
Kini sudah satu Minggu sejak kepulangan orangtua Ade, sementara itu kandungan Ani sudah genap delapan Minggu, dan semakin bertambah usia kandungan Ani maka Ani semakin mual dan muntah, rasanya Ani sudah tidak tahan jika berpura-pura kuat didepan semua orang.
****
Malam ini hanya Ani sendiri dirumah karena keluarga Waluyo sedang keluar kota menghadiri pesta saudaranya, walaupun mereka mengajak Ani untuk ikut bersama mereka tetapi Ani mati2an mencari alasan agar dia tidak ikut, karena jika dia ikut sudah pasti akan ketahuan kalau dia sedang hamil.
Saat Ani sedang duduk melamun tiba2 ponsel jadulnya berbunyi, Ani segera melihat siapa yang meneleponnya malam2 begini ternyata yang nelpon adalah ibunya.
"Halo Assalamualaikum Bu."
"Wa'alaikumsalam nak" kamu apa kabar apakah kamu baik2 saja?" Bu sari menanyakan kabar anak perempuannya itu karena sudah beberapa hari ini perasaannya tidak enak dia selalu memikirkan Ani.
"A, Ani baik Bu" Ani menjawab agak gugup karena dia sangat bersalah telah banyak membohongi ibunya
"Syukurlah nak jika kamu baik2 saja,ntah mengapa beberapa hari ini ibu sangat menghawatirkanmu."
"Ani baik2 saja Bu" ibu tidak usah khawatirkan Ani."
'Maafkan Ani Bu, maaf jika Ani sudah banyak membohongi ibu." Ani meminta maaf dalam hati kepada ibunya karena dia merasa bersalah telah membohongi keluarganya
"Ya sudah kalau begitu kamu jaga diri baik2 ya, sampaikan salam ibu kepada nyonya endang dan tuan Ari."
"Baiklah Bu, nanti Ani sampaikan salam ibu kepada ibuk dan bapak." Ani segera memutuskan panggilan telepon dari ibunya.
Saat Ani baru saja mematikan teleponnya Ade masuk kedalam kamar Ani.
"Sayang siapa tadi yang telpon?" Ade duduk disamping istrinya dan mengecup kening Ani.
"Ibu mas" Ani menjawab singkat
"Oya? ibu bilang apa sayang?"
"Ibu tanyain kabar Ani, karena beberapa hari ini ibu memikirkan Ani." Ani menjelaskan kepada Ade apa yang ibu bicarakan tadi.
Ade menatap istrinya yang begitu pucat dan lemas, "kamu pucat sekali" apakah kamu tidak makan sesuatu hari ini?"
"Ani tidak bisa makan apapun mas" hik..hik.. Ani menangis dan menghambur kedalam pelukan suaminya. "Ani tidak kuat mas."
__ADS_1
Saat Ani masih menangis dia kembali merasakan mual saat mencium bau parfum yang menempel di pakaian yang Ade kenakan. Ani segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan kuning yang terasa begitu pahit di lidahnya.
Hoek... Hoek.. Hoek...
Ade bergegas mengikuti Ani dan memijit lembut tengkuk Ani, Ade melihat Ani masih saja mengejan muntahnya
"Sayang, udah jangan dipaksakan jika tidak ada yang keluar."
"Tapi tidak bisa ditahan mas." Ani kembali menangis. Ade sangat kasihan melihat istrinya saat ini begitu tidak berdaya, Ade membersihkan sisa cairan dibibir Ani dengan tisu setelah itu dia segera menggendong istrinya dan meletakkan kembali diatas tempat tidur
"Kamu sabar Yaa" sebentar mas buatkan teh jahe dulu biar tubuh kamu lebih segar." Ade segera menuju dapur untuk membuatkan Ani teh jahe
Tidak berapa lama Ade sudah datang membawakan secangkir teh jahe hangat untuk Ani, "sayang, ayo minum tehnya dulu biar kamu ada tenaga.
Ani segera bangun dan meminum teh buatan suaminya itu.
"Sayang, lebih baik sekarang kamu dirawat saja ya, karena kamu mengalami Hyperemesis gravidarum, mas takut kamu dehidrasi."
"Bagaimana bisa Ani dirawat mas, tentu saja ibuk akan tahu yang sebenarnya."
"Apakah mas yakin ingin mengatakannya? apakah kondisi ibuk sudah benar2 baik?"
