
Ani masih memijit dan mengelap kaki mama mertuanya itu, dan mama Endang merasa sangat tidak enak karena diperlukan seperti itu oleh menantu wanita satu2nya itu.
"Ani, bangulah nak! ayo duduk disini." Endang memegang lengan Ani dan membawanya untuk duduk disampingnya.
"Ma, sekali lagi Ani minta maaf, Ani mohon mama jangan benci Ani ma! Ani rindu dengan mama yang dulu saat Ani baru datang di rumah ini, apa yang harus Ani lakukan ma? Apakah Ani harus meninggalkan mas Ade? jika memang itu yang terbaik Ani janji ma akan pergi dari kehidupan mas Ade, asalkan mama tidak membenci Ani! karena Ani merasa pernikahan tanpa restu mama kami tidak akan pernah bahagia."
Buliran bening itu semakin deras mengalir, Ani menumpahkan segala perasaannya,dia tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan ibu mertuanya, karena Ani sangat menghormati Endang seperti orangtuanya sendiri, karena Endang sudah sangat baik dengan keluarganya. Ani akan mengorbankan kebahagiaannya demi mama Endang.
"Sayang! apa yang kamu katakan nak? lihat mama kesini! kamu tahu? dalam hidup mama adalah ingin melihat anak2 mama hidup bahagia, bagaimana mama bisa bahagia jika anak mama menderita, karena kebahagiaan Ade itu ada bersama kamu, bukan dengan keinginan Mama! dan sekarang kamu harus tahu, bahwa mama telah merestui pernikahan kamu dan Ade, mama tidak berharap wanita manapun untuk menjadi menantu mama, sekarang kamulah menantu wanita satu2nya dikeluarga Waluyo."
Endang menghapus air mata Ani, dia segera memeluk menantunya itu.
"Udah kamu jangan nangis lagi ya! kasihan ni cucu mama nanti dia ikut sedih."
"Terimakasih ya ma? terimakasih telah memberi kami Restu." Ani kembali mencium tangan Endang dan memeluknya kembali.
"Terimakasih ya ma, telah memberi kami Restu! coba kalau mama nggak memberi restu pasti Ade Udah ditinggalkan oleh istriku yang jahat ini." Ade datang dan segera duduk di samping Ani, ternyata dia mendengarkan dan melihat semuanya.
"Mas, kok ada disini bukanya tadi lagi mandi?" Ani menghapus sisa air matanya, dia terkejut saat mendengar suara Ade.
"Iya udah siaplah mas mandi! dan kamu tuh jahat banget ya, tega banget kamu mau ninggalin mas demi keinginan mama." rajuk Ade kepada Ani.
"Heh.. kamu tuh ya istri nangis bukanya dihibur malah kamu yang ngambek!" Mama Endang memukul bahu Ade.
" Ya Ade juga ngambek ma, masa dia tega mau ninggalin Ade demi Mama!" Ade masih memasang wajah kesalnya.
"Trus kamu kira mama tega melihat kamu dan Ani menderita? dengan ketulusan hati istri kamu inilah yang membuat mama luluh, dengar nak, mama tidak akan mengorbankan kebahagiaan kalian anak2 mama, mama dan papa sudah tua, tidak ada lagi yang mama inginkan selain melihat kebahagiaan anak2 mama."
__ADS_1
"Terimakasih ya ma! Love you mom,love you my wife." Ade duduk di tengah2 antara mama dan istrinya,dan merangkul kedua wanita itu, mereka berdua adalah wanita yang paling penting dalam hidupnya.
Saat mereka saling berpelukan, papa Ari keluar dari kamarnya dia melihat ada yang tak biasanya diantara anak dan menantunya dan juga istrinya itu, karena malam ini mereka sangat akrab dan saling bercanda, Ari kembali melihat wajah sang istri tersenyum bahagia.
'Syukrlah akhirnya Mama sudah bisa menerima Ani sebagai menantunya.' Ari bergumam sendiri dalam hati
"Ehemm... seneng banget nih! kok papa nggak di ajak2, emang ada apa sih?" Ari pura2 tidak tahu.
