
Pagi ini Dimas dan Raysa bangun kesiangan olahraga malam yang mereka lakukan membuat mereka sangat kelelahan. beruntung ini hari libur jadi Dimas bisa bersantai dengan istrinya. apalagi hubungan mereka sudah membaik. Dimas ingin menghabiskan waktu liburnya untuk bersenang-senang bersama Raysa.
"Bang, bangun yuk." rengek Raysa karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi dan mereka baru bangun. Raysa merasakan cacing di perutnya sudah demo untuk minta makan.
"Hmm.. Abang masih ngantuk sayang." suara berat dan Dimas bergerak membawa Raysa kedalam pelukannya.
Kruk! kruuk!
Terdengar suara perut Raysa sedang kelaparan. Dimas segera duduk. "Sayang, kamu lapar? kenapa tidak bangunkan Abang dari tadi?" tanya Dimas sambil memberi kecupan hangat di bibir istrinya itu.
"Tadi udah di bangunin tapi abangnya aja yang nggak sadar." sungut Raysa sambil mengangkat kepalanya dan meletakkannya di paha Dimas.
"Sayang, jangan disini dong kepalanya! nanti kita nggak jadi makan."
"Emang kenapa bang?" tanya Raysa menengadahkan kepalanya untuk menatap suaminya.
"Ya, ya karena dia bangun lagi." jawab Dimas sambil mengambil tangan Raysa dan meletakkan dibagian benda yang telah mengeras itu.
"Ya ampun Abang!" pekik Raysa saat menyentuh benda kepemilikan suami mesumnya itu.
"Hehe.. ya habisnya kamu membuat dia bangun sayang." ucap Dimas dengan suara serak, pagi ini dia kembali dilanda kabut gairah.Dimas segera memindahkan kepala Raysa yang tadi berada dipahanya untuk pindah ke bantal.
Dalam sekejap Dimas telah berada di atas tubuh Raysa. dia kembali membawa Raysa untuk ber olahraga pagi. sehingga Raysa benar2 kelelahan. Dimas segera mandi karena dia akan segera memasak sesuatu untuk istrinya yang kini sedang tepar karena gempuran basoka Brazil miliknya.
"Maaf ya sayang." Dimas memberi kecupan di seluruh wajah cantik istrinya itu.
"Lapar bang." jawab Raysa dengan suara lelahnya.
"Oke, kamu mau Abang yang masakin atau kita pesan lewat Gofod saja?" tanya Dimas sambil membelai rambut panjang Raysa.
"Terserah deh bang, yang penting makan jawab Raysa masih memejamkan matanya.
"Baiklah, sekarang kamu mandi setelah itu kita makan ya. Abang akan masak sesuatu untuk kamu."
Raysa hanya mengangguk tanda mengiyakan. dan Dimas segera keluar untuk menuju dapur.
***
Sementara itu di kediaman keluarga Waluyo.
__ADS_1
Hari ini Bu Sari dan ayah Bayu akan berkunjung kerumah besannya. mereka akan mengadakan acara tujuh bulanan kehamilan Ani.
Ani masih sibuk di dapur bersama mama mertuanya untuk menyambut kedatangan ayah dan ibu, juga adiknya Doni.
"Ani, kamu sana istirahat saja, nanti kamu kecapean karena besok acara tujuh bulanan kamu.biar mama dan mbak Tati saja yang mengerjakannya. ucap mama Endang kepada menantu wanita satu2nya itu.
"Tidak apa-apa ma, biar Ani selesaikan tinggal sedikit lagi selesai ma." jawab Ani. tangannya masih cekatan dengan semua bahan masakan yang sedang dia racik.
"Lagi ngapain nih kok pada sibuk di dapur semua?" tanya Ade yang tiba-tiba datang.
"Ini mama dan Ani akan masak sesuatu. untuk menyambut ibu mertuamu." jawab mama Endang.
"Oh, ibu jadi datang hari ini sayang?" tanya Ade kepada istrinya
"Jadi mas, nanti mungkin agak sorean mereka sampainya."
"Mereka jadi di jemput supir kan ma?" tanya Ade kembali kepada mamanya.
"Tidak, ayah mertuamu tidak mau dijemput. dia nyupir sendiri."
