhh!" kamu kenapa sih?" ini lagi!kenapa kamu menutup kepala aku!?" cewek itu meninggikan suaranya dan mengambil jas Dimas dan menjatuhkan ke sembarang tempat.
Bersambung...
jangan lupa komen dan like ya biar author semangat up Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1