"Insyaallah mas yakin sayang, mas tidak bisa melihat kamu seperti ini" semoga kondisi mama benar2 sudah baik, besok mas pagi2 akan menjemput Ibu dan ayah, malamnya mas akan membicarakan kepada mereka semuanya."
"Ani takut mas, bagaimana jika keluarga mas tidak menerima Ani?" Ani menatap Ade dengan semua rasa cemas dihatinya
"Sayang, kamu percaya sama mas ya" apapun yang terjadi mas tidak akan meninggalkan kamu kita akan tetap bersama selamanya." Ade Menggenggam tangan Ani dan meyakinkan istrinya itu.
"Udah sekarang kamu istirahat ya, besok pagi2 sekali mas akan menjemput ibu dan ayah sebelum mama dan papa pulang."
Ani masih diam saat suaminya bicara, ntah apa yang sedang dia pikirkan
"Sayang, ayo tidur" kamu mikirin apa?"
"Ah.. ya mas" Ani segera membaringkan tubuhnya di samping Ade, dan Ade segera memeluk Ani dan menghujani ciuman di seluruh wajah istrinya itu
"Oya sayang mas lupa, sebentar ya." Ade bangkit dari tempat tidurnya dia melupakan sesuatu yang tadi dia belikan untuk istrinya, Ade mengambil sebuah paper bag yang dia bawa tadi saat pulang.
__ADS_1
"Sayang, ini buat kamu."
"Apa ini mas? Ani duduk dan mengambil paper bag yang diberikan suaminya itu, Ani mengeluarkan isinya dan ternyata sebuah ponsel pintar terbaru sengaja Ade belikan untuk istrinya
"Mas beliin ponsel buat Ani?"
"Iya sayang, mas tu susah menghubungi kamu jadi sekarang semuanya sudah mas download aplikasinya kamu tinggal menggunakan saja" tapi ingat nggak boleh ada kontak Dimas disini Ade melarang Ani untuk menyimpan kontak Dimas, dengan nada cemburunya
"Apaan sih mas" kamu cemburu mas dengan bang Dimas?"
"Iyalah mas cemburu, mas nggak mau nanti dia chatt2 kamu."
Ani tersenyum mendengar jawaban suaminya itu, "tidak usah cemburu begitu mas, bang Dimas nggak mungkin aneh2 dia baik orangnya."
"Tuh kan, kamu aja udah belain dia."
"Bukan belain mas, tapi memang benar bang Dimas itu baik" lagian selama ini bang Dimas tidak pernah ngomong aneh2 dengan Ani" mana mungkin dia suka dengan Ani mas, masih banyak wanita yang sepadan dengannya."
'Kamu hanya tidak tahu saja Ani, sedangkan aku saja bisa jatuh cinta padamu apalagi dia" siapa sih yang tidak jatuh cinta padamu, selain cantik kamu juga baik,sopan dan juga lembut." Ade bicara sendiri dalam hatinya
" Kok kamu ngomong begitu" kamu berharap Dimas menyukai kamu ya?"Ade kembali cemburu mendengar kata2 Ani
"Ya Allah mas!" gimana sih ngomong sama kamu" udah ah Ani malas bahas tentang bang Dimas lagi"
Ani tahu suaminya itu sedang terbakar cemburu jadi jika diladeni tidak akan selesai, Ani tersenyum dibalik sikap Ade yang dewasa dan juga sabar dan penyayang itu ternyata ruwet juga jika sedang cemburu bahkan sikap dewasanya hilang saat itu juga
"Kenapa senyum2, kamu masih Mikirin Dimas juga?"
Ani mendekat kepada suaminya dia mengalungkan tangannya di leher Ade. "Dengar mas, tidak ada orang yang Ani pikirkan selain mas Ade, "Ani sangat mencintai kamu mas" terimakasih atas cinta dan kasih sayang yang tulus mas berikan untuk Ani" maaf ya mas jika sekarang Ani membuat mas menjadi repot." Ani menatap mata suaminya dengan dalam
"Terimakasih ya sayang, atas semua ungkapan perasaan kamu untuk mas" mas juga sangat menyayangi kamu jika kamu tanya berapa besar cinta dan sayang mas untukmu, maka tidak akan pernah ada kata cukup untuk mengungkapkannya."
"Kamu jangan berpikir jika mas merasa direpotkan karena mas senang menghabiskan waktu bersama kamu." Ade memeluk istrinya dan membawanya berbaring sehingga mereka tertidur dalam pelukan satu sama lain
Bersambung...
Jangan lupa like dan dukungan nya ya teman-teman terimakasih 😘😍
__ADS_1