"Jadi ayah bawa mobil pick up itu sendiri? ck kenapa sih ayah ngotot banget." decak Ade menatap Ani untuk meminta jawaban
"Bukan begitu sayang. jarak dari sana kesini makan Waktu 3 jam, ya mas takut saja ayah kecapean di perjalanan."
"Semoga saja ayah selalu di berikan kesehatan.dan selamat sampai disini." jawab Ani
Ade dan mama Endang mengaminkan ucapan Ani. dan Ade duduk sambil memperhatikan mama Endang yang sedang sibuk memetik sayuran yang tadi baru di beli oleh mbak Tati di pasar.
"De, Dimas kemana sih kok nggak pernah datang lagi kesini?" tanya mama Endang
"Dia sedang sibuk ma."
"Sibuk? sibuk apa anak itu? biasanya hari libur begini dia kesini. apakah dia membuka usaha sekarang?"
"Dia sibuk dengan istrinya." jawab Ade keceplosan
"Apa! sibuk dengan istrinya? serius kamu De, jadi anak itu sudah menikah dan dia tidak mengundang kita? mama harus telpon jeng Rana sekarang. mama harus tanyakan kenapa mereka tidak mengundang mama, emang apa salah mama pada mereka." ucap mama Endang dengan omelannya dan segera mengambil telpon genggamnya untuk menghubungi Rana mamanya Dimas.
'Aduh mati aku! padahal Tante Rana juga belum mengetahui tentang pernikahan mereka. ah biarin ajalah, biar aku kerjain sekalian tuh anak.' gumam Ade dalam hati
__ADS_1
"Mas, kamu serius bang Dimas udah nikah?" tanya Ani tiba-tiba datang dari belakangnya karena dia mendengar obrolan mama Endang dan suaminya.
"Iya sayang, dia udah nikah dengan Raysa, wanita yang sangat mirip sama kamu itu."
"Tapi benar yang dibilang mama tadi, kenapa bang Dimas tidak mengundang kita? padahal kita tidak mempunyai masalah dengannya."
"Masalahnya mereka nikah belum diketahui oleh keluarganya,"
Dan akhirnya Ade menceritakan masalah Dimas kepada Ani, agar Ani tidak salah paham.
"Kenapa kisah mereka hampir sama dengan kita ya mas?" tanya Ani
"Ya bedalah sayang, mereka melakukannya dengan sama2 suka, sedangkan kita? ah sudahlah jangan di ingat lagi masalah yang telah lalu." Ani tersenyum melihat wajah suaminya yang masih menganggap bahwa itu adalah kenangan buruk baginya.
***
Sementara itu Dimas sedang menikmati makanannya bersama Raysa.
Dreet.. Dreet..!
tiba-tiba ponselnya bergetar di atas meja dan dia segera melihat siapa yang menelponnya.
"Mama!" desis Dimas dia heran kenapa tiba-tiba jam segini mamanya telpon.
"Angkat saja bang. mana tahu ada yang penting." ucap Raysa
"Halo Assalamualaikum ma!"
"Wa'alaikumsalam.. hebat banget kamu sekarang ya? menikah tidak memberitahu mama dan keluarga disini! sebenarnya kamu masih menganggap mama ini sebagai orangtuamu atau tidak?!" jawab mama Rana dengan segala omelannya
"Ya ampun ma, biasa aja ngomongnya nggak usah ngegas begini bisa nggak? aku sampe keselek nih gara-gara dengar ocehan mama." jawab Dimas dengan nada masih bercanda.
"Eh anak nakal, jangan bercanda kamu ya, mama sedang serius nih, awas saja kamu kalau mama kesana akan mama getok kepalamu itu pake anak cobekan.
"Hehe. sabar ma sabar! Oke, Oke. aku minta maaf ya mamaku tersayang dan tercinta. sebenarnya Minggu depan aku akan membawa istriku pulang ke Surabaya. sebenarnya pernikahan ku ini emergency ma". jawab Dimas.
"Baiklah kamu tidak perlu datang kesini. biarkan mama yang kesana. dan kita akan selesaikan disana, sekalian mama ingin menghadiri acara tujuh bulanan Ani istri Ade."
Lalu mama Rana memutuskan sambungan ponselnya.
__ADS_1
Bersambung...