Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Ani positif hamil


__ADS_3

Gita masih duduk tenang belum juga keluar,Ade masih menunggu agar Gita keluar dari mobilnya sekarang juga,


"Gita, aku bilang keluar sekarang."


"Tidak mas aku tidak mau, kenapa kamu tega menyuruhku turun disini" bagaimana jika ada orang jahat disini?"


"Aku juga tidak menyuruhmu untuk datang kesini."


"Mas kenapa kamu melarang aku untuk datang kerumah, aku ingin bertemu dengan Tante Endang." aku masih percaya jika kamu masih mencintai aku, ayolah mas, kita mulai lagi dari awal."


"Tapi maaf Gita semua dugaanmu salah!, karena aku sudah tidak mencintaimu lagi. aku sudah mencintai seseorang, jadi tolong jangan datang lagi atau mengganggu kehidupanku


"Nggak, aku nggak percaya mas,"


"Itulah kenyataannya Gita."


"Jika memang kamu sudah melupakan aku. tapi kenapa sampai sekarang kamu belum mengatakan pada Tante Endang tentang hubungan kita yang telah berakhir?" hahaha kamu bohong kan mas? Gita tertawa


"Secepatnya aku akan memberi tahu orang tuaku." sekarang aku minta keluarlah!! Ade meninggikan suaranya


"Aku benci sama kamu mas!!! Gita segera keluar dan menghempaskan pintu mobil Ade dengan keras.


setelah menurunkan Gita dijalan Ade segera pulang.


flashback off


***


"Ceritanya seperti itu sayang," jadi karena itu kamu marah saat mas pulang waktu itu?"


"Iyaa." Ani menjawab singkat sambil memalingkan wajahnya,dia merasa malu karena telah salah menduga

__ADS_1


"Makanya jangan terlalu ikut perasaan, karena terkadang perasaan itu bisa membuat kita dalam masalah," ya aku tau wanita memang suka menggunakan perasaan dari pada fikirannya tapi sebelum terbawa lebih baik gunakan dulu fikiran agar kamu tidak larut dalam dugaanmu."


"Apa sih mas" lagian kamu tuh kenapa tidak jujur, kenapa kamu tidak menceritakannya saat kamu pulang?" Ani tidak mau disalahkan


"Hmmm iya iya aku salah" 'berdebat dengan wanita tidak akan pernah menang." batin Ade


"Jadi sekarang mas sudah dimaafkan?" Ade bertanya sambil menatap wajah Ani dengan dalam


"Ani mengangguk tanda mengiyakan, "Terimakasih ya sayang?" mas janji tidak akan membuat kamu menangis lagi mas akan membahagiakanmu," Ade menggenggam tangan Ani lalu menciumnya


"Apakah kamu sering mual dan muntah?" Ade bertanya kepada ani


"Iyaa sudah beberapa hari ini Ani terus mual dan muntah mas, kira2 Ani sakit apa ya mas? Ani bertanya sakit yang dia rasakan saat ini pada Ade,karena Ade seorang dokter pasti tau penyebabnya.


"Sayang apakah bulan ini kamu sudah haid?"


"Belum mas" Ani menatap Ade masih belum mengerti maksud Ade apa. saat lama berfikir Ani baru mengerti dia merasa shock, sambil menutup mulutnya.


"Maksud mas, Ani-" dia menggantung ucapannya.


Tidak berapa lama Ade datang dengan membawa benda kecil itu dan memberikannya pada Ani, "ini sayang kamu tes dulu ya."


Ani menatap nanar benda pipih itu jantungnya begitu kuat berdegup, perasaannya tidak menentu, pikirannya entah kemana, Ani masih duduk dan terpaku,air matanya jatuh tanpa bisa dia tahan, tidak pernah terbayangkan olehnya untuk hamil diluar nikah, bagaimana nanti jika orangtuanya tahu bagaimana kecewanya mereka, apa yang harus dia katakan.


