Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
ijab qobul


__ADS_3

"Tapi itu tidak mungkin mas, bagaimana bisa kita menikah tanpa ada ayah yang menjadi wali Ani?"


"Sayang, saat ini kita tidak bisa menunda lagi. karena kalau kita beri tahu ini sekarang kepada ayah dan ibumu, itu tidak mungkin karena orangtuaku sedang diluar negeri, itu bisa menimbulkan kesalahpahaman antara orangtua kita, sementara kamu sudah hamil, jadi sekarang ikuti saja rencana mas ya" biarkan mereka nanti sama2 tahu dengan semua ini."


Ani memikirkan kata2 Ade ada benarnya, karena jika orangtuanya diberi tahu sekarang tentu saja akan menimbulkan masalah bagi kedua orangtuanya, tentu saja keluarga Waluyo akan marah kepada orangtuanya karena telah lancang menikahkan anaknya tanpa sepengetahuan mereka.


"Baiklah mas" Ani ikut semua mau mas saja, tapi apakah kita tidak bisa menunggu sampai orangtuanya mas pulang?"


"Ani, mas tidak mau menunggu lagi karena disini sudah ada calon bayi kita, Ade mengusap lembut perut datar Ani dari luar,


"Jika kita masih menunggu bagaimana jika Mama masih lama balik kesini, karena semalam mama telpon dia belum diizinkan pulang oleh dokter, karena kondisi mama masih belum stabil, dan walaupun mama sudah pulang, mas juga tidak bisa segera membicarakannya pada mama, karena kamu juga tahu jantung mama belum stabil bagaimana jika Mama shock bila mengetahui ini semua."


Ani membenarkan semua kata2 Ade, Ani juga tidak ingin terjadi hal buruk pada mama endang "baiklah kalau begitu."


"Yasudah kalau begitu kamu istirahat sekarang ya" besok jam tujuh kita kerumah KUA yang akan menikahkan kita" karena besok hari Minggu mas sengaja minta menikah dirumah pak KUA saja, sebenarnya mas ingin kita menikah disini tapi mas tidak ingin jika ada yang tau,jadi semua sudah diurus oleh orang suruhan mas."


Ade tidak mungkin membawa pak KUA kerumahnya karena dia ingat jika sequrity dirumah ini tetap berjaga walaupun hari Minggu


"Kok bisa semuanya sudah diurus mas, padahal kita baru saja membahas ini semua? "Ya sebelum membahas ini mas sudah merencanakan walaupun kamu tidak bisa memaafkan mas, mas akan tetap menikahi kamu besok,"


Ani memukul Ade dengan bantal, "jahat banget sih kamu mas, pemaksaan itu namanya."


"Ini bukan pemaksaan sayang ini namanya terpaksa." karena mas tidak mau anak kita lahir tanpa status." Ade menahan tangan Ani dan menatap mata lembut nan teduh yang selalu ada kenyamanan disana.


Ade mendekatkan wajahnya dia ingin mengecup bibir yang seksi itu, tetapi Ani segera menahan dada Ade agar segera menjauh


"Ingat kita belum halal" Ani membuyarkan hingga Ade tersadar dan tersenyum, "iya maaf sayang, habisnya mas nggak tahan lihat bibir kamu itu, "Ihh mesum banget sih mas, udah sana keluar Ani ingin istirahat."

__ADS_1


"Oke, tapi besok mas akan menuntaskannya." Ade tersenyum nakal, Ani memalingkan wajahnya, Ani tidak dapat membayangkan bagaimana nanti Ade menyentuhnya.


