
Ade menatap Ani dan tersenyum, "segitu seriusnya kamu dengarinnya" apakah kamu sudah puas dengan penjelasan mas?
"Belum, masih ada yang ingin Ani tanyakan pada mas Ade
"Apa lagi sayang, hmm?
"Kenapa mas tidak mengatakan kepada ibuk jika mas dan mbak Gita sudah putus?
"Mas pasti akan mengatakannya nanti, untuk saat ini mas belum bisa, karena kamu tau kan kalau mama itu sangat menyukai gita"
"Apakah mas Ade masih mencintainya? Ani memberanikan diri untuk menatap mata Ade Ani mencari kejujuran didalam mata yang teduh itu
Tiba2 Ade menepikan mobilnya dan berhenti,
"Sayang,bagiku Gita sudah menjadi masa laluku mulai sekarang dan selamanya kamu adalah wanita satu2nya yang aku cintai" Ade mengusap kepala Ani dengan lembut,
"Apakah kamu tidak percaya dengan perasaan mas padamu?
"Ani,, bukan tidak percaya mas" Ani hanya tidak ingin kecewa, rasanya Ani masih belum percaya dengan hubungan kita" Ani juga takut bagaimana jika orangtua mas Ade membenci Ani nanti, rasanya Ani tidak sanggup karena ibuk dan bapak sudah begitu baik"ani menunduk dan tak bisa menahan air matanya
"Sayang" udah kamu jangan nangis dong" seharusnya kamu bahagia karena kita sama2 saling mencintai" Ade memberanikan diri untuk membawa Ani kedalam pelukannya
"Tapi hubungan kita jauh berbeda mas" Ani hanya seorang pembantu dirumahnya mas Ade" Ani sambil menghapus sisa air matanya
"Ani" mas dan keluarga tidak pernah menganggap kamu sebagai seorang pembantu jadi mas minta kamu jangan pernah berpikiran seperti itu lagi ya" sudah kamu tenang saja biarkan semuanya mas yang bicara kepada keluarga mas nanti" okey" Ade menoel hidung mancung Ani
Ani tersenyum malu,
"Udah nggak boleh nangis lagi, mas tidak ingin melihat kamu menangis mas ingin membuat kamu bahagia"
"Terimakasih yaa mas,
"Iyaa sayang, beri mas waktu untuk menjelaskan semuanya kepada orangtua mas ya? Ani mengangguk tanda menyetujui permintaan Ade
Kini Ade kembali menjalankan mobilnya
Tak terasa mobil yang dikendarai mereka kini sudah sampai di persimpangan jalan menuju kebun sawit
Ade melihat banyak mobil ataupun motor terparkir di halaman sebuah warung kopi disana, saat itu hujannya sudah reda hanya tinggal gerimis
"Mas coba kita tanya sama orang yang ada diwarung kopi itu" ani menunjuk kearah warung kopi disana yang kelihatan sedang ramai
"Ya baiklah, ayo kita turun" Ade mengajak ani untuk turun
Kini mereka masuk ke warung kopi dan Ade bertanya kepada orang disana yang sedang menikmati kopinya
"Maaf pak saya mau bertanya , apakah akses jalan kedalam bisa dilalui oleh mobil?
"Wah tidak bisa mas, jalannya rusak berat karena hari hujan, kami juga mau kedalam ini mas, mau melihat kebun tapi jalanan tidak bisa ditempuh
"Oh begitu ya pak, apakah ada cara lain untuk sampai kedalam?
__ADS_1
"Ada mas, naik pompong saja" tiba2 yang punya warung datang menjawab pertanyaan Ade
"Ehh Ani kan?
"Iyaa mbak" Ani tersenyum kepada yang punya warung, ternyata yang punya warung kenal dengan Ani dan keluarganya karena Ani dan keluarganya sudah cukup lama juga tinggal di daerah sana
"Wah cantik sekali kamu sekarang an, mbak sampai pangling"
"Ah mbak Eka bisa saja"
Ani tersenyum malu, dan dia menatap Ade yang dari tadi juga memperhatikan Ani dan Eka bicara
"Itu siapa Ani, apakah dia pacar kamu? Eka menggoda Ani sambil berbisik
"Ihh mbak Eka ada2 saja, itu anaknya tuan Ari dan ibu Endang, mereka yang punya lahan sawit yang ditempati ayah dan ibu Ani mbak"
"Ooo.. kok tumben dia yang nganterin kamu, mbak lihat dia juga jarang kesini ya?
