Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Bertemu keluarga ani


__ADS_3

Kini Ade membawa Ani untuk pulang kerumah keluarga Waluyo, saat mereka masuk Ani terkejut melihat ayah, ibunya dan juga Doni adiknya sudah berada disana. Ya, setelah mendapat kabar jika Ade sudah menemukan Ani, papa Ari menyuruh supirnya malam itu juga menjemput orangtua Ani ke kebun mereka


Ani melihat ayah dan ibunya sedang duduk mengobrol bersama papa Ari dan mama Endang, dan juga ada Dewi disana, diruang keluarga.


Ani segera berlari dan memeluk ibunya, Ani tidak tahu harus bicara apa kepada malaikat tanpa sayap yang berada didepannya itu.


"Ibu, maafkan Ani" hiks..hiks.. sambil menangis hanya kata maaf yang mampu dia ucapkan kepada ibunya,


"Sudah jangan menangis nak" ibu sudah mendengar semua penjelasan tuan Ari" ibu tidak menyalakan dirimu."


Ibu sari menghapus air mata diwajah anaknya itu, sambil memberikan ketenangan.


Setelah meminta maaf kepada ibunya Ani segera meminta maaf kepada ayahnya.


"Ayah, maafkan Ani yah!" Ani mencium tangan ayahnya dia menangis sambil menunduk tanpa berani menatap wajah ayah yang selama ini menyayangi dirinya


"Sudah jangan menangis nak" Semua sudah terjadi, Ayah tidak bisa menyalahkan siapapun diantara kalian" karena ini semua terjadi bukan disengaja atau direncanakan!" Ayah Bayu membawa Ani kedalam pelukannya dan mengusap lembut kepala anak sulungnya itu.


"Ayo bangun duduklah." ayah membawa Ani untuk duduk bersama mereka.


Sementara itu Ade hanya diam terpaku sambil menunggu giliran dirinya yang harus meminta maaf kepada kedua orangtua Ani, karena bagaimanapun juga Ade lah yang harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi.


"Ayah, maafkan Ade telah sangat lancang menikahi putri ayah tanpa memberi tahu ayah dan ibu" tapi semua itu Ade lakukan karena Ade tidak ingin membuat kedua orangtua Ade dan Ani menjadi salah paham" sekali lagi Ade meminta maaf sebesar-besarnya kepada ayah dan ibu atas semua yang telah terjadi" Ade mengakui ini semua salah Ade."


Ade meminta maaf kepada kedua orangtua Ani sambil menundukkan kepalanya.


"Nak Ade, ayah sudah mendengarkan semua penjelasan dari papa kamu, ayah menganggap semua ini adalah musibah, kita tidak bisa menyalahkan siapaa2 ayah sudah memaafkan kamu" tapi ayah minta tolong antarkan ayah untuk bertemu dengan pak KUA yang telah menikahkan kalian."


"Baik yah, nanti Ade antarkan."


Kini Ani menatap mama Endang yang sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun

__ADS_1


"Ma, maafkan Ani " maaf jika Ani sudah membuat mama kecewa." Ani meminta maaf kepada mertuanya itu yang sedari tadi tak bisa ditebak dari ekspresi wajahnya.


"Ya mama sudah memaafkan."


Hanya itu yang keluar dari bibir mama mertuanya itu, Ani merasa mama Endang masih kecewa, atau benci, tapi ntahlah mungkin itu hanya perasaannya saja


Dan selanjutnya Ani meminta maaf kepada papa Ari,


"Pa, maafkan Ani sudah membuat papa dan mama kecewa dengan apa yang telah terjadi, maafkan Ani pa". hiks.. hiks.. Ani kembali menangis Ani tidak bisa menahan rasa bersalahnya karena Ani merasa mama Endang tidak menyukai dirinya.


"Ani, sudahlah kamu jangan terus2an merasa bersalah, karena ini semua bukan salah kamu" sekarang kamu sudah menjadi bagian keluarga ini" papa sudah memaafkan semua yang terjadi, sekarang kamu tidak boleh banyak pikiran ingat!" ada calon cucu papa dirahim kamu, yang harus kamu jaga baik2


Ani mengangguk dan merasa sedikit lega, ternyata papa Ari bisa menerima dirinya. dan Ani segera menatap mbak Dewi yang sedari tadi juga hanya diam,


"Mbak, Ani_"


"Sudahlah Ani, mbak sudah maafin kamu" sekarang kamu sudah menjadi adik iparku" mbak senang jadi kita mempunyai banyak waktu untuk ngobrol", udah kamu jangan nangis lagi, jangan sedih2 lagi ya." Dewi memotong pembicaraan Ani karena dia sudah tau apa yang ingin Ani ucapkan, dan ternyata Dewi juga bisa menerima Ani dengan baik


"Ani tersenyum, dia merasa bahagia karena papa dan kakak suaminya itu bisa menerima dirinya.