"Udah nggak usah difikirkan nanti juga terbiasa." Ade masih menggoda Ani,


"Apa sih mas, udah sana keluar." Ani segera mendorong tubuh Ade, Ade tertawa melihat tingkah Ani, "oke sayang mas juga ingin istirahat, sekarang ayo berbaring" Ade segera menarik selimut hingga sebahu Ani lalu dia mencium kening calon istrinya itu, good night Honey love you." Ade menghidupkan lampu tidur dan mematikan lampu kamar, dia segera keluar


***


Kini hari sudah menjelang pagi, Ani segera bangun dia segera membersihkan diri dan tidak lupa sholat subuh 2 rakaat,


Setelah selesai sholat Ani duduk di depan meja riasnya, Ani memikirkan semua, Ani merasa ini sangat sulit baginya, bagaimana bisa dia menikah tanpa ada orangtuanya tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa dia dan Ade dihadapkan dengan keadaan tersulit,


"Ya Allah ampunilah kami, jika ini yang terbaik maka permudahkanlah segelanya",ibu, ayah maafkan Ani maaf jika Ani menikah tanpa ayah yang menjadi wali Ani," Ani menghapus air matanya dan segera bersiap,


Tok.. tok.. "Ani,,? terdengar suara Ade memanggilnya, Ani segera membukakan pintu


"Ya insyaallah Ani siap mas" yasudah mas tunggu dibawah ya."


"Ya mas" Ani segera mengambil baju kebaya itu dan menutup kembali pintu kamarnya dia segera mengganti pakaiannya.


Setelah selesai Ani segera turun kebawah, dia melihat Ade sudah siap dengan stelan baju muslim couple dengan kebaya pengantin Ani yang berwarna putih dan dipadu warna gold.


Tapi Ani heran dengan siapa Ade bicara karena Ada seorang lelaki yang menemani Ade,


"Sayang kamu sudah siap, Ade melihat penampilan Ani, Ade terpesona dengan kecantikan Ani walaupun tidak menggunakan jasa MUA Ani tetap cantik dengan dandanannya sendiri, Ani memang menolak saat Ade ingin mendatangkan MUA untuknya.


"Oya sayang", mas semalam lupa mengatakan padamu, kenalkan ini paman Jodi Waluyo, dia adalah wakil direktur di perusahaan papa dan juga adik kandung papa." Ani terkejut dan ingin bertanya

__ADS_1


Karena melihat Ani Bingung dan banyak pertanyaan, Paman Jodi segera menyuruh Ani untuk duduk


"Duduklah dulu Ani, paman tahu kamu bingung mungkin Ade memang lupa untuk memberi tahukan ini kepadamu"


"Ya paman adalah adik kandung dari mas Ari calon papa mertuamu" Ade sudah menceritakan semuanya pada paman apa yang telah terjadi diantara kalian berdua dan paman yang akan menjadi saksi nikah kalian berdua" kamu tenanglah Ani, jangan banyak fikiran, karena itu tidak baik bagi janin dalam kandunganmu, "untuk sekarang jalani saja seperti ini dulu, karena apa yang dikatakan Ade benar adanya, kamu juga tahu kondisi calon mama mertuamu, jika dia tahu yang sebenarnya maka akan berdampak buruk pada jantungnya, itu bisa membahayakan nyawanya."


"Baiklah paman jika ini yang terbaik Ani ikut maunya mas Ade."


"Yasudah ayo kita jalan sekarang, kita sudah ditunggu dari tadi." mereka segera berangkat ke kerumah KUA yang akan menikahkan mereka untuk melaksanakan ijab qobul


***


Dirumah pak KUA


"Saya terima nikah dan kawinnya Maharani binti Bayu dengan mas kawinnya seperangkat alat sholat dan cincin berlian dibayar tuunaii.."


"Bagaimana saksi? pak KUA bertanya


"Sah"


"Sah"


"Alhamdulillah... pak KUA segera membacakan do'a untuk kedua mempelai, "Ayo Ani diterima mas kawin dari suaminya," Ade segera memasangkan cincin berlian dijari manis Ani, Ani segera mencium tangan suaminya, tak bisa dia tahan air matanya jatuh, semua rasa bercampur aduk dihatinya, Ade mengecup kening Ani dan menghapus air istrinya itu.


"Sudah jangan menangis ya" mas janji saat resepsi pernikahan kita nanti, akan dihadiri keluarga lengkap kita." Ani hanya bisa mengangguk rasanya sangat sulit baginya untuk bicara.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2