
Kini Ade telah sampai di kampung halaman istrinya, tetapi Ani dan Ade hanya menginap di hotel, karena niat mereka hanya untuk liburan di kampung halaman istrinya yang terkenal dengan negri sejuta pesona itu. Ani belum ingin bertemu dengan saudaranya. karena dia akan pulang nanti bersama kedua orangtuanya untuk menemui saudara ibunya yang ada di kampung itu.
"Mas, Ani pengen makan lemang dan tapai ketan hitam." pinta Ani kepada suaminya.
"Tapi ini sudah malam sayang, kita mau cari dimana malam begini? sekarang kita istirahat dulu ya. besok baru kita cari keinginan kamu ya." Ade membujuk sang istri karena dia masih belum tahu daerah itu.
"Nggak mau mas! Ani maunya sekarang, karena Ani udah kepengen banget makan itu." rengek Ani dengan suara manjanya kepada sang suami.
"Tapi mas tidak tahu mau cari dimana sayang, karena mas belum pernah ke sini."
"Ya udah Ani ikut. nanti biar Ani tunjukkin. kita beli di pinggir pantai saja." Ani masih tetap dengan keinginannya karena dia sudah lama sekali ngidam makanan ciri khas kampung halaman sang ibu.
"Baiklah kalau begitu. sekarang kita mandi dulu habis itu baru kita pergi sekalian kit makan malam diluar."
"Eh jangan mandi dulu mas. nanti keburu habis lemangnya, pokoknya kita pergi sekarang. mandinya nanti saja."
Ade hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu. "Baiklah kalau begitu ayo kita pergi sekarang. jangan lupa pakai jaketnya."
Ani tersenyum sambil menatap suaminya karena dia merasa sangat bersyukur telah di cintai oleh lelaki seperti Ade, seorang dokter, Tampan, pengertian dan sangat menyayangi dirinya. 'Ya Allah, aku mohon biarkan kami terus bahagia seperti ini. terimakasih ya Rabb karena engkau telah memilihkan aku seorang lelaki seperti mas Ade.' Ani berdo'a dalam hati
"Sayang, ayo! kok melamun sih. nanti keburu habis lemangnya." Ade membimbing tangan Ani karena dia melihat istrinya itu sedang melamun .
"Ah iya mas." Ani segera berjalan mengikuti langkah kaki sang suami.
***
__ADS_1
Kini mereka telah sampai di pantai yang Ani maksud, mereka segera menuju tempat penjual lemang makanan ciri khas orang Sumatra barat itu.
Ani sangat antusias melihat makanan kesukaannya itu masih banyak dan dia segera memesan untuk di bungkus di bawa ke hotel tempat mereka menginap. namun saat dia menoleh ke samping Ani melihat ada pedagang duren juga. dan kembali Ani merengek minta di beliin kepada suaminya itu.
"Mas, Ani mau duren mas. ini asli jatuh dari batang dan durian ini enak banget jika dimakan dengan lemang mas."
"Sayang, kamu itu sedang hamil duren itu panas apalagi kamu makannya dengan lemang. mas takut pengaruh dengan bayi kita sayang." Ade berat untuk memenuhi keinginan istrinya karena dia takut berdampak pada sang bayi.
"Tapi Ani pengen mas! Ani makan nggak banyak2 kok." Ani masih bersikukuh untuk membeli duren itu tetapi Ade juga tak mau kalah untuk melarang sang istri
"Pokoknya mas bilang kamu tidak boleh makan duren untuk saat ini! Ade bicara dengan nada tegas walaupun dia tidak tega melihat wajah melas sang istri.
"Yaudah kalau begitu." Ani pergi dari hadapan suaminya dia segera menuju mobil. Ani merajuk.
Ade bingung harus berbuat apa. Ade menatap si penjual durian itu. "Tidak apa-apa mas orang hamil makan durian, asalkan makannya jangan terlalu banyak agar si bayi besok nggak ileran. saya dulu waktu hamil juga makan durian. asalkan makan tidak berlebihan maka tidak apa-apa."
Pedagang duren itu memberitahu Ade atas pengalamannya ketika hamil juga makan duren tetapi tidak pengaruh kepada sang bayi karena dia makan hanya sekedar saja.
"Baiklah Bu, saya beli dua buah saja duriannya." akhirnya Ade membeli duren itu. sebenarnya durian itu adalah buah kesukaannya tetapi dia mampu menahan seleranya demi kesehatan istri dan calon anaknya.
"Sayang, udah dong jangan nangis begitu." Ade berusaha membujuk istrinya yang sedang menangis menyembunyikan wajahnya di sandaran tempat duduk sehingga Ani tidak menyadari jika Ade telah memasukkan buah duren itu ke dalam bagasi mobilnya.
Ani hanya diam saja dia menghapus air matanya dan menatap lurus ke depan saat mobil yang di kendarai oleh suaminya itu telah membelah jalanan untuk menuju hotel tempat mereka menginap.dan Ade ikut diam dia sengaja untuk menjahili istrinya itu.
Di dalam keheningan di antara mereka tiba-tiba Ani mencium bau aroma wangi buah duren. "mas,kok ada bau duren?" Ani bertanya kepada Ade.
__ADS_1
"Memang ada duren kok dibelakang." Ade menjawab singkat dan tersenyum
"Mas benaran beliin Ani duren?" dengan mata berbinar Ani menanyakan kembali kepada suaminya.
"Iya sayang, tapi kamu tidak boleh makan duren terlalu banyak."
Ani tersenyum bahagia Akhirnya dia tercapai juga makan duren. "Terimakasih ya mas. muuuaachh." Ani mengecup bibir Ade dia benar2 bahagia karena mendapatkan keinginannya.
***
Sementara itu di tempat lain. pagi ini Raysa malas sekali untuk beranjak dari tempat tidurnya,dia merasa belakangan ini matanya sering mengantuk di pagi hari. dan Raysa merasa selera makannya menurun.
"Aku kenapa ya kok akhir2 ini sering pusing dan nggak selera makan. tapi kenapa pagi ini aku pengen makan apel hijau. rasanya seger banget." Raysa bergumam sendiri.
Kini Raysa bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. tetapi saat dia membuka bajunya dia teringat bahwa bulan lalu dia tidak datang haid hingga sekarang.
Seketika itu jantungnya terasa ingin copot Raysa benar2 Takut dia berusaha untuk tenang,
"Itu tidak mungkin! aku tidak mungkin hamil." Raysa segera menyudahi mandinya karena perasaannya berkecamuk dalam hati.
"Aku harus membuktikan jika aku tidak mungkin hamil, mana mungkin aku hamil sementara aku dan dokter bermulut pedas itu hanya melakukannya sekali." Raysa masih bicara sendiri untuk menenangkan perasaannya yang kini sedang tidak menentu. dia tidak bisa membayangkan jika dirinya benar2 hamil.
Bersambung....
Jangan lupa dukungannya terimakasih raederku yang Budiman.🙏🙏🙏🥰😘
__ADS_1