Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Memberi kejutan untuk mertua


__ADS_3

Sementara itu di kediaman keluarga waluyo.


Pagi ini Ade bersiap ingin mengantarkan ibu dan ayah mertuanya untuk pulang ke kebun, Ade ingin memberi kejutan untuk mertuanya itu. walaupun istrinya sendiri belum tahu


"Mas,Ani ikut ya nganterin ibu pulang?"


"Jangan sayang, kamu kan lagi hamil muda nanti kandungan kamu bermasalah! udah kamu dirumah saja!"


"Tapi mas Ani ingin ikut." Ani masih memaksa untuk ikut suaminya mengantarkan orangtuanya.


"Sayang, sekarang mas tidak izinkan! tapi nanti setelah kandunganmu sudah kuat, mas akan bawa kamu, jangankan ke rumah ibu,mas akan bawa kamu keliling dunia kemanapun kamu mau."


"Benaran ya mas, Ani nggak mau keliling dunia kok, Ani cuma mau liburan ke kampung halaman, mas udah pernah ke Sumbar?"


"Kalau ke Sumatra barat udah sering sayang, tapi ke kampung kamu itu belum sih, dimana itu kampung kamu sayang?"


"Masa sih mas lupa dengan kampung istri sendiri?" Ani memasang wajah ngambek, padahal dia ngambek karena tidak di izinkan oleh Ade ikut mengantar ibunya pulang.


"Ya maaf sayang! soalnya mas kan belum pernah kesana, udah nggak usah ngambek begitu ntar cantiknya hilang! pokoknya mas janji nanti setelah usia kandungan kamu 5 bulan kita akan liburan! terserah mau kamu liburan kemana! oke?"


"Iya deh!" Dengan berat hati Ani mengiyakan permintaan suaminya untuk tetap dirumah.


"Nah gitu dong, kan kelihatan tambah cantik istri mas ini." Ade segera membawa Ani kedalam pelukannya dan memberi kecupan pada bibir sang istri.


***


Kini Sari dan Bayu sudah menunggu di ruang tamu, mereka sudah siap untuk pulang kembali ke kebun setelah satu Minggu lamanya berada di rumah Besannya.


"Ayah sama ibu udah siap?" Ade keluar dari kamarnya dengan menggandeng tangan Ani


"Sudah nak,Oya! mama dan papa kamu kemana De?"


"Oh, tadi pagi2 sekali mama dan papa udah pergi Bu, katanya ada urusan penting."


"Kira2 masih lama nggak pulangnya?" Sari ingin berpamitan dengan Endang, dan dia juga ingin minta maaf karena kemaren telah bicara tidak sopan, bagaimanapun dia harus menghormati Endang karena dia sadar sebenci dan semarah apapun dia kepada Endang tapi dia tidak ingin mengorbankan kebahagiaan anak2nya.


"Ade tidak tahu Bu,kapan mama pulang, Ya udah kita berangkat sekarang ya Bu, nanti keburu siang."


"Ibu tidak mau De, ibu mau pamitan sama mama kamu dulu." Sari tetap ngotot ingin ngomong dengan Besannya itu.

__ADS_1


"Coba kamu telpon mama kamu De." Ayah bayu menyuruh Ade untuk me nelpon mamanya.


"Baik yah, sebentar ya Bu," tidak berapa lama telpon tersambung.


"Assalamualaikum ma, mama dimana? ibu mau ngomong sama mama nih." Ade menyerahkan ponselnya kepada Sari.


"Holo assalamualaikum mbak Endang,"


"Wa'alaikumsalam Sari, maaf ya tadi mbak pergi nggak sempat ngomong sama kamu, soalnya mbak lagi buru2."


"Iya mbak nggak apa-apa, saya mau pamit pulang ke kebun mbak! dan saya juga minta maaf untuk kejadian kemaren,maaf jika saya sudah bicara tidak sopan kepada mbak Endang."


"Sudahlah Sari Jangan bahas tentang itu lagi, sebenarnya mbak yang harus minta maaf sama kamu karena semua itu salah mbak."


"Tidak apa-apa mbak, saya sudah maafin mbak Endang kok, kalau begitu saya pamit ya mbak."


"Iya Sari, hati2 dijalan ya." Endang memutuskan telpon dari Sari.


Sambil menunggu ibu mertuanya bicara dengan mamanya, Ade dan ayah Bayu memasukkan barang bawaan mereka kedalam mobil.


"Udah siap Bu?"


"Ani ibu pulang dulu ya nak,jaga kandunganmu baik2." Sari berpamitan kepada anak sulungnya itu.