"Lagi seneng pa, soalnya mama udah welcome sama istri Ade."
"Heh! enak aja bilang kalau mama udah welcome, seolah mama baru memberi restu, asal kamu tahu ya, mama tuh udah lama welcome tapi mama masih cari waktu yang tepat untuk ngobrol sama mantu mama!"
Endang menolak bahu Ade,dia tidak terima jika Ade mengira bahwa dirinya baru memberi restu kepada mereka.
"Hahaha... udah- udah nggak usah berantem gitu! Syukurlah jika mama sudah bisa menerima Ani sebagai menantu dikeluarga kita, papa sangat senang, dan sekarang ayo kita makan? papa udah lapar nih!" Ari menyudahi pembicaraan mereka.
"Tunggu An, biar mama bantu ya?"
"Nggak usah ma kan kaki mama lagi sakit, mama duduk saja, tunggulah sebentar."
"Kaki mama itu nggak sakit lagi Ani! rasanya kaki mama ringan sekali di angkat, kamu pintar banget sih mengobati kaki mama, emang kamu tahu dari mana cara pengobatan itu?"
"Ani tahu dari Ayah dan ibu, jadi ayah itu mempunyai asam urat dan rematik,jika ayah merasakan sakit dikakinya maka ayah menggunakan cara itu Ma!" Ani menjelaskan pertanyaan mama Endang.
Dan cara pengobatan itu adalah pengalaman author ya😀nah bagi sahabat reader yang merasakan sakit di bagian kaki coba aja cara itu, insyaallah kaki akan terasa lebih ringan dan nyaman kembali untuk dipijak kan.
Ani segera menyiapkan makan malam dengan rasa bahagia karena mama Endang telah menerima dirinya sebagai menantu,
__ADS_1
Kini mereka menikmati makan malam dengan hening karena itu adalah peraturan yang diberikan oleh papa Ari jika makan harus tenang.
***
Ditempat lain
Dimas baru saja keluar dari RS, karena malam ini ada 4 orang pasiennya yang melakukan operasi Caesar jadi Dimas pulang sudah agak larut malam,
Saat Dimas sudah melajukan mobilnya dia merasa lapar, dia segera mengarahkan mobilnya berhenti disebuah cafe yang tidak jauh dari RS itu,
Kini Dimas sudah duduk dan segera memanggil pelayan untuk memesan makanan.
" Silahkan Mau pesan apa pak?" terdengar suara seseorang menanyakan pesanan yang akan Dimas minta,
"Saya pesan original grill steaknya satu dan lemon hangat satu." Dimas menyebutkan pesanannya tetapi pandangannya masih fokus ke layar ponselnya.
"Baik, apakah ada lagi yang bapak inginkan?" suara itu kembali bertanya.
"Tidak ada, hanya itu saja!" Dimas segera menatap wajah wanita yang menjadi pelayan di cafe itu, seketika itu Dimas terperanjat melihat wanita yang berada didepannya itu.
"Kamu?!"
Dimas menatap Raysa dari bawah hingga atas, dia masih tidak percaya, 'kenapa wanita ini menjadi pelayan disini? apakah uang 250 juta itu sudah habis dibuatnya? tapi kenapa dia memilih untuk bekerja menjadi pelayan, apakah dia sengaja untuk mencari lelaki berkantong tebal untuk bisa membayarnya lebih mahal?' Dimas bertanya dan menerka sendiri dalam hati.
"Maaf, akan segera saya sediakan pesanan Anda!" Raysa segera berlalu dari hadapan Dimas, dia tidak bisa menahan gejolak jantungnya, karena beberapa hari ini dia sangat merindukan lelaki yang telah membayar tubuhnya itu,dan dia tidak menyangka bisa bertemu dimas kembali, tetapi Raysa sadar bahwa Dimas pasti sangat membenci dirinya.
Bersambung...
__ADS_1
Yuk komen agar Author update lagi~