Setelah Ani selesai meminta maaf kini giliran Ade meminta maaf kepada keluarganya yang telah dia kecewakan. papa Ari dan mbak Dewi juga sudah memaafkan kesalahan Ade, tetapi Ade juga Merasa sikap mamanya tidak seperti biasanya, tapi Ade berpikir positif mungkin itu hal yang wajar karena mama masih terkejut dengan kejadian ini, Ade berharap nanti mamanya akan menerima pernikahannya dengan Ani.


***


Setelah selesai membicarakan masalahnya , Ade segera mengantarkan ayah Bayu dan papa Ari untuk menemui pak KUA yang sudah menikahkan dirinya dan Ani.


Setelah sampai Ade segera membawa pak Bayu dan papanya untuk masuk kekantor KUA dan menemui pak KUA itu.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam..."

__ADS_1


"Selamat siang pak Ade" apa Yang bisa saya bantu?" KUA itu bicara kepada Ade dia tidak tahu maksud kedatangan Ade


"Begini pak, saya membawa ayah mertua saya dan papa saya untuk menemui bapak." KUA itu menatap Bayu dan Ari


"Ah ya" Ayo silahkan duduk pak, pak KUA mempersilahkan ayah Bayu dan papa Ari untuk duduk


"Begini pak, saya adalah Bayu ayah dari Maharani wanita yang telah bapak nikahkan waktu itu bersama Ade hermawan" jadi sebagai kita umat beragama muslim pasti kita tahu hukum ijab qobul yang tanpa wali dari siwanita itu, maka pernikahan mereka tidak sah, sebelum saya menyerahkan dan mengikhlaskan hak wali kepada bapak."


"Wah maafkan saya pak Bayu" saya benar-benar minta maaf, saya mengira Ani tidak mempunyai wali dan saya kira mereka menikah tanpa restu dari kedua belah pihak orangtua mereka."


"Jadi begini pak, mulai saat ini dan hari ini dengan kesadaran saya menyerahkan hak wali anak saya yang bernama Maharani binti Bayu kepada pak KUA," jika bisa saya ingin bapak mengulang kembali untuk membaca ijab mereka agar lebih sah lagi dan tak ada rasa ragu dihati kami sebagai orangtua mereka."


"Baiklah kalau begitu pak, mari kita ulang kembali." KUA itu segera memanggil 2 orang saksi yang masih bertugas dikantor itu juga, lalu mereka kembali mengulang ijab qobul


"Ade Hermawan, saya nikah dan kawinkan Maharani binti Bayu yang hak walinya diserahkan kepada saya, dengan satu buah cincin berlian dan seperangkat alat sholat dibayar tunai".


"Saya. terima nikah dan kawinnya Maharani binti Bayu dengan mas kawin satu buah cincin berlian dan seperangkat alat sholat dibayar tuuunaaii."


Bagaimana saksi?"


"Sah.."


"Sah.."


Mereka semua mengucap syukur kepada Allah dan segera pak KUA membaca doa untuk mempelai.


Setelah membaca ijab qobul Ade kembali menyalami ayah mertuanya itu, Ade sangat bangga memiliki ayah mertua seperti pak Bayu, mungkin mereka memang kekurangan harta tetapi mereka tidak kekurangan Akhlak mulia, beliau bisa mengatasi masalah dengan tenang tanpa ada amarah yang meluap dan ilmu agamanya yang bagus sehingga tak salah menurun sikapnya kepada Ani istrinya.


Ade memeluk pak Bayu dan juga papanya, Ade juga bangga mempunyai papa seperti papa Ari, dia selalu bersikap tegas dan bijak dalam mengambil keputusan meskipun keputusan itu untuk keluarganya sendiri


Bersambung...

__ADS_1


Maaf ya telat up, sekarang author up dua bab sekalian.


Jangan lupa like dan komentar dan juga vote biar author semangat up, terimakasih 🥰🙏


__ADS_2