
Setelah Ani pergi,Ade merasa heran, untuk apa dia masak begini tapi tingkahnya aneh begitu hmm ntahlah wanita memang susah untuk ditebak.
Kini Ani sudah berada di kamarnya ia duduk bersandar di kepala ranjang, ia merasa sangat kesal karena Ade berbohong kepadanya.
"Aku harus pergi dari sini, aku sudah tidak ingin tinggal disini, aku muak melihat dia! dasar lelaki pembohong bagaimana bisa dia bersikap manis begitu, aku tidak Sudi dipanggil sayang oleh lelaki buaya itu." ujarnya bicara sendiri dan segera merebahkan tubuhnya
****
Kini sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian itu, Ani masih belum bisa berdamai dengan kenyataan, karena ia tidak percaya dengan kata2 Ade setelah melihat Ade membawa Gita waktu itu, saat Gita datang kerumah Waluyo
Ani selalu berniat untuk pergi tetapi niatnya urung karena Endang selalu menelponnya, dia selalu mengatakan jika sebentar lagi mereka akan pulang dari luar negeri karena sekarang hanya tinggal pemulihan pasca operasi jantung yang dia jalani.
Pagi ini seperti biasa, Ade sarapan sendiri selama mama dan papanya tidak ada, karena Ani tidak pernah mau untuk sarapan bersamanya, terkadang Ade merasa putus asa karena semakin hari Ani menunjukkan sikap dinginnya ia merasa jika Ani sudah benar2 benci dan tidak mencintainya lagi
Setelah selesai sarapan, Ade segera keluar untuk pergi ke rumah sakit, saat melewati teras rumahnya ia melihat Ani sedang menyiram tanaman bunga yang berada di pekarangan didepan rumahnya itu
Tak sengaja tatapan mereka saling bertemu dan jantung mereka sama-sama saling memacu, rasanya sudah lama sekali mereka tidak saling menatap satu sama lain, karena Ani selalu menghindar
"Selamat pagi An, apakah kamu baik2 saja? karena wajah kamu pucat sekali?" tanya Ade memberanikan diri untuk menyapa gadis itu, ia melihat sepertinya Ani sedang sakit.
"Pa-pagi mas," Ani menjawab singkat dan gugup lalu mengalihkan pandangannya ia merasakan jantungnya berdegup kencang kembali seperti pertama kali bertemu dengan Ade dulu,
"Kenapa dengan jantungku kenapa kembali seperti ini? nggak, aku nggak boleh punya perasaan ini lagi. rasa ini sudah ku kubur, aku tidak mau dimanfaatkan lagi oleh dia." Gumam Ani dihatinya dan tak terasa air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan, ia merasa Ade tidak benar-benar mencintainya karena Ade masih berhubungan dengan Gita, Ani juga berfikiran jika Ade hanya berpura-pura ingin bertanggung jawab atas perbuatannya
Ade yang melihat Ani menangis walaupun dia membelakanginya, segera mendekat
"Ani, apakah kamu baik2 saja? baiklah aku pergi maaf jika kehadiranku selalu membuatmu sedih. aku tau Ani, kesalahanku mungkin tidak ada maaf dihatimu lagi!" Ade segera pergi masuk ke mobil dan Segera melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah itu
Setelah mobil yang dikendarai Ade meninggalkannya, Ani segera membalikkan badan untuk menatap kepergian Pria itu, ia kembali menangis
__ADS_1
"Kenapa kamu jahat sekali mas? hiks..hiks.. untuk apa kamu meyakinkan aku jika kamu membohongi aku!" saat Ani sedang menangis para Art datang bersamaan
"Pagi Ani..." mereka bersamaan mengucapkan selamat pagi
"Ah ya pagi kembali mbak." Ani segera menghapus sisa air matanya
"Ani, kamu lagi sakit? Novi bertanya salah satu Art dirumah itu
"Nggak mbak, cuma agak pusing aja kepala Ani sedikit,"
"Yasudah sekarang pergilah Istirahat Ani, jangan dipaksakan, itu biar mbak Mira yang melanjutkan pekerjaanmu. apakah kamu sudah sarapan?" tanya mbak Tati
"Sudah mbak," Ani berbohong padahal dia belum sarapan apapun pagi ini, karena Ani merasa beberapa hari ini selera makannya hilang.
"Kalau begitu Ani pamit ke atas dulu ya mbak." lalu Art itu mengangguk bersama
***
Dreet.. dreet.. dreeet... Ponselnya berbunyi Ade segera menggeser warna hijau untuk mengangkatnya
"Halo, Assalamualaikum mbak Siska.."
"Wa'alaikumsalam, kamu apa kabar De?"
"Alhamdulillah sehat mbak, tumben mbak nelpon jam segini, ada apa?"
"Kamu tu ya, ditelpon mbak nya bukan seneng malah balik nanya,"
"Ya aku kira mbak udah lupa sama adik cowok satu2nya, mentang2 udah punya keluarga aku dilupain. nggak kangen apa sama aku?"
__ADS_1
"Ya Allah deekk, ya nggak mungkin lah mbak lupa sama adek kesayangan mbak ini, maaf ya dek mbak benar2 sibuk ditambah lagi keponakan kamu yang kembar ini sedang aktif sekali
"hehehe iya mbak aku ngerti kok, kapan mbak Siska kesini?
"Minggu depan mbak kesana setelah mama pulang dari luar negeri
"Oke aku tunggu sekalian ajak mbak Dewi,"
"Dewi mana bisa kamu lupa kakakmu itu habis melahirkan!"
"Oh iya aku lupa,"
" Yasudah mbak tutup dulu telponnya, ingat kerja yang benar."
"Iya iya, bawel banget!"
Lalu Ade menyudahi telponnya dengan Siska kakak tertuanya
Setelah selesai jadwal prakteknya Ade segera keluar dari ruangannya, dia bertemu dengan Dimas
"Kamu mau pulang De?" Dimas bertanya
"Nggak aku mau ke kantor papa ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, tolong kamu Handle pekerjaanku,"
"Oke, tapi setelah selesai aku langsung kerumah kamu ya, maklum udah lama nggak bertemu dengan tulang rusukku," Dimas tersenyum sambil mengedipkan matanya
Mendengar kata2 dimas seketika itu wajah Ade memerah karena Ade tau maksud Dimas yaitu dia ingin menemui Ani.
"Dengar Dimas jangan pernah kamu datang kerumahku tanpa seizinku!"
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman terimakasih banyak 😘😘