Eka bertanya sambil memelankan suaranya
"Iyaa mbak dia sibuk, kebetulan hari ini nggak kerja"
"Ehemm"
Ade mendehem dia masih bisa mendengarkan bisik2 kedua wanita disampingnya walaupun tidak begitu jelas
"Yasudah kalau begitu kita naik pompong saja kedalam Ani"
"Kira2 dimana orang yang menyewakan pompong itu ya mbak?
"Disana mas dibawah jembatan beton itu"
Eka menunjuk sebuah jembatan yang tidak berapa jauh dari warung kopi itu
Dan akhirnya Ade dan Ani segera menuju kebawah jembatan, mereka segera diantar oleh yang punya speed boat pompong itu untuk menuju kebun milik keluarga Waluyo yaitu adalah tempat tinggal orangtua Ani
****
Kini mereka sudah sampai di kebun yang mereka maksud, Ade dan Ani segera turun dan menuju rumah yang separuh papan dan separuh batu itu
"Assalamualaikum,,,
"Wa'alaikumsalam...
Terdengar suara ibu menjawab salam dari mereka, dan Bu Sari segera keluar untuk melihat siapa yang datang saat hujan2 begini
"Ibuu"
Ani memanggil ibunya mencium tangannya dan segera memeluknya
"Yaa Allah, ibu kira siapa yang datang nak",
__ADS_1
Ibu membalas pelukan Ani dan mencium kadua pipi anak gadisnya yang dia rindukan
"Eh ada nak Ade, ayo masuk nak maaf ya ibu sampai lupa
Ibu tersenyum ramah
Ade segera menyalami ibu Sari
"Ibu sama bapak apa kabar? Ade bertanya pada Bu sari
"Alhamdulillah ibu dan bapak baik2 saja nak, ayo mari masuk"
Ani dan Ade segera masuk
****
Belum berapa lama mereka duduk pak bayu pulang dari kebun,
"Assalamualaikum,,
"Wa'alaikumsalam
Mereka menjawab serentak salam dari pak Bayu
Ani segera berdiri dan menyalami tangan ayahnya yang begitu dia rindui,
"Kamu pulang nak, dengan siapa kamu kesini, bukankah hujan sangat lebat, bagaimana kamu sampai kesini?
"Ani pulang diantar mas Ade yah, tadi kami naik pompong karena jalan tidak bisa ditempuh
Ayah segera melihat kedalam,dia melihat ada Ade
"Eh nak ade"
"Ah iya pak,
Ade segera berdiri dan menyalami tangan pak Bayu
"Apa kabar de, kenapa tuan Ari tidak kesini?
"Papa dan mama tidak bisa ikut kemari pak, karena mbak Dewi mau melahirkan di Jogja dan hari ini mereka juga berangkat ke Jogja, papa dan mama titip salam pada bapak dan ibu"
"Yaya... ayo duduk nak, bapak akan bersih2 dulu kebelakang
Ade kembali duduk dan pak Bayu segera kebelakang untuk mandi
****
Kini hari sudah malam, mereka duduk berkumpul di ruang keluarga yang sederhana itu, banyak cerita dan juga canda tawa terdengar, apalagi ada Doni rumah yang sepi menjadi ramai dibuatnya
Ya Doni sengaja pulang untuk tidur dirumah satu hari, karena dia sangat merindukan kakak perempuan satu-satunya, Doni sangat menyayangi Ani karena Doni tau Ani sudah banyak berkorban untuk dirinya, sehingga dia putus sekolah demi dirinya dan Ani juga sering membantu biaya sekolah doni
__ADS_1
Ade yang berada di tengah-tengah keluarga sederhana itu ikut bahagia melihat senyum Ani yang tak lepas dari bibirnya,
bersambung... jangan lupa like dan dukungan nya ya teman-teman, terimakasih 😘😍😍