
Visual
Maharani
Ade Hermawan
***
Kini tinggal Ani sendiri dikamar, ia masih menangis, "aku tidak bisa begini terus besok aku harus pulang ke kebun." gumamnya dalam Isak
Sementara itu Ade masih menikmati pemandangan sore harinya dari balkon rumahnya, dia menatap lurus ke depan sambil memikirkan sakit Ani saat ini, karena dia seorang dokter SpOG Ade merasa jika Ani saat ini sedang hamil, karena dari hasil pemeriksaannya tidak ada hal yang serius tapi tiba-tiba Ani pingsan dan juga Ani tidak berselera makan
"Kini hari sudah beranjak magrib, sudah cukup lama rasanya Ade duduk sendiri dia segera masuk saat Ade melewati kamar Ani,dia membuka pintu kamar itu ia melihat Ani sedang berlari menuju kamar mandi sambil membawa tabung infus ditangannya
Ade segera masuk dan berdiri didepan pintu kamar mandi, dia mendengar suara Ani yang sedang memuntahkan isi perutnya
Deg!
Jantung Pria itu berdetak dengan kencang. ternyata apa yang dia pikirkan memang benar, Ade sudah yakin jika Ani saat ini sedang hamil, karena dari hitungan tanggal terjadinya malam itu Ade sudah bisa menyimpulkan bahwa kandungan Ani sekarang berjalan 5 Minggu
Ade segera keluar dari kamar Ani, dia tidak ingin membahasnya sekarang Ade takut keadaan Ani semakin memburuk jika Ani tau saat ini dia sedang hamil
***
Keesokan harinya, Ade bangun lebih pagi dia segera delivery makanan untuk sarapan pagi, Ade memesan bubur ayam untuk Ani, karena dari semalam gadis itu tidak mau makan.Ade sengaja hari ini tidak ke RS karena ia ingin membicarakan ini dengan Ani, Ade ingin menyelesaikan masalahnya dengan sang kekasih, bagaimanapun dia akan segera menikahinya.
Tidak berapa lama Abang ojol sudah sampai membawa pesanan ade, setelah membayar Ade segera menyalin bubur ayam ke dalam mangkok dan membawanya ke kamar Ani
Ade mengetuk pintu kamar gadis itu, tidak berapa lama Ani membuka pintu kamarnya
__ADS_1
"Hai, selamat pagi," Ade memberi ucapan selamat pagi pada Ani dengan senyum dan tatapan lembutnya.
"Selamat pagi kembali!" Ani menjawab dengan biasa saja
"Ini aku bawakan sarapan untuk kamu An, kamu sarapan dulu ya!" Ade masuk dan meletakkan mangkok bubur itu di atas meja, lalu ia melihat Ani masih berdiri disana "Ani... ayo kamu harus sarapan," ajak Ade
Ani segera mendekat tetapi bukan untuk memakan bubur ayam itu
"Mas, tolong lepaskan infusnya karena Ani sudah merasa lebih baik!" pinta gadis itu dengan nada dingin
"Aku belum memeriksa keadaan kamu pagi ini, An. lebih baik kamu sarapan dulu setelah itu aku akan periksa kamu," bujuk Ade
"Tidak perlu mas, Ani sudah merasa baik jadi tolong buka infusnya sekarang! jika mas tidak mau Ani akan buka sendiri," gadis itu segera ingin mencabut paksa jarum infus ditangannya, Ade segera menahannya.
Dengan menghela nafas panjang Ade mengalah. ia segera membuka jarum infus itu.
