Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Ani bertemu Ade


__ADS_3

Ani segera keluar dari kamar Dimas dan masuk ke kamar tamu, Ani segera mandi karena dia tidak sabar ingin bertemu dengan Ade.


Sambil menunggu Ani selesai mandi, Dimas menyajikan masakan yang dia masak tadi diatas meja makan


Tidak berapa lama terdengar suara bel pintu apartemen Dimas berbunyi, dan Dimas segera membukakannya.


Saat pintu apartemen terbuka Dimas melihat Ade sudah berdiri disana


"Mana Ani? Ani..!?"


Ade segera masuk dan memanggil manggil Ani dan Dimas masih diam berdiri ditempatnya


"Dimas, mana istriku?" jawab dong Dimas jangan diam saja kamu!!?"


"Ani sedang mandi." Dimas menjawab pertanyaan Ade sambil tersenyum jahil


"Maksud kamu?" Ade menatap Dimas dengan intens dan seribu kecurigaan


"Apa maksud aku? kamu mau berpikir jelek tentang aku" bukankah selama ini kamu mengenal bagaimana aku" aku tidak pernah mengkhianati teman sendiri,dan aku tidak pernah mencintai orang yang sama jika orang itu sudah dicintai oleh temannya."


Ade diam seribu bahasa, karena kata2 Dimas seakan menampar dirinya, karena Ade menyadari bahwa dari semula dia mengetahui jika Dimas menyukai Ani, tetapi dia juga tidak tahu jika perasaan cinta juga tumbuh dihatinya untuk Ani.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan" maaf atas semua kata2ku tadi" mulai saat ini dia adalah adikku, aku menitipkan Ani kepadamu tolong jaga dia dan selalu buat dia bahagia jangan biarkan dia bersedih."


Dimas kembali membuat suasana kembali mencair, dia juga tidak ingin melihat Ade merasa bersalah oleh kata2nya.


"Dimas, aku minta maaf atas semua ini?" maaf jika aku sudah mengambil kebahagiaanmu."


"Sudahlah Bro, lupakan semuanya kita akan tetap menjadi sahabat" kamu sudah seperti adikku"


"Tenang saja aku akan berkelana kembali untuk mencari jodohku." tapi ingat kau tidak boleh merebutnya kembali."


Mereka tertawa bersama dan saling berpelukan dan saling memaafkan satu sama lain.


Saat mereka sedang ngobrol, Ani keluar dari kamar tamu dia melihat suaminya sedang duduk bersama Dimas


"Mas! Ani tersenyum sambil mendekat kepada Ade


"Sayang, Ade segera berdiri dan memeluk istrinya.


"Sayang maafkan mas ya" maaf jika mas sudah membuat kamu menderita." Ade menghujani Wajah Ani dengan ciuman, saat Ade ingin menyentuh bibir Ani.


"Ehemm..." heh! kamu sudah tidak melihat ada manusia disini."


Ade melihat Dimas lalu menatap kembali istrinya,dan mereka berdua tertawa bersama

__ADS_1


"Sory dim aku kira kamu syaitan karena jika ada sepasang kekasih sedang berduaan maka syaitan akan menjadi orang ketiga untuk menggoda."


"Dasar teman nggak berakhlak kamu, enak sekali kamu bilang aku syaitan" udah sana teruskan" aku mau mandi dulu."


Dimas segera masuk kedalam kamarnya dia sengaja memberi Ade dan Ani waktu untuk berduaan. setibanya didalam kamar Dimas duduk sambil termenung


"Ya Allah, ternyata sakit sekali melihat orang yang kita cintai kini telah menjadi milik orang lain" Beri aku keikhlasan ya Rabb, kirimkan aku jodoh yang terbaik menurutMu."


Setelah berdo'a dan berusaha ikhlas Dimas segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


Sementara itu Ade membawa Ani untuk duduk, Ade kembali memeluk istrinya,dia sangat merindukan Ani.


"Sayang, bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu dengan Dimas?"


Ani menceritakan semua yang telah terjadi sampai Dimas menemukan dirinya.


"Sayang, mas minta maaf ya" mas tahu ini semua kesalahan mas."