"Iya Bu, hati2 di jalan ya? maaf Ani nggak bisa anterin ibu, Ani ingin ikut tapi nggak dibolehin mas Ade." Ani memanyunkan bibirnya sambil menatap suaminya.


Ade tertawa melihat wajah kesal istrinya itu. "udah nggak usah ngambek sayang, kan tadi kita udah sepakat?"


"Iya Ani, apa yang dikatakan suamimu itu benar! kamu jangan terlalu banyak bergerak, karena jalan ke kebun itu kan banyak lobang dan nanti jika kandunganmu bermasalah gimana? udah kamu jangan khawatir,ibu dan ayah akan baik2 saja." kini giliran ayah bayu yang bicara


Setelah menyalami tangan ayah dan ibunya Ani ikut mengantar ayah dan ibunya untuk masuk kedalam mobil.


"Tunggu sebentar Bu!" Ani menahan ibunya untuk tidak masuk dulu, dia segera mendekati Ade, dia ingin meminta izin kepada suaminya untuk memberi uang kepada orangtuanya.


"Mas, Ani boleh nggak kasih ibu dan ayah uang dari Tabungan yang mas beri kemaren?" Ani menatap suaminya dengan wajah berharap agar suaminya memberi izin.


"Sayang, uang itu kamu simpan saja, kalau soal ibu dan ayah, mas sudah siapkan buat mereka." Ade mengelus pipi lembut sang istri.


"Terimakasih banyak ya mas! Ani tidak tahu harus ngomong apa,kenapa mas begitu baik?" Ani segera memeluk suaminya itu, dia tak kuasa menahan tangis, baginya suaminya itu adalah malaikat untuk dirinya dan keluarganya.

__ADS_1


"Sama2 sayang, karena sekarang kamu dan keluarga kamu itu sudah menjadi tanggung jawab mas, jika kamu bahagia maka orangtua kamu dan juga adik kamu harus ikut bahagia juga! udah sekarang jangan nangis lagi, malu tuh dilihat ayah dan ibu."


Ani segera melerai pelukannya dan segera melepas kepergian ayah dan ibunya.


***


Kini mobil mewah itu telah sampai di desa xx desa tempat Doni bersekolah, Ade segera membawa mertuanya itu menuju sebuah rumah tipe 45, pekarangan rumah itu lumayan luas dan juga ful granit dari luar hingga dalam, di depan rumah itu ada kolam ikan hias, dan didalamnya sudah lengkap segala perabotan rumah hingga tempat tidur,


Ternyata jauh sebelum papa dan mamanya berniat ingin memberi mereka rumah yang layak namun Ade telah terlebih dahulu menyediakannya, dan waktu itu rumahnya sedang di renovasi, sekarang inilah rumah yang telah Ade sediakan untuk ibu mertuanya.


Setelah sampai di rumah itu, Ade segera membawa mertuanya masuk.


"loh De ini rumah siapa?" Ayah Bayu bertanya kepada menantunya.


"Masuk saja dulu yah, nanti Ade kasih tahu."


Kini Sari dan Bayu telah duduk diruang tamu mereka masih bingung dan saling pandang.


"Yah, Bu, ini rumah untuk ayah dan ibu! jadi nanti ayah ke kebun naik mobil yang ada diluar tadi, nanti Ade Carikan supir untuk ayah! dan ibu mulai sekarang nggak usah ke kebun lagi."


Ade menyediakan sebuah mobil pick up untuk ayah mertuanya pergi ke kebun.


Sari dan Bayu sangat terkejut mendengar penjelasan Ade, dia tidak bisa berkata apa-apa.


"Ya Allah nak, Kenapa kamu serepot ini? ibu dan ayah tidak apa-apa tinggal di kebun nak! ibu juga tidak ingin nanti orangtua kamu semakin salah paham De!"


Sari sangat tidak enak, bukanya dia tidak berterima kasih kepada menantunya itu, tetapi dia takut hubungannya dan Besannya akan semakin memburuk, dia tidak ingin Endang semakin salah paham.


"Ibu, sekarang ibu jangan berpikira seperti itu ya? karena mama sendiri yang meminta Ade untuk memberikan ibu rumah ini."


"Maksud kamu apa nak?" Sari masih bingung dengan perkataan Ade, Sari bertanya sambil menghapus air matanya.


"Sari, kamu tidak perlu takut dengan kesalahpahaman kita lagi! karena ini semua mbak yang menginginkan, mbak tidak mau, masa iya mbak tidur nyaman dikasur empuk sementara kamu tidur di kasur biasa! sekarang kamu adalah keluarga Waluyo."


Sari terkejut saat Endang tiba2 keluar dari pintu kamar dirumah itu.


Bersambung...


Yuk komen agar Author update lagi~

__ADS_1


__ADS_2