Setelah jarum infus itu terlepas Ani segera berdiri dia mengambil tas pakaian yang berbeda didalam lemari, Ani memasukkan semua baju2nya kedalam tas itu
Ade yang melihat segera menghampiri Ani, dan menahan tangan Ani yang sedang memasukkan barang2nya kedalam tas
" Lepaskan Mas! Ani ingin pergi Ani tidak ingin lagi tinggal disini!" Ani meninggikan suaranya
Ade memutar tubuh Ani agar menghadap kepadanya
"Ani, lihat aku! apakah kamu benar2 tidak bisa memaafkan kesalahanku?!" Ade juga meninggikan suaranya. "Aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya, An. aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku, tapi kenapa kamu tidak bisa menerima aku?!bukankah kita juga saling mencintai tapi kenapa kamu begini Ani! kenapa?!" kini suara pria itu terdengar sangat frustasi
"Cinta? kamu bilang cinta Mas?! seperti inikah cintamu padaku! aku hanya ingin kejujuran kamu mas tapi kenapa kamu tega membohongi aku! kenapa kamu memanfaatkan aku mas. kenapa?!" Ani menangis dan merosot duduk didepan lemari bajunya
Ade bingung dengan perkataan Ani, kejujuran seperti apa yang dimaksud oleh gadis itu
"Ani, dari awal aku sudah jujur aku selalu ingin menjelaskan kepada kamu tentang kejadian malam itu, tapi kamu tidak memberi aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya!" Ade ikut duduk bersimpuh didepan Ani Ade meraih jemari tangan Ani,
"Ani, aku mohon jangan pergi. tetaplah disini kita akan menikah." Ani menarik tangannya dia melepaskan dari genggaman tangan Ade
__ADS_1
"Maaf Mas, Ani tidak bisa, Ani ingin pulang saja ke kebun," tolak gadis itu putus asa
"Ani, tatap mata aku! aku ingin melihat apakah cintamu memang sudah tidak ada lagi untukku?!" Ade merangkum pipi Ani agar gadis itu bisa menatap wajahnya
"Tidak ada cinta lagi,Mas. dihatiku, semua sudah hilang!" Ani berbohong sambil mengalihkan pandangannya
Ade yang merasa sudah putus asa menghadapi Ani dia segera berdiri
"Baik, jika benar cinta mu sudah tidak ada lagi untukku, akan aku buktikan sekarang juga!" Ade segera berjalan menuju cermin besar yang berada di meja hias dikamar itu, Ade berdiri dan menatap Ani dari pantulan cermin sementara Ani juga memperhatikan Ade dari belakang
"Benarkah cintamu sudah hilang Ani? Ade menunju cermin besar itu dengan kuat
Pranggggg.... Praaaangg... sehingga cermin besar itu peccah berserakan, seketika itu tangan Ade mengeluarkan darah segar mengalir deras, karena banyak pecahan kaca yang lengket ditangannya
Ani yang menyaksikan begitu terkejut dan menutup mulutnya, dia segera berdiri dan berlari
"Cukup mas hentikan, apa yang kamu lakukan mas?!" Ani memeluk Ade dari belakang dan menahan tangan Ade yang hendak meninju cermin itu kembali,
Ani menangis dan menenggelamkan wajahnya dipunggung Ade, Ani merasa bersalah kini dia baru yakin jika Ade benar2 mencintainya karena Ani melihat Ade rela terluka demi membuktikan cintanya kepadanya.
"Ani mohon Mas, jangan seperti ini, kenapa mas begitu bodoh kenapa mas menyakiti diri mas sendiri," Ani menangis sesenggukan masih memeluk Ade dari belakang
Ade juga tidak bisa menahan air matanya, batinnya terasa sakit karena melihat Ani menangis ketakutan karena mencemaskan dirinya, Ade memutar tubuh Ani untuk menghadap kepadanya,
"Katakan Ani, jika kamu memang tidak mencintai aku lagi? kamu tau sakit yang aku rasakan saat ini tidak seberapa An, jika dibandingkan hukuman yang kamu berikan kepadaku, katakan kepadaku Ani, apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendapatkan maaf darimu?" Ade menatap Ani dengan mata yang memerah dan juga air matanya ikut jatuh.
Kini Ani menatap Ade dengan dalam, "Mas, Ani tidak ingin mas melakukan apapun, Ani hanya ingin mas Ade Jujur kepada Ani mas. kenapa mas membohongi Ani?"
"Bohong? maksud kamu apa Ani? Ayo duduk mas akan menjelaskan semuanya," Ade membawa Ani duduk di atas tempat tidur,
"Tunggu mas Ani ambil kotak P3K dulu, Ani akan obati luka mas dulu. Ani akan segera beranjak tetapi Ade menahan tangan Ani
Bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like dan dukungan nya ya teman-teman terimakasih 😘😘😍