Ade kembali mengecup kening istrinya dia menatap mata Ani dengan dalam tanpa sadar bibir mereka telah menyatu, tangan Ade sudah mulai bergeliar kemana mana, mereka sama-sama saling melepaskan rindu


Ade benar2 telah terbakar hasratnya,Ade Semakin membuat istrinya melayang,


Ani yang merasa suaminya sudah tidak bisa menahan nafsunya,Ani segera menghentikan aktivitas Ade yang sedari tadi tangannya tidak bisa tenang.


"Mas udah jangan begini" ingat mas kita sedang ditempat orang." Ani menolak suaminya dengan lembut Ani juga tahu suaminya saat ini sedang terbakar oleh hasratnya.


"Tapi mas?"


"Ayo dong sayang?mas mohon." Ade kembali menatap Ani dengan wajah melasnya


"Ya, baiklah" tapi tunggu bang Dimas dulu untuk pamit ya." Ani mengiyakan permintaan suaminya.


"Muuaach!" terimakasih ya sayang." Ade mengecup bibir istrinya, dia senang sekali karena istrinya itu sangat mengerti keinginan suaminya.


Tidak berapa lama Dimas keluar dari kamarnya dengan stelan baju santainya, walaupun Dimas lebih tua dari Ade tetapi ketampanannya masih terlihat jelas


"Udah selesai kamu mandi?" kebetulan kami akan segera pamit."


Ade segera menyampaikan niatnya untuk berpamitan dengan Dimas.


"Buru2 amat sih kamu" emang kamu mau kemana?" Dimas menatap curiga kepada Ade


"Ke hotel." Ade menjawab Dengan singkat.


Ani yang mendengarkan Jawaban Ade yang begitu fulgar segera mencubit pinggang Ade dengan kuat.

__ADS_1


"Awwh...!" sakit sayang, kok kamu nyubit mas sih?"


"Bisa nggak sih mas ngomongnya dijaga" jangan fulgar begitu.". Ani berbisik kepada Ade


"Ya tapi nggak apa-apa sayang biarkan saja, karena kita kan sudah suami istri.". Ade menjawab kata2 Ani dengan bisikan juga


"Heh!" ngapain kamu bisik2 udah sana pergi!" lagian aku juga mau keluar sebentar."


"Tuh kamu tahu maunya aku" lagian dari tadi aku pengen pergi dari sini."


"Ya tentu saja aku tahu" karena Lonceng kamu itu sudah minta di servis ulang agar bunyinya kembali nyaring." Dimas memutar bola mata malasnya


"Hehehe.." pintar banget sih kamu jadi teman." ade tertawa saat mendengar kata-kata Dimas


Sementara wajah Ani sudah memerah seperti terkena sinar matahari.


"Yaudah aku dan Ani pamit dulu ya?"


Ade segera menggandeng tangan Ani, Ani merasa malu melihat tingkah suaminya itu


"Bang, Ani pamit dulu ya" terimakasih Abang sudah banyak membantu Ani" Semoga Allah secepatnya mempertemukan jodoh Abang."


Dimas mengangguk, "Ya sama2" kamu jaga diri baik-baik, kalau Ade macam2 kamu kasih tahu Abang, biar Abang Hajar nih anak."


"Apa sih kamu" itu tidak akan mungkin terjadi" aku tidak akan menyakiti istriku ini.". Ade bicara sombong sambil mencium kepala Ani.


Setelah berpamitan Ade segera Mambawa Ani keluar dari apartemen Dimas,


***


Kini mereka sudah berada di mobil, karena hari sudah mulai larut malam jalanan kota sudah mulai sepi dengan pengendara


"Sayang, kamu mau makan sesuatu?"


"Iya mas" Ani lapar banget." Ani bicara dengan nada manjanya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ade


Ade segera mencium kepala Ani dan merangkul tubuh Ani untuk bersandar di dadanya.


"Jadi kamu tadi belum makan sayang?" Ani hanya menggeleng sambil menatap wajah suaminya yang sedang serius kedepan mengemudi mobilnya


"Jangan menatap mas begitu, nanti kamu jatuh cinta." Ade menggoda istrinya


"Apa sih mas!" Ani menggigit dada Ade dari luar sehingga Ade meringis kesakitan


"Sakit sayang!" apa sih kamu suka banget gigit" awas ya! ntar mas balas." Ade dan Ani tertawa bahagia Ani kembali memeluk suaminya dengan dalam.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komentarnya ya biar author semangat up Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2