"Ade yang melihat segera duduk dan menghapus air mata kekasihnya itu, "Sayang, maafkan aku, mas tau apa yang kamu rasakan, tapi lihat mas" Ade memegang kedua pipi Ani dan mengarahkan wajah Ani kepadanya,


"Kamu tidak perlu takut dan cemas," mas akan mengatakan semuanya kepada orangtuamu dan orangtuaku, jika ini semua adalah kesalahan mas," percayalah mas akan menerima semua konsekuensinya nanti, yang penting kita segera menikah." Ade meyakinkan Ani, agar Ani tidak banyak fikiran, karena Ade tau itu bisa berdampak buruk pada bayi yang ada dalam kandungan Ani


"Ani percaya sama mas kan?" Ade menatap lembut dan menghapus air mata kekasihnya dan membawanya kedalam pelukannya


"Ani masih belum percaya mas," Ani menengadah menatap wajah Ade

__ADS_1


"Kamu jangan takut ya, mas tidak akan meninggalkan kamu. mas selalu ada bersama kamu, Ade mempererat pelukannya, dan mengecup kening Ani, seketika itu jantung Ani kembali berdebar saat Ade menyentuhnya, Ani melerai pelukannya dia memalingkan wajahnya dari Ade. ntah kenapa Ani masih malu jika bersentuhan dengan Ade walaupun mereka sudah pernah bersatu sehingga menghadirkan bayi didalam rahimnya, tapi itu terjadi karena sebuah kesalahan.


Ade tersenyum melihat wajah Ani yang selalu malu saat bersentuhan dengannya, inilah yang membuat Ade semakin mencintai Ani.


"Yasudah sekarang kamu coba dulu tes pakai ini ya biar semuanya jelas dan yakin."


"Baiklah" Ani berdiri dan segera menuju kamar mandi, Ade menunggu didepan pintu kamar mandi, Ade juga merasakan jantungnya tidak karuan walaupun dia seorang dokter kandungan, tetapi kali ini berbeda, biasanya dia akan memeriksa anak dari orang lain. tapi saat ini dia akan memeriksa anak dari benihnya sendiri, ini pengalaman pertama dalam hidupnya.


Tidak berapa lama Ani keluar dengan wajah lesu tidak bersemangat,


"Sayang bagaimana hasilnya?" Ade bertanya dengan tidak sabar ingin tau hasilnya,


"Lalu Ani meletakkan di telapak tangan Ade benda pipih itu terlihat jelas dua garis merah muda.


Ade tersenyum rasanya Ade tidak percaya sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah, "Sayang kamu benaran hamil" Ade segera memeluk Ani dan mengecup kening dan kepala Ani, terimakasih ya sayang


"Ani masih belum percaya mas" andai semua ini terjadi saat kita sudah menikah pasti semua keluarga akan bahagia, tapi ini? Ani kembali ingin menangis


"Sssstt udah jangan menangis lagi ya" ini semua sudah terjadi Ani, jangan membuat mas semakin bersalah lagi! biarkanlah ini sudah terjadi,kita akan menikah dan merawat anak kita bersama" mas yakin nanti pasti keluarga akan ikut bahagia


Ani menatap wajah Ade, dia juga merasa bersalah karena selalu menyesali apa yang telah terjadi, itu akan membuat Ade merasa semakin bersalah, padahal Ani bisa melihat Ade sangat bahagia dengan kehadiran janin yang ada di rahimnya


"Maafkan Ani ya mas" Ani segera menghambur kedalam pelukan Ade, "Maaf jika Ani selalu menyalahkan mas Ade, padahal Ani sudah tau alasannya mengapa ini semua bisa terjadi."


"Tidak perlu minta maaf sayang" mas mengerti apa yang sedang kamu rasakan mas tau ini tidak mudah dan mas juga tau ini semua masih bagaikan mimpi," tapi percayalah sayang, mas sangat bahagia dengan kehadirannya." Ade mengusap lembut perut Ani dari luar


"Besok pagi kita akan segera melangsungkan akad nikah ya."


"Akad? Ani mengulang perkataan Ade, Ani masih belum mengerti maksud Ade


"Iya, kita akan melangsungkan ijab qobul dulu. nanti setelah mama dan papa pulang mas akan menjemput ibu dan ayah, kita tinggal melangsungkan resepsi pernikahan kita

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like dan komentar nya ya, biar aku semangat up nya, terimakasih 😘😘